Halo, Takaiters!

Masyarakat Indonesia pasti masih asing dengan istilah indijenes atau indigenous, tapi ketika menyebutkan kelor, mangkokan, kecombrang, kenikir, katuk, gambas, paria, dan pegagan pasti sudah familier bagi sebagian orang. Lalu, apa sih, yang dimaksud dengan tanaman indijenes ini? Indijenes bisa diartikan sebagai sayuran asli, sayuran pribumi, sayuran lokal atau sayuran yang tumbuh beradaptasi baik di suatu daerah.

Tanah Air kita ini termasuk negara dengan mega keanekaragaman hayati setelah Brasil dan Madagaskar. Keanekaragaman hayatinya meliputi buah dan sayuran lokal. Sejak dahulu, masyarakat kita sudah mengkonsumsi sayuran lokal karena budidayanya yang mudah dan menjanjikan. Apa saja sih khasiat dari tanaman indijenes? Cari tahu, yuk, agar tak rugi karena mengesampingkan sayuran lokal. Berikut ini 8 tanaman indijenes dengan segudang manfaatnya.

1. Kelor

Tanaman Indijenes
Foto: Lampungpro.com

Tanaman ajaib ini sudah tersebar di seluruh Indonesia. Belum banyak yang tahun, tanaman indijenes satu ini memiliki khasiat sebagai obat anti kanker, jantung, diabetes, sakit kuning, dan sakit kulit. Selain itu, kelor juga bisa mengatasi jerawat, mengecilkan pori wajah, mencerahkan kulit, memperlambat penuaan, serta digunakan untuk perawatan rambut. Bagi kaum hawa yang pengin cantik, wajib, nih, masukkan kelor ke dalam menu sayuranmu sehari-hari.

2. Kecombrang

Tanaman Indijenes
Foto: videoblocks.com

Selain membuat masakan lezat, kecombrang punya segudang khasiat dari batang sampai bunganya. Kecombrang dinobatkan sebagai “Si Cantik Yang Awet Alami” karena mengandung antioksidan tinggi yang bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker. Batang kecombrang yang sudah tua bisa digunakan sebagai obat batuk dan melancarkan peredaran darah. Tanaman indijenes ini juga bisa untuk mengatasi mual pada ibu hamil. Sebaiknya gunakan kecombrang yang bunganya masih segar atau kuncup.

3. Katuk

Tanaman Indijenes
Foto: harianmerapi.com

Bukan hanya bermanfaat sebagai bahan produksi ASI bagi ibu menyusui, daun katuk ternyata juga bermanfaat untuk pria. Bagi kaum adam yang memiliki masalah sperma encer, coba konsumsi daun katuk yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma. Tidak hanya itu, daun katuk juga disebut-sebut sebagai anti diabetes yang menjanjikan serta efektif menyembuhkan flu.

4. Paria atau Pare

Tanaman Indijenes
Foto: pexels.com

Jangan benci dulu dengan sayuran yang satu ini ya, Guys! Di balik rasa pahitnya, ternyata pare mempunyai manfaat luar biasa seperti, menjaga kadar gula darah, meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya vitamin C, meningkatkan metabolisme, meredakan asma, meningkatkan kesehatan tulang serta mengobati HIV dan Herpes. Masih mau meremehkan si Pahit ini?

5. Kenikir

Tanaman Indijenes
Foto: mycuppatea.com

Tanaman indijenes satu ini mudah dijumpai di perumahan maupun kebun liar. Menurut penelitian, seseorang yang hobi mengkonsumsi daun kenikir sebagai lalapan akan terbebas dari penyakit maag, lemah lambung, dan bau mulut.

Kenikir kaya akan kandungan polifenol, hidroksieugenol, dan tokoferol yang menetralkan asam lambung serta menguatkan otot sphingter lambung. Jika kamu mengkonsumsi kenikir secara rutin maka bisa dipastikan tubuhmu bebas dari racun yang tak sengaja masuk melalui peredaran darah, serta dapat meningkatkan nafsu makan.

6. Oyong Gambas

Tanaman Indijenes
Foto: pertanian.com

Sayuran ini sering dijumpai pada masakan sop atau diolah menjadi sayur bening. Tanaman indijenes bernama gambas atau yang sering disebut labu oyong ini ternyata memiliki cukup banyak vitamin, serat, ribiflavin, thiamin, seng, besi, mangan dan magnesium.

Tak banyak yang tahu manfaat gambas untuk kesehatan, seperti memgurangi resiko terjadinya penyakit diabetes tipe-2, mengatasi migrain, mengobati sembelit, menyembuhkan anemia, menjaga fungsi otak, mencegah nyeri otot, mengurangi artritis serta membantu mempercepat proses penyembuhan sakit kuning. Selain untuk kesehatan, gambas juga baik untuk menjaga kulit tetap halus, mengobati jerawat, dan penurun berat badan alami. Cocok untuk menu diet, nih!

7. Pegagan

Tanaman Indijenes
Foto: pengobatantradisional.com

Pegagan atau Centella Asiatica merupakan tumbuhan indijenes liar yang banyak ditemukan di area pematang sawah, kebun dan ladang. Jangan remehkan bentuknya yang kecil, ya! Meski dianggap sebagai tanaman liar tapi, pegagan disebut sebagai ramuan abadi untuk mengobati berbagai macam penyakit sejak ribuan tahun lalu.

Pegagan sudah terbukti secara ilmiah dapat mengobati penyakit tertentu seperti  alzhaimer dan mempercepat penyembuhan luka. Pegagan mengandung senyawa terpenoid yang membantu menyamarkan stretchmark pasca melahirkan. Selain itu, pegagan atau yang sering disebut antanan adalah obat antidepresan yang efektif.

8. Mangkokan

Tanaman Indijenes
Foto: mamacerdas.com

Mudah sekali mengenali tumbuhan indijenes ini dari bentuk daunnya yang menyerupai mangkuk. Biasanya, mangkokan dapat dijumpai di depan rumah sebagai tanaman pagar. Mangkokan banyak dimanfaatkan daunnya untuk dikonsumsi sebagai sayur dan obat  sariawan, mencegah munculnya gejala anemia, meningkatkan kesehatan tulang, mengobati radang tenggorokan, radang lambung, radang usus, mengatasi sembelit, mencegah kerontokan rambut hingga kebotakan.

Sehat itu pilihan, Guys! Sayangi diri sendiri mulai dari sadar mengkonsumsi sayur setiap hari. Masih banyak jenis sayuran indijenes yang bisa ditemui dan dipilih sesuai selera seperti kemangi, kecipir, bayam, labu siam, kangkung, jengkol, dan lain sebagainya. Dengan mencintai sayuran indijenes, kamu bisa mengangkat potensi sayuran lokal agar sejajar dengan sayuran mayor yang lebih dulu dikenal. Semoga bermanfaat!