Hai, Takaiters!

Pernahkan kamu merasa iri terhadap kesuksesan dan keberhasilan orang lain? Jika pernah, wajar, dong, karena rasa itu manusiawi. Setiap manusia pernah merasakannya.

Yang terpenting bagaimana menjaga rasa iri tersebut menjadi sesuatu hal yang tidak berlebih, masih dalam tahap wajar, bahkan bisa mengubahnya menjadi hal positif untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.

Wow, memang bisa? Tentu saja bisa.

Yuk, kita pahami dan ubah perlahan agar rasa iri menjadi sebuah motivasi bagi diri kita.

1. Membandingkan diri dengan orang lain, kenapa tidak. Asalkan…

Cara mengubah iri menjadi sebuah motivasi
Foto: hellosehat.com

Pernah membandingkan diri kita dengan orang lain. Kenapa, ya, dia bisa sukses. Takaiters, jika ingin membandingkan diri dengan orang lain, lakukanlah dengan tujuan untuk bisa sukses seperti dia bahkan bisa melampaui kesuksesannya.

Caranya dengan mempelajari bagaimana tips dan trik supaya bisa sukses dan yang terpenting meningkatkan kualitas, brand dan value diri. Semua itu tentu saja diiringi dengan doa kepada Yang Maha Kuasa, ya.

2. Menyadari setiap kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita

Jadikan iri menjadi sebuah motivasi
Foto: fimela.com

Ketika tetangga sebelah rumah baru saja membeli mobil mewah sementara kita hanya mampu membeli sebuah mobil bekas sederhana, apakah rasa iri dan cemburu sudah pada tempatnya? Dengan penghasilan bulanan yang didapat sulit rasanya untuk bisa menyamainya.

Lalu apakah harus memaksakan diri? Jika itu hanya membuat terpuruk dan sakit, maka beryukurlah dengan apa yang kita miliki. Walaupun hanya sebuah mobil bekas sederhana, nyatanya masih ada orang yang hanya memiliki kendaraan roda dua bahkan tidak memiliki kendaraan. Kalau hanya mau fokus pada harta benda yang dimiliki maka tidak akan ada habisnya.

Yuk, bersyukur dengan apa yang telah Tuhan titipkan untuk kita.

3. Yang tampak kadang hanya yang indah-indah saja

Foto: smartmama.com

Takaiters, pasti pernah berpikir bahwa kehidupan seseorang terlihat bahagia dan sempurna. Misal, kehidupan seorang artis. Wajah menawan, harta berlimpah, punya pasangan yang cakep, anak yang lucu, serta terkenal. Sempurna. Duh, jadi pengen.

Tapi dibalik itu semua tentu ada perjuangan, pengorbanan dan kesedihan yang tidak selamanya diumbar ke khalayak. Ada air mata juga yang mereka sembunyikan dari publik.

So, jangan terlalu menganggap kehidupan seseorang terlalu sempurna dan kehidupan kira sendiri seolah-olah sangat menyedihkan. Tuhan sudah menyiapkan porsi sesuai kemampuan kita.

Perumpamaan yang mengatakan bahwa rumput tetangga lebih hijau daripada rumput kita kadang memang benar adanya. Tapi bukan berarti kita harus sibuk mengurusi rumput tetangga, bukan. Toh, bukan lahan kita juga. Ini sama saja dengan mengelola rasa iri.

Kenapa tidak mengubah rasa iri menjadi sebuah motivasi agar menjadi pribadi lebih baik lagi, Takaiters!

Yuk, kita coba!