Halo Takaiters!

Pandemi COVID-19 yang tengah melanda negeri ini membuat banyak perubahan yang terjadi. Di antaranya yaitu anjuran untuk mengurangi berbagai aktivitas di luar rumah yang bisa membuat penularan virus ini semakin cepat.

Kegiatan belajar, bekerja, bahkan ibadah pun dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja. Hal ini tentu saja bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang telah banyak memakan korban.

Kegiatan di rumah saja ini mau tidak mau membuat penggunaan gadget atau smartphone meningkat. Bagaimana tidak? Keharusan untuk tetap terhubung satu sama lain membuat smartphone ini menjadi alat yang diandalkan, baik itu dalam kegiatan sekolah ataupun bekerja.

Penggunaan smartphone selama melakukan kegiatan di rumah saja ini tentu saja bukan tanpa risiko. Risiko yang mungkin terjadi yakni mengakibatkan penyakit leher atau sering disebut sebagai sindrom “Text Neck”.

Apa itu sindrom “Text Neck”?

Foto: liputan6.com

Ini adalah penyakit leher yang terjadi akibat penggunaan otot leher, otot punggung, dan otot bahu yang berlebihan. Posisi menunduk yang terus menerus dilakukan dalam jangka waktu yang lama menjadi penyebabnya. Apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini, kegiatan belajar atau bekerja di rumah membuat resikonya semakin tinggi.

Apa saja gejala sindrom “Text Neck”?

Foto: shcoolofparenting.com

Gejala yang bisa kita amati dari sindrom ini di antaranya pegal di area leher atau punggung bagian atas, rasa kaku di bagian bahu, sakit kepala yang timbul tenggelam, mati rasa di lengan, serta sesak napas akibat postur kepala yang terlalu ke depan saat menggunakan smartphone sehingga menyebabkan 30% penurunan fungsi paru-paru.

Bagaimana mengatasi sindrom “Text Neck”?

Foto: rvcj.com

Maraknya penggunaan smartphone tentu saja membuat sindrom ini tidak bisa dihindari, tetapi bisa dicegah dengan menerapkan pola perilaku seperti dibawah ini:

  1. Batasi penggunaan smartphone
  2. Pertahankan posisi smartphone sejajar dengan mata
  3. Lakukan peregangan otot
  4. Manfaatkan fitur suara
  5. Luangkan waktu untuk berbaring

Tidak hanya dialami oleh orang dewasa, sindrom “Text Neck”  ini juga bisa dialami oleh anak-anak. Terlebih saat ini penggunaan smartphone yang terkadang berlebihan apalagi  selama melakukan kegiatan di rumah saja. Oleh karena itu, pengawasan dalam penggunaan smartphone ini sangat penting dan dianjurkan agar menghindari bahaya yang dapat ditimbulkan.