Loha, Takaiters!

Sudah nonton film Joker? Bisa jadi ada yang penasaran sama Pseudobulbar Affect (PBA), penyakit yang mengidap Arthur Fleck alias Joker yang mendadak membuat dia suka tertawa, padahal sebenarnya sedang sedih atau gugup. Nah, penyakit PDA ini memang benar-benar ada dan bukan penyakit langka atau bisa dibilang pengidapnya cukup banyak.

Dalam film, pertama kali penyakit ini diperkenalkan di adegan Arthur sedang menggoda bocah laki-laki di dalam bus, adegan ini juga  bisa kamu lihat di trailernya. Nah, saat lagi asik-asiknya bermain dengan bocah itu, sang ibu bocah malah mengomel ke Arthur. Bukan kesal, respon Arthur malah tertawa tidak berhenti, sehingga sukses membuat si ibu tersinggung karena dianggap meremehkan omelannya. Penasaran tentang penyakit PDA? Yuk, simak ulasannya.

1. Beratnya Hidup Penderita PBA

Foto: collider.com

Penderita PBA berbeda dengan kebanyakan orang yang tertawa karena senang dan menangis karena sedih atau terharu. Pengidap penyakit ini sering mengeluarkan ekspresi yang berbeda dengan perasaan yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena ada sistem saraf mereka yang rusak atau lebih tepatnya, ada kerusakan pada korteks prefrontal. Ini adalah area otak yang mengontrol emosi. Nah, karena sistem kontrolnya terganggu, maka Pengidap PDA bisa tiba-tiba tertawa atau menangis dalam kondisi yang tidak sewajarnya.

Foto: everydayhealth.com

Dikutip dari Mayo Clinic, mereka bisa tertawa atau menangis sampai beberapa menit, persis seperti yang dialami Arthur Fleck. Namun, dalam kehidupan nyata, kebanyakan penderita PBA menampilkan ekspresi menangis yang tidak terkontrol dibanding tertawa seperti yang dialami Arthur. Sebenarnya, baik menangis atau tertawa, intinya mereka tidak dapat mengontrol ekspresi sepenuhnya. Akibatnya, Pengidap PBA mengalami minder karena misalnya tertawa saat situasi yang sebenarnya sedih atau genting. Gara-gara minder, mereka lebih memilih untuk mengisolasi diri.

Foto: hot.detik.com

Berbeda dengan Arthur di film Joker, dia malah sering terkena masalah, bahkan sampai dipukuli karena tiba-tiba ketawa pada saat yang tidak tepat. Orang pun menganggap dia sedang melecehkan atau tidak punya etika. Dalam kondisi seperti ini mereka harus berjuang dua kali, mengatasi fisik (sistem saraf) dan mencoba tetap normal dalam pergaulan sosial. Bisa dibilang kehidupan mereka berat sekali dibanding orang kebanyakan.

2. Penderitanya Jutaan Orang

Foto: als-connect.com

Dikutip dari pbainfo.org, pengidap PBA di negara Amerika Serikat jumlahnya bisa mencapai dua juta orang, sedangkan yang hanya memiliki gejala mirip PBA jumlahnya lebih besar lagi, yaitu sampai enam juta orang. Jumlah yang terbilang tidak sedikit dan cukup mengejutkan. Masih dari sumber yang sama, gejala PBA merupakan orang-orang yang mengalami trauma otak (sama seperti yang dialami Arthur Fleck), pernah terkena stroke, alzheimer, demensia, dan parkinson.

Selain PDA, masih ada juga penderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yaitu kondisi sistem saraf saat sel-sel tertentu di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan. Ada juga Multiple Sclerosis (MS) yaitu gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang.

Nah, Guys, jika kamu memiliki teman atau saudara yang mengidap penyakit di atas cobalah untuk memaklumi, jangan dirundung apalagi sampai dipukuli. Semoga bermanfaat.