Pada Rabu lalu, seorang wanita muslim berhijab mendapat caci maki dari netizen setelah fotonya diunggah di media sosial. Foto tersebut memperlihatkan dia sedang berjalan santai sambil memegang handphone dan melintas disamping korban teror London.

Foto tersebut diambil oleh seorang fotografer freelance yang bernama Jamir Lorriman, dan diunggah pertama kali di akun twitter milik Texas Lone Star dengan ucapan “Wanita muslim tidak peduli dengan serangan terror. Dia berjalan santai dengan ponselnya sementara disampingnya ada seorang pria yang sedang sekarat”, dengan tanda pagar #PrayforLondon dan #BanIslam.

PILIHAN EDITOR

Postingan dari Texas Lone Star ini sontak menjadi viral dikalangan pengguna media sosial barat. Banyak komentar anti-islam yang bermunculan, sampai-sampai pengguna Twitter menyebut wanita muslim tersebut dengan “monster”. Karena mereka menganggap wanita tersebut terlihat santai sementara ada orang yang meregang nyawa di sampingnya.

 

Disisi lain, ternyata banyak juga yang menyerang Texas Lone Star dan melakukan pembelaan terhadap wanita muslim tersebut, karena berdasarkan foto yang diunggah, ekspresi wajah wanita muslim itu jelas terlihat seperti ketakutan.

Mengetahui dirinya menjadi bahan pembicaraan di media sosial, wanita tersebut langsung memberikan sebuah pernyataan bahwa dia sangat terkejut dan kecewa atas fotonya yang beredar di media sosial. Dia meminta orang-orang untuk tidak salah menafsirkan atas apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.

Selain itu, wanita muslim itu juga mengatakan bahwa pada saat kejadian tersebut pikirannya sedang linglung dan mencari orang lain untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan maksud agar bisa memberikan bantuan.

Begitu juga dengan Jamir Lorriman, ketika mengetahui foto yang di ambilnya disalahgunakan oleh Texas Lone Star, dia langsung memberi pembelaan kepada perempuan tersebut melalui media ABC. Dia membantah bahwa wanita itu tidak peduli dengan keadaan tersebut, tapi sebenarnya wanita muslim tersebut sangat terkejut dan takut pasca teror London, bukannya tidak peduli.

Mendengar pernyataan tersebut, perempuan muslim yang dicap “monster” itu juga mengucapkan terima kasih kepada Jamie Lorriman, fotografer yang mengambil gambar dirinya.

Dengan peristiwa yang dialami wanita tersebut, itu menjadi bukti bahwa kaum muslim dan agama Islam selalu dikaitkan dengan aksi teror yang terjadi di negara barat sana.