Halo, Takaiters!

Sebagai sebuah momen spesial bagi umat muslim, Lebaran menjadi hari yang ditunggu-tunggu dengan banyaknya persiapan yang dilakukan. Bukan hanya soal baju baru, makanan juga menjadi salah satu hal yang sangat dipersiapkan.

Ketupat, opor ayam, sambal goreng ati, dan makanan lainnya menjadi beberapa makanan yang harus ada saat momen Lebaran. Tak jarang pula, makanan dengan kuah santan dan mengandung minyak menjadi makanan yang mendominasi saat momen ini. Meskipun rasanya enak, kamu juga harus waspada dengan gangguan kesehatan yang mungkin terjadi.

Tidak hanya karena makanan, tapi juga karena kebiasaan makan di hari Lebaran yang sering kalap dan pencernaan yang belum terbiasa setelah sebulan berpuasa. Apa saja gangguan kesehatan yang sering terjadi setelah lebaran? Simak ulasannya dibawah ini, yuk!

Tekanan Darah Tinggi

Foto: hot.liputan6.com

Saat Lebaran, makanan yang disajikan biasanya tinggi akan garam, gula, dan daging. Bijaklah saat makan makanan ini, apalagi untuk kamu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah tinggi ini berbahaya karena membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan berkontribusi pada pengerasan pembuluh darah, aterosklerosis, strok, penyakit ginjal, dan gagal jantung.

Diare

Foto: lifestyle.kompas.com

Saat Lebaran, pastikan kamu tidak makan sembarangan dan jangan konsumsi makanan pedas secara berlebihan. Diare sendiri disebabkan karena pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan yang terlalu pedas, infeksi bakteri dari makanan, dan keracunan makanan.

Kolesterol Tinggi

Foto: .winnetnews.com

Momen Lebaran erat kaitannya dengan hidangan yang tinggi lemak dan kolesterol. Konsumsi makanan ini secara berlebihan bisa meningkatkan risiko terjadinya kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung kolesterol, lemak jenuh, dan lemak trans.

Flu

Foto: alodoktor.com

Kegiatan bersalam-salaman saat Lebaran akan meningkatkan risiko terkena flu dari orang-orang yang kita temui. Flu disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus ini menyebar Ketika penderitanya batuk, bersin atau berbicara sehingga menyebarkan tetesan virus ke udara dan masuk ke mulut atau hidung orang-orang yang ada didekatnya.

Gula Darah Tinggi

Foto: alodoktor.com

Pola makan yang tidak terjaga serta meningkatnya asupan makanan tinggi gula menjadi faktor penyebab risiko gula darah tinggi meningkat saat Lebaran. Karena itu, kamu harus bijak dalam memilih makanan Lebaran, khususnya untuk orang dengan riwayat diabetes.

Agar momen Lebaran tidak terganggu karena penyakit diatas, jangan lupa perhatikan pola makan dan aktivitas lainnya agar tubuh terhindar dari penyakit, ya!