Hai, Takaiters!

Kita tentu sudah mengenal bunga kering ini. Tanaman perkebunan ini biasanya menjadi salah satu bumbu penyedap masakan dan menjadi bahan utama rokok kretek. Bahkan para penjajah yang dulu datang ke Indonesia salah satu alasan utamanya demi mendapatkan tanaman bunga kering beraroma ini.

Tahukah kamu, Guys, ketika itu di Eropa cengkeh memiliki harga jual yang tinggi bahkan lebih tinggi dari harga emas lho. Gak kebayang kan 1 kg cengkeh harganya sama dengan 7 gram emas. Bersama buah pala, kedua rempah ini menjadi bumbu primadona disana.

Aroma khas dari bunga ini dihasilkan oleh senyawa eugenol dan diyakini dapat menyembuhkan beberapa penyakit  seperti sakit gigi dan infeksi pernapasan. Bahkan menurut Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian, cengkeh dipakai sebagai pewangi pakaian alami sejak tahun 22 Sebelum Masehi.

Cengkeh biasanya tumbuh di daerah dengan iklim tropis pada ketinggian 600-1.100 meter di atas permukaan laut. Sehingga tidak heran, Indonesia menjadi negara produsen terbesar di dunia dengan jumlah produksi 139.522 Ton pada tahun 2016.

Nah, di Gorontalo ada kebiasaan unik yang berhubungan dengan cengkeh, lho. Cengkeh yang biasanya jadi bumbu masak, di Gorontalo menjadi suguhan untuk para tamu juga. Ketika tamu wanita datang ke acara hajatan akan disambut oleh seorang ibu yang berdiri di depan ruang tamu. Setelah dipersilahkan duduk, tamu disuguhi gelas yang berisi cengkeh dan gula pasir.

Hal ini bukannya tanpa maksud ya, Takaiters. Masyarakat melakukan ini secara turun temurun sebagai tanda penghormatan kepada sang tamu. Semacam welcome drink ketika Takaiters sampai di sebuah hotel. Sehingga sang tamu seyogyanya harus mengambilnya sebagai tanda penghargaan atas penerimaan tuan rumah.

Pilihan Editor



Lalu bagaimana cara memakannya ? Begini, Guys, sesuai kebiasaan di Gorontalo, tamu mengambil sebiji cengkeh dan sedikit gula pasir kemudian digigit perlahan dan dikunyah. Pengen tahu rasanya ? Tentu saja didominasi rasa cengkeh, Guys. Ada rasa pedas dari cengkeh dan sedikit manis dari gula pasir di dalam mulut. Hal ini diyakini dapat menghilangkan bau mulut. Sehingga ketika bercakap-cakap dengan tamu lain ada aroma cengkeh yang keluar.

Tapi kira-kira kenapa ya, hanya kaum perempuan yang disuguhi ? Yupz, karena perempuan lebih cerewet dibandingkan dengan pria, Guys. Bahkan ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa wanita bisa berbicara 20 ribu kata dalam sehari sementara pria hanya 7000 kata. Dengan aroma yang berasal dari senyawa eugenol para tamu akan nyaman ngobrolnya.

Sayangnya, sekarang kearifan lokal ini sudah mulai tergusur oleh zaman. Para wanita lebih senang mengkonsumsi permen yang lebih praktis dan enak. Padahal banyak manfaat yang dimiliki oleh  tanaman yang memiliki nama Latin Syzygium Aromaticum ini.

Ternyata, adat kebiasaan di tengah masyarakat Gorontalo yang dipraktekkan selama bertahun-tahun punya nilai filosofi yang dalam kalau diaplikasikan dengan baik. Semoga ulasan ini memberikan tambahan pengetahuan, ya, Guys.

Gimana, berani mencoba kebiasaan wanita Gorontalo ?