Heiyo, Takaiters!

Sebagian dari mungkin udah tahu nih, kalao Sistem Operasi alias Operating System (OS) Windows 7 telah resmi dipensiunkan oleh perusahaan yang melahirkannya. Masa pensiunnya ini sendiri dimulai sejak Selasa (14/2020) kemarin.

Kabar ini sendiri bukanlah hal yang mengejutkan sama sekali. Pasalnya, rencana Microsoft, selaku perusahaan yang menaungi nama Windows 7, sebelumnya telah mengeluarkan pemberitahuan terlebih dahulu.

Kemunculan Rumor yang Kuat

Sistem dukungan patch keamanan Windows.
Tampilan antarmuka Windows 10. Foto: Microsoft Tech Community

Tanggal 14 Januari tahun lalu menjadi peringatan terakhir Microsoft kepada para pengguna. Jauh sebelum itu, rumor terkait nasib dari OS yang satu ini sejatinya sudah mengemukan sejak tahun 2015 silam.

Sejak awal rumor tersebut muncul, Microsoft sendiri secara tersirat memang seperti memperlihatkan tanda-tanda yang seirama. Berkat kemunculan dua OS versi barunya, Microsoft tampak mengesankan untuk tidak lagi serius mengurus Windows 7.

Apa yang Microsoft Lakukan?

Microsfot berikan jalan lengan untuk Windows 10
Microsoft. Foto: MENAFN

Namun, meskipun benar-benar sudah ‘ditinggalkan’ oleh Microsoft, Windows 7 sebenarnya masih bisa dioperasikan. OS ini bukan berarti benar-benar mati atau dimatikan sehigga tidak lagi bisa digunakan.

Lantas, apa yang sebenarnya dilakuan Microsoft pada salah satu mahakaryanya tersebut? Merujuk pada laman resminya, perusahaan ‘hanya’ menyetop layanan dukungan system update berupa fitur dan patch keamanan untuk OS tersebut.

1. Masih Banyak Digunakan

Walaupun Microsoft telah menegaskan untuk tidak lagi mendukung kepentingan Windows 7 agar tetap eksis, OS ini diduga masih memiliki pengguna setia. Data terakhir yang dihimpun oleh ZDnet,  memperkirakan ada 200 juta perangkat yang masih mengandalkan Windows 7.

Angka tersebut diperoleh dari estimasi yang memprediksi total pengguna OS berbasis Windows di dunia yang mencapai 1,2 miliar. Namun, angka itu kemungkinan bakal terus merosot seiring waktu.

2. Terus ‘Didesak’ Segera Pindah

Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa apa yang dilakukan Microsoft—termasuk sejak awal rumor tadi—ini adalah strategi perusahaan untuk mendesak pengguna Windows 7 segera berpindah ke OS versi terbaru mereka.

Windows 10, yang menjadi karya anyarnya menjadi pelabuhan yang paling disarankan. Dengan ditutupnya sistem dukungan ke arah Windows 7 sepenuhnya, disebut-sebut sebagai cara ‘garang’ yang paling memungkinkan dilakukan.

3. Pindah atau Hanya Karena Terpaksa

Masih dari sumber yang sama, setidaknya ada 80 persen dari total pengguna yang akhirnya, bakalan bermigrasi ke Windows 10 di pertengahan tahun 2020 ini. Hal ini seolah sejalan dengan ‘ancaman’ Microsoft yang tidak lagi menjamin keamanan pengguna yang masih ogah mengganti OS-nya.

Dari sini, timbul juga pertanyaan: apakah pengguna memang benar-benar merasa perlu pindah atau justru memilih pindah hanya karena terpaksa? Namun, ada beragam alasan di luar dari dua pilihan tadi, bukan? Menurut Takaiters sendiri, bagaimana?

Setelah Perjalanan Satu Dekade

Pensiunnya salah satu OS terlaris milik Microsoft.
Resmi ‘pensiun’. Foto: Beta News

Windows 7 tentu pantas disebut sebagai karya tersukses yang dilahirkan Microsoft. Sejak diperkenalkan pada 22 Juli 2009, OS ini langsung memperlihatkan awalan yang apik.

Angka 90 juta pengguna disabet hanya dalam waktu 6 bulan setelah rilis. Kemudian, hanya butuh waktu 10 bulan bagi OS tersebut untuk menyalip angka penjualan yang dikumpulkan oleh Windows XP.

Setidaknya, Windows 7 hanya perlu waktu dua tahun untuk benar-benar mengambil posisi kesuksesannya itu. Oleh karena itu, tidak berlebihan tentunya jika Windows 7 dianggap sebagai salah satu OS terlaris yang pernah ada.

Namun, semua itu mungkin akan mustahil lagi untuk berlanjut. Posisi yang sudah lama dipelihara itu, kini dilanjutkan Windows 10 yang resmi didapuk sebagai sang penerus. Dan, butuh waktu 4 tahun lebih bagi OS anyar ini untuk meyakinkan Windows 7 agar memilih ‘lengser’ tahun ini.

Setelah 10 tahun lebih menjadi kesayangan banyak orang, mau tidak mau penggunanya harus merelakan OS ini untuk melepas kejayaannya selama ini. Sejak resmi dipensiunkan, tongkat estafet itu kini berada di genggaman Windows 10.