Hai, Takaiters!

Sekarang ini, para ilmuwan, terutama ahli virus tengah bekerja keras untuk menemukan vaksin yang bisa membunuh virus corona atau COVID-19. Virus yang ditenggarai pertama kali muncul di Kota Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, Tiongkok ini telah membunuh puluhan ribu orang di berbagai Negara.

Penyebarannya yang begitu cepat, membuat World Health Organization (WHO) menetapkan virus corona ini sebagai pandemik dunia. Beberapa negara menempuh kebijakan ektrem me-lockdown negaranya untuk membendung penyebaran virus. Italia, Spanyol, Perancis, Belanda dan negara-negara d benua Asia, seperti India dan Malaysia, terpaksa menutup negaranya. Warganya dilarang keluar, bahkan beberapa negara, memberlakukan langkah tegas, mempidanakan dan beri sanksi denda bagi warganya yang melanggar kebijakan karantina di rumah.

Peran Ilmu Virologi dan Para Virolog dalam Penemuan Vaksin

Sumber foto: Detik.com

Saat ini, para ilmuwan, di seluruh dunia sedang bekerja keras menemukan vaksin penawar virus COVID-19. Semua berharap, vaksin dan juga obat bagi virus tersebut bisa segera diketemukan. Kabar gembiranya, sudah ada vaksin yang saat ini tengah diuji coba secara klinis. Begitu juga dengan obatnya, bahkan organisasi kesehatan dunia tengah menguji coba beberapa obat yang dianggap potensi bisa membunuh virus tersebut.

Bicara soal vaksin, tentu tak boleh melupakan peran dari para virolog. Ya, ahli virus kerap disebut sebagai virolog. Bidang ilmunya virologi. Mengutip Wikipedia.org, virologi ialah cabang biologi yang mempelajari makhluk suborganisme, terutama virus.

Dalam perkembangannya, selain virus ditemukan pula viroid dan prion. Kedua kelompok ini saat ini juga masih menjadi bidang kajian virologi. Para virolog inilah dengan pakar kesehatan lainnya yang saat ini sedang bekerja keras siang dan malam  menemukan vaksin yang tepat untuk memerangi virus corona atau COVID-19.

Rosalind Elsie Franklin, Peneliti Wanita yang Berjasa dalam Mengembangkan Ilmu Virologi Modern

Sumber foto: London.ac.uk

Nah, salah satu peneliti yang cukup besar jasanya di bidang virologi adalah peneliti ini. Yang bikin kagum, peneliti yang berjasa dalam pengembangan ilmu virologi ini adalah seorang perempuan. Siapakah perempuan hebat ini? Yuk, kita simak kisahnya, sebagai tambahan pengetahuan di saat sedang #dirumahaja.

Dikutip dari buku,” Sepak Terjang 10 Ilmuwan Paling Gila di Dunia,” yang ditulis Merry Magdalena, salah satu ilmuwan yang berjasa besar dalam pengembangan ilmu virologi adalah Rosalind Elsie Franklin. Perempuan kelahiran London 25 Juli 1920 ini berjasa besar dalam pengembangan virologi.

Rosalind, tidak lain adalah doktor di bidang kimia fisika dari Cambridge University Inggris. Ia lulus sebagai doktor kimia fisika di universitas bergengsi dunia itu pada tahun 1945. Di eranya, jadi ilmuwan wanita itu tak gampang. Ia sering mengalami diskriminasi dari proyek penelitiannya.

Salah satu prestasi besar dari penelitiannya adalah di bidang virologi. Selama tahun 1953-1958, Rosalind yang di era itu memfokuskan penelitiannya pada  riset partikel-partikel virus, berhasil menemukan beberapa terobosan tentang virus tembakau dan polio. Hasil penemuan itu kemudian dituntaskan bersama rekan-rekan ilmuwan lainnya di Birkbeck College dan jadi landasan utama ilmu virologi modern.

Ilmuwan Gigih, Meski Sakit Kanker Tetap Lakukan Penelitian

Sumber foto: Dumbofeather.com

Rosalind adalah ilmuwan wanita yang gigih. Di tengah kondisi kesehatannya yang terus digerogoti kanker, ia tetap melakukan penelitian. Pada tahun 1956, bersama dengan timnya, Rosalind sukses menghasilkan tujuh publikasi ilmiah. Dan, pada tahun 1957, enam hasil penelitian juga berhasil dipublikasikan. Penelitiannya fokus pada virus polio. Penelitian ini disponsori oleh Public Health Service of the National Institutes of Health Amerika Serikat.

Pada 30 Maret 1958, ilmuwan hebat ini kesehatannya memburuk. Kemudian pada 16 April 1958, Rosalind meninggal dunia di Chelsea, Inggris. Ia meninggal karena penyakit bronkopneumonia, kanker rahim, dan karsinomatosis. Ilmuwan hebat ini di makamkan di Willesden United Synagoge Cemetery di Beaconsfield Road, London Borough of Brent.