Halo, Takaiters!

Awal tahun ini Indonesia ditimpa musibah, Jakarta terendam banjir. Tepat pada pergantian tahun 2020 hujan deras mewarnai wilayah Jakarta dan Bekasi mengakibatkan aktivitas lumpuh bahkan pergerakan sejumlah jenis transportasi tergantung.

Diketahui hingga kini sejumlah wilayah masih tergenang air. Banjir berdampak besar salah satunya bagi kesehatan, seperti diare, flu, hepatitis A, dan masih banyak lagi. Namun, Kementerian Kesehatan memperingatkan akan tingginya risiko terkena leptospirosis saat banjir dan masyarakat diharapkan untuk waspada. Nah, penasaran penyakit apa leptospirosis? Yuk, simak penjelasannya.

Apa Leptospirosis?

Foto: alodokter.com

Dihimpun dari beberapa sumber leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini disebarkan lewat urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri tersebut salah satunya tikus.

2. Gejala Leptospirosis

Foto: hallodokter.com

Banjir merupakan salah satu ladang penularan penyakit leptospirosis. Genangan air banjir bisa membawa kencing tikus dan menularkan leptospirosis pada manusia lewat selaput lendir, mata, luka pada kulit, hidung, dan makanan. Bakteri akan masuk ke dalam tubuh melalui mukosa membran yang terbuka, contoh luka di kulit.

Ketika manusia terinfeksi bakteri leptospira interrogans, akan timbul tanda dan gejala, seperti tubuh menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot hilang nafsu makan, mata merah, iritasi, nyeri otot, muntah, mual, dan timbul ruas pada kulit. Untuk penderita yang memiliki sistem imun bagus akan cepat pulih, biasanya dalam jangka waktu dua minggu Namun, ada beberapa orang yang mengalami tahap kedua yakni penyakit Weil yang ditandai dengan rasa nyeri pada dada, kaki, dan tangan bengkak.

3. Cara Bersihkan Rumah Usai Diterjang Banjir

Foto: megapolitan.okezone.com

Tahap kedua, bakteri bisa menyerang organ lain dan mengakibatkan kondisi tubuh semakin parah. Bakteri ini bisa menyerang paru-paru (batuk darah, napas pendek), ginjal (kondisi gagal ginjal), otak (gejala meningitis), dan jantung (gagal jantung).

Nah, oleh karena itu, Kemenkes menghimbau seluruh masyarakat agar menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus, cucilah tangan dan kaki setelah beraktivitas membersihkan endapan sisa banjir di rumah, selokan. Jangan lupa memakai boot karet tinggi dan sarung tangan saat beraktivitas di genangan air, membasmi tikus, dan gunakan disinfektan di bagian yang terindikasi kencing tikus yang mungkin bisa menyebarkan penyakit leptospirosis.

Guys, itulah beberapa hal mengenai leptospirosis yang wajib kamu tahu. Semoga bermanfaat.