Hallo, Takaiters!

Meski negara produsen kopi terbesar di dunia bukan Indonesia, tapi ada satu ciri khas yang kental terasa yang tentu saja negara lain tidak punya. Sebut saja Keragaman budaya ngopinya. Hampir setiap daerah di Indonesia punya karakteristik biji kopi berbeda, begitu juga cara penyajiannya. Yuk, kenalan dengan beberapa daerah yang menyajikan kopi dengan cara unik!

1. Kopi Kawa Daun, Bukit Tinggi

Foto: sidomi.com

Salah satu yang membuat kopi kawa unik bukan lah kopinya, melainkan daun kopi yang disangrai, ditumbuk, lalu diseduh. Bukan hanya itu, kopi khas Sumatera Barat, Bukit Tinggi ini juga diseduh menggunakan batok kelapa sebagai cangkir.

2. Kopi Rarobang, Ambon

Foto: backpackerjakarta.com

Kopi Rarobang adalah minuman yang berasal dari Ambon. Meski tidak termasuk daerah produsen kopi, tapi minuman satu ini sudah menjadi ikon di Ambon. Kopi ini dicampur rempah-rempah seperti jahe, cengkeh, gula tebu, irisan kacang kenari, dan madu. Kopi ini mudah ditemukan di warung-warung kopi dengan harga sekitar Rp 15 ribu.

3. Kopi Joss, Yogyakarta

Foto: wisatapedi.com

Untuk kopi yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi. Kopi asal Yogyakarta ini begitu unik, karena ada sebongkah arang panas yang dimasukkan ke kopi. Nah, karena itu dinamakan kopi joss, terdengar seperti suara arang yang terkena kopi.

4. Kopi Khop, Aceh

Foto: jadiberita.com

Jika biasanya alas gelas berada di bawah, tapi justru kopi khop khas Aceh di sajikan dengan cara terbalik. Penasaran cara minumnya?

Biasanya kopi akan merembes ke luar secara perlahan dan kalian bisa menyeruputnya melalui piring kecil yang menjadi alasnya. Biasanya ada sedotan yang diselipkan lewat bibir gelas, supaya kopinya tumpah keluar dan kalian tinggal meniupnya.

5. Kopi Sanger, Aceh

Foto: jawapos.com

Bukan cuma kopi khop, Aceh masih punya satu lagi jenis kopi susu yang disajikan dengan cara unik, yakni kopi sanger. Kopi ini biasanya hanya dibuat oleh seorang joki, yaitu istilah untuk seorang pintar menarik kopi. Proses peracikannya dengan cara ditarik setelah kopi diseduh dan disaring dengan alat khusus. Sekilas pasti kamu teringat dengan racikan Thai tea.

6. Kopi Takar, Mandailing

Foto: lifestyle.okezone.com

Sebelum ada gerakan go strawless, orang Mandailing, Sumatera Utara sudah menerapkan hal itu sejak lama. Kopi takar ini sangat unik karena selain disajikan dalam cangkir batok kelapa, ada kayu manis yang juga berfungsi seperti sedotan. Aroma kayu manis, kopi dan gula arena berpadu menjadi aroma yang khas.

7. Kopi Durian, Lampung

Foto: foodlampung.com

Minuman ini bisa dibilang doubel combo buat si pecinta kopi dan durian. Kopi khas Lampung ini diracik menggunakan biji kopi jenis robusta dan daging buah durian yang manis. Sensasi campuran dari keduanya dijamin bikin kalian nagih. Tapi, buat kamu yang punya penyakit lambung wajib hati-hati, kareba bisa membuat asam lambung naik, sedangkan durian menimbulkan gas.

8. Kopi Kasar, Gresik

Foto: jabar.idntimes.com

Kopi khas Gresik ini tidak digiling halus, melainkan ditumbuk kasar. Saat diseduh, serbuk kopi akan naik ke permukaan dan biasanya ada tambahan creamer di atasnya. Biasanya kamu perlu mengetok bagian tengah cangkir dengan sendok agar creamer turun ke bawah dan tidak liberal saat diaduk. Setelahnya, kamu bisa mengaduk kopi seperti biasa, lalu menyeruputnya. Sejumlah warung kopi juga menyertai tempat membuang ampasnya supaya tidak ikut terminum.

9. Kopi Klothok, Cepu

Foto: lintaskopi.com

Kopi Klothok ini berasal dari Cepu, Jawa Tengah, tetapi ada juga yang menyebut kalau kopi ini asalnya dari Yogyakarta. Uniknya kopi ini bukan diseduh dengan air panas, melainkan airnya direbus bersama kopi dan gula.

10. Kopi Ijo, Tulungagung

Foto: liputan6.com

Kamu pasti membayangkan warna kopinya hijau? Kopi Ijo atau kopi hijau asal Tulungagung, Jawa Timur ini hanya berwarna lebih pucat dibanding kopi pada umumnya. Biji kopi disangkai dengan wadah dari tanah liat dan dibakar di atas tungku kayu bakar, bukan kompor gas. Proses ini yang membuat warna, aroma, dan rasanya sangat khas.

11. Kopi Talua, Minang

Foto: rasakopi.com

Busa yang ada di permukaan kopi bukan lah milk foam, melainkan terbuat dari kuning telur yang dikocok dengan susu kental manis dan bubuk kayu manis. Setelah mengembang, barulah dituang air seduhan kopi sambil terus dikocok. Seduhan kopi panas akan membuat kuning telur matang dan menghasilkan buih-buih lembut di atasnya. Jangan khawatir rasanya tidak akan amis, justru busa itu terasa lembut dan creamy.

Nah, Guys, kamu pernah nyobain yang mana? Percaya ‘kan kalau Indonesia memang penuh dengan keragaman budayanya? Dari segi penyajian kopi saja sudah cukup banyak ragamnya. Semoga bermanfaat.