Hai, Takaiters!

Sebagai makhluk sosial, manusia memang wajib memperluas jangkauan interaksinya dengan sesama, menjalin banyak pertemanan guna mempermudah kehidupan.

Akan tetapi, kamu pun harus mengakui bahwa tidak semua orang pantas disebut teman sejati. Karena bisa saja, lingkungan yang tengah kamu jalani, terdapat orang-orang yang diam-diam ingin menjatuhkan, tapi menyamar menjadi sesosok teman.

Pertemanan yang tidak sehat itulah yang disebut toxic friendship, yaitu hubungan pertemanan yang mengarah pada tindakkan-tindakkan negatif, manipulatif dan merampas kebahagiaan, Takaiters.

Toxic friendship bisa dialami oleh siapapun. Sayangnya, tidak banyak yang sadar, atau memang sudah tahu tetapi atas beberapa alasan, lebih memilih untuk tetap bertahan.

Nah, untuk mencegah hal tersebut terjadi, di bawah ini 5 tanda jalinan persahabatan yang buruk alias ciri-ciri toxic friendship, Takaiters!

1. Drama, Drama dan Drama!

ciri-ciri toxic friendship
Foto: freepik.com

Pernah bertemu teman yang suka membesar-besarkan masalah sepele? Tidak mau mengalah? Selalu ingin dijadikan prioritas dan cemburu jika kita memiliki circle yang baru? Atau barangkali kamu pernah melakukan beberapa hal tadi?

Sebuah pertemanan yang ‘beracun’ akan berisi drama tidak penting, sehingga membuat harimu sering dirundung lelah dan frustrasi. Seakan-akan, kehidupan friendship kalian seperti pertunjukkan yang dihiasi tindak kekanakkan dan egois semata. Aduh, pasti melelahkan sekali, ‘kan?

2. Playing Victim

ciri ciri toxic friends
Foto: freepik.com

Salah satu ciri paling menonjol dari toxic friendship adalah adanya playing victim. Tiap kali berdebat, kamu selalu dipojokkan seolah kamu yang paling bersalah di sini dan dia/mereka merupakan korban yang wajib dikasihani.

3. Bermuka Dua

ciri toxic friends
Foto: freepik.com

Takaiters pasti sebal sekali dengan orang yang berkata manis di depan, tapi menusuk dari belakang. Ya! Itu juga yang terjadi di lingkungan toxic friendship. Orang yang kamu anggap teman senang menyanjungmu setinggi mungkin di hadapan publik.

Namun, begitu kamu berpaling, mereka tidak segan menyebarkan fitnah dan aibmu diam-diam.

4. Bullying

Foto: freepik.com

Pertemanan yang toxic biasanya tidak jauh dari perisakkan. Adapun korbannya adalah orang yang dianggap lemah dan kurang berkuasa. Ini sungguh tidak bagus. Sebab, perisakkan dalam bentuk apapun tetap meninggalkan bekas traumatis di hati sang korban. Bagi mereka mungkin sindiran dan sikap buruk itu hanya lelucon kosong. Tapi, nyatanya tidak.

Mereka mengkritik dan sarkas kepadamu dengan harapan kamu dapat dimanipulasi. Bullying verbal atau tindakkan itu akan menjadikanmu rendah diri, merasa tidak berharga sehingga selalu berada di bawah kontrol mereka.

5. Dia/Mereka Selalu Tidak Puas dengan Apa Yang Telah Kamu Perbuat

Foto: freepik.com

Apapun yang kamu lakukan selalu ada yang salah di mata temanmu. Baik penampilan ataupun keputusan yang diambil kerapkali diiringi kritikkan tanpa saran. Akibatnya, perlahan kamu kehilangan jati diri karena selalu dituntut untuk mengikuti alur yang teman-temanmu rancang.

Selain itu, pertemanan toxic terjadi ketika teman hanya mendekatimu saat ada maunya saja. Setelah urusan selesai, kamu akan dilupakan.

Hakikatnya, pergaulan yang berkualitas akan memengaruhi kehidupan kita jadi lebih positif. Begitu pula sebaliknya.

So, kalau kamu mengalami salah satu tanda ciri-ciri toxic friendship di atas, jangan ragu untuk menjauh dan keluar dari lingkaran buruk tersebut, Takaiters!