Halo, Takaiters!

Wawancara merupakan salah satu tahap yang harus kamu lalui sebelum mendapatkan job offer atau diterima bekerja pada sebuah perusahaan atau kantor. Biasanya wawancara dilakukan setelah kamu lolos seleksi administrasi. Artinya ini adalah tahapan lebih lanjut dari proses seleksimu sebagai calon pegawai.

Proses ini bisa dibilang sangat menakutkan terutama bagi kamu para fresh graduate yang mungkin belum pernah menjalani wawancara kerja. Jangan khawatir, Guys, simak 5 pertanyaan yang sering diajukan para interviewer saat wawancara kerja di bawah ini.

1. Ceritakan Mengenai Diri Anda

Foto: pexels.com

Buat yang belum berpengalaman, pada bagian ini biasanya hanya menceritakan secara ringkas isi curriculum vitae atau CV mereka. Jangan lakukan ini, Guys, semua pewawancara sudah memiliki CV yang sudah kamu kirimkan pada saat melamar kerja.

Pastikan, pada tahap ini, kamu bisa menyebutkan latar belakang yang penting, pencapaian atau karakter kamu yang menonjol. “Selamat siang, Bapak dan Ibu, nama saya Alfonso. Lulusan cumlaude dari Univeristas X, seperti yang bisa dibaca di CV saya. Meskipun fresh graduate, saya aktif berorganisasi sehingga biasa bekerja dalam tim, biasa bekerja dengan tenggat waktu ketat, dll, dll” 

2. Ceritakan Satu Peristiwa yang Sulit Bagi Anda dan Bagaimana Respon Anda

Foto: unsplash.com

Guys, pertanyaan seperti ini biasanya bukan mengarah pada hal yang sifatnya pribadi. Jadi, hindari menceritakan hal-hal yang personal, seperti masalah perceraian orang tua, patah hati atau bertengkar dengan teman.

Buat kamu yang sudah pernah bekerja, coba ingat satu proyek yang pernah kamu tangani, kesulitan apa yang kamu hadapi, dan utamanya ceritakan bagaimana kamu menyelesaikan permasalahan dengan sukses. Untuk fresh graduate, ceritakan satu peristiwa saat kamu dalam kepanitiaan atau organisasi, di mana kamu berhasil menghadapi kesulitan.

3. Mengapa Kami Harus Menerima Anda?

Foto: unsplash.com

Pertanyaan ini bisa dikatakan semacam jebakan Batman, Guys. Jika kamu terlalu merendah, akan terkesan kamu tidak percaya diri. Jika terlalu pede “menjual” diri, bisa terkesan kamu berbohong. Cara menyikapi pertanyaan ini adalah dengan mempelajari dengan sungguh-sungguh kriteria atau deskripsi pekerjaan/posisi yang kamu lamar. Cocokkan kriteria dengan skill set atau pengalaman yang kamu punya. Masih fresh graduate? Jangan khawatir, coba ingat pengalaman kamu dalam organisasi atau perkuliahan.

4. Bagaimana Anda Memproyeksikan Diri Anda Lima Tahun ke Depan?

Foto: unsplash.com

Pertanyaan ini sering membingungkan para pelamar kerja. Yang harus kamu ingat, Guys, jangan menjanjikan hal-hal bombastis, supaya diterima. Misalnya dengan menyatakan, “Saya akan tetap setia di perusahaan ini.” Para pewawancara adalah orang pilihan yang bisa menilai kesungguhan kamu. Kamu bisa katakan dalam 5 tahun, kamu berharap menduduki posisi supervisor  atau manajer misalnya atau kamu berharap menjadi profesional marketing yang melayani klien dengan baik.

5. Apakah Anda Punya Pertanyaan untuk Kami?

Foto: pexels.com

Guys, untuk pertanyaan ini, jangan buru-buru dijawab “tidak”. Sebelum wawancara, pastikan kamu membaca tentang perusahan ini. Perusahaan besar biasanya punya website dengan informasi cukup lengkap.

Gunakan pertanyaan ini untuk menunjukkan bahwa kamu sudah mempelajari tentang perusahaan tersebut dan tentu saja mendatangkan nilai plus bagi kamu. Kamu bisa lontarkan pertanyaan seperti “Saya baca di website bahwa perusahaan ini ada di 20 negara, apakah ada kemungkinan penugasan ke luar negeri?”

Guys, wawancara kerja merupakan kesempatan bagi kamu meyakinkan perusahaan mengenai kualitas kamu. Pastikan kamu mempersiapakan diri dengan baik, ya! Jangan lupa pelajari posisi dan perusahan yang kamu lamar. Good luck, Guys, semoga kamu mendapatkan pekerjaan impianmu di awal tahun  baru nanti.