Halo, Takaiters!

Di balik gegap gempita perhelatan Piala Dunia 2018, Rusia ternyata menyimpan banyak tempat-tempat wisata yang unik dan menarik. Salah satunya adalah sebuah gereja Kristen Ortodoks paling terkenal di kota St Petersburg yang bernama St. Isaac Cathedral. Gereja super megah ini dibangun di hamparan tanah luas dengan arsitektur yang mempesona. St. Isaac Chatedral juga dikenal dengan nama gereja Isaakievskiy Sobor.

Gereja yang dibangun untuk menghormati Saint Isaac, Santo pelindung Peter the Great atau Pyotr I (Kaisar Rusia yang memerintah pada tahun 1682 hingga 1725) ini merupakan gereja terbesar ke-empat di dunia, lho! Lalu, apalagi sih keunikan dari St. Isaac Cathedral ini? Simak ulasannya di bawah ini, ya!

Latar Belakang Berdirinya St. Isaac Cathedral

Foto: kremlintour.com

Gereja yang dibangun atas perintah Tsar Alexander I pada tahun 1818 ini, merupakan karya seorang arsitek kelahiran Prancis bernama Auguste de Montferrand. Pembangunannya membutuhkan waktu kurang lebih 40 tahun dan baru selesai pada masa pemerintahan Tsar Nikolai I, yakni adik dari Tsar Alexander I. TragIsnya, Auguste meninggal tepat enam minggu setelah gereja ini selesai di bangun.

Katedral dengan Arsitektur Mewah Berkubah Emas

Foto: fotokto.ru

Isaakievskiy Sobor memiliki kubah utama setinggi 101,5 meter yang dilapisi dengan emas murni dan dua belas patung malaikat hasil karya Josef Hermann. Katedral super mewah dan cantik ini ternyata dinobatkan menjadi bangunan tertinggi kedua di kota St. Petersburg setelah Katedral Petropavlovskiy.

Pilihan Editor


Beralih Fungsi Menjadi Gudang ketika Perang Dunia II

Foto: wikimedia.org

Pada masa Perang Dunia II, St. Isaac Petersburg berubah fungsi menjadi museum di bawah pemerintahan komunis Uni Soviet dan tak lama kemudian, berubah menjadi gudang untuk menampung karya-karya seni. Alasannya sederhana, Uni Soviet tahu bahwa pihak musuh tidak akan mengebom dan menghancurkan gereja Isaakievskiy Sobor yang mempesona ini.

Gereja yang Memiliki Tiga Altar dan Aneka Ornamen Cantik

Foto: arrivinginhighheels.com

Jika kamu memasuki bangunan gereja ini, maka kamu akan melihat banyaknya ukiran ornamen keemasan, lengkap dengan aneka lukisan dan juga patung-patung keagamaan. Dekorasi interior gereja yang selalu membuat para wisatawan takjub ini terdiri atas 408 kg emas, 498 kg lapis lazuli, 16 ton malasit, dan 1000 ton perunggu. Biaya yang dikeluarkan untuk membangun katedral ini terbilang fantastis karena menyentuh angka 1.000.000 rubel emas.

Sementara itu, altar pusat yang berada tepat di tengah bangunan didedikasikan secara khusus untuk Ishak dari Dalmatia. Altar sebelah kanan didedkasikan untuk Santa Ekaterina, sedangkan altar sebelah kiri didedikasikan untuk Santo Aleksandr Nevskiy.

Jika kamu penasaran dengan St. Isaac Cathedral ini dan ingin berkunjung ke sana, maka kamu harus menyiapkan 250 rubel atau sekitar 75 ribu rupiah untuk tiket masuknya. Tentunya katedral ini sangat layak untuk dijadikan salah satu destinasi wisata ketika berkunjung di Rusia dengan segala kemegahan dan keunikan arsitekturnya.

Jadi, kapan mau ke Rusia, Guys?