Hai, Takaiters!

Sebentar lagi sudah memasuki bulan Ramadan. Tahu apa yang bakalan terjadi? Yup, biasanya pada bulan Ramadan akan terjadi lonjakan harga barang-barang. Wah, ini pasti bisa mempengaruhi kondisi kesehatan dompet kita. Bisa-bisa terancam penyakit kronis bernama bokek. So, sudah saatnya menambah penghasilan dengan mengubah hobi jadi bisnis.

Hobi adalah kegiatan yang dengan tekun akan kita geluti berdasarkan minat dan passion. Hobi travelling, menulis, membuat kerajinan tangan, ataupun hobi memasak, kesemuanya dapat kita ubah menjadi sebuah bisnis. Tentunya Takaiters sangat memahami seluk beluk hobi yang digeluti. Ini adalah satu keunggulan, dibandingkan jika memulai suatu bisnis yang belum dipahami betul. Selain itu, rasa senang saat menjalani hobi, akan membuat lebih tangguh dalam menghadapi kendala saat mengubahnya menjadi bisnis.

Nah, Takaiters, tertarik menambah penghasilan dengan mengubah hobi jadi bisnis? Yuk, simak 5 hal yang perlu diakukan!

1. Disiplin Waktu

Foto: pexel.com

Walaupun sekadar sebuah hobi, jika ingin mengubahnya jadi bisnis, tentunya harus disiplin dalam hal waktu. Sebab salah satu kunci sukses sebuah bisnis adalah ketepatan waktu.

Ambil contoh jika Takaiters punya hobi membuat kue, lalu mencoba berbisnis kue. Apa jadinya jika tidak disiplin waktu? Bisa jadi pesanan selalu dikirimkan terlambat. Tentunya lama kelamaan bisnis itu akan mati akibat kehilangan kepercayaan pelanggan.

2. Disiplin Keuangan

Foto: pexel.com

Selain disiplin waktu, disiplin keuangan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kelemahan pebisnis pemula adalah menganggap pemasukan sebagai uang pribadi. Jika ini diteruskan, lama kelamaan bisnis akan menjadi mandek akibat kehabisan modal.

Nah, yang penting dilakukan adalah membedakan antara uang pribadi dengan uang bisnis. Selain itu, melakukan pencatatan juga perlu, lo. So, walaupun dalam bentuk yang sederhana, pencatatan keuangan penting. Catatan keuangan nantinya berguna untuk mengecek perkembangan bisnismu.

3. Selalu Upgrade Kemampuan

Foto: pexel.com

Walaupun sudah merasa sangat ahli dalam hobi yang digeluti, tetapi perkembangan itu pasti akan selalu ada. Perhatikan perkembangan dan perubahan di sekeliling agar mampu membuat penyesuaian untuk peningkatan bisnis. Jangan ragu untuk mempelajari sepak terjang kompetitor. Lakukan metode ATM (Amati Tiru Modifikasi). Awas, malas berkembang hanya akan membuatmu jadi follower yang akhirnya mati gaya akibat ketinggalan zaman.

Selain itu, melakukan inovasi juga akan membuat bisnis yang dirintis selalu fresh dan menjadi pilihan utama pelanggan.

4. Lakukan Branding

Foto: pexel.com

Awalnya, Takaiters bisa memajang foto-foto saat melakukan hobi. Misalnya hobi travelling. Unggah foto-foto saat berkunjung ke suatu wilayah. Jangan lupa sertakan caption yang menunjukkan bahwa kamu paham betul seluk beluk wilayah tersebut. Nah, jika branding dirimu sudah terbentuk, Kamu bisa menawarkan jasa terkait hobimu itu. Misalnya, jasa sebagai tour guide. Kamu juga bisa menjadi content writer spesialis artikel travelling.

Jangan lupa, branding diri penting agar orang tahu ini bukan sekadar hobi untuk bersenang-senang. Tunjukkan bahwa Takaiters sedang melakukan sebuah bisnis dengan serius.

5. Bangun Jaringan

Foto: unsplash.com

Manfaatkan perkembangan teknologi untuk terhubung dengan orang-orang yang berkaitan dengan bisnismu. Jalin pertemanan di media sosial dengan orang-orang yang menjadi target marketmu.

Media sosial sangat efektif untuk membangun jaringan bisnis sekaligus memperkuat branding. Jadi, saat memutuskan memulai bisnis dari hobi, mulailah memposting hal-hal positif di timeline media sosialmu. Hindari melakukan ujaran kebencian di timelinemu. So, karena semua Friendlistmu adalah calon pelanggan, buatlah mereka merasa nyaman berteman denganmu di media sosial.

Takaiters, 5 hal itulah yang perlu Takaiters lakukan saat akan mengubah hobi jadi bisnis. Lakukan dengan konsisten. Jadilah pebisnis tangguh yang siap menghadapi setiap kendala. Have fun, ya. Bukankah bisnismu itu sesungguhnya adalah hobimu?  So, tetaplah bergembira, tetaplah semangat!