Hai, Takaiters!

Tak terasa kita akan memasuki bulan Ramadhan ya, Guys. Bulan di mana umat muslim berpuasa selama 30 hari penuh yang ditutup dengan Hari Raya Idulfitri. Ramadan di Indonesia nggak pernah sepi, nih, Takaiters. Berbagai kegiatan mengiringi Ramadan sehingga bulan puasa terasa lebih semarak.

Beragam aktivitas untuk mengisi bulan puasa bisa jadi berbeda bagi setiap orang. Tetapi, ada beberapa kegiatan yang seakan-akan menjadi tradisi khas bagi sebagian besar masyarakat, khususnya di Indonesia. Contohnya, patrol sahur, ngabuburit, salat tarawih, bahkan tadarus Quran. Pastinya kegiatan ini bikin Ramadan di Indonesia menjadi lebih berwarna. Yuk, kita kulik satu-persatu, Guys!

Patrol Sahur

Foto: nu.or.id

Sahur… Sahur, Sahur… Sahur

Itulah sekelumit nyanyian sahur yang khas banget dan sudah kamu hapal, Guys. Generasi muda akan menyanyikannya sambil menabuh alat yang berbunyi nyaring seperti kentongan dan alat musik lain. Kegiatan ini dinamakan patrol sahur, Takaiters.

Patrol sahur bertujuan membangunkan dan mengingatkan masyarakat setempat agar bangun untuk makan sahur. Tradisi patrol yang sempat menghilang ini, sekarang jadi lebih semarak dengan diadakannya festival patrol di berbagai kota, lho.

Ngabuburit

Foto: unycommunity.com

Siapa yang nggak pernah ngabuburit? Kegiatan jalan-jalan sore sambil menunggu waktu berbuka ini memang mengasyikkan, ya? Jalan-jalan menikmati pemandangan sore adalah hal lumrah. Biar lebih seru, ngabuburit bisa dilakukan bareng keluarga ataupun teman-teman. Terkadang, ngabuburit juga diselingi dengan berbuka puasa bersama di tempat makan yang disepakati.

Berburu Kuliner dan Aneka Menu Takjil di Pedagang Dadakan

Foto: majalah.co.id

Bulan Ramadan terasa ramai dengan aneka takjil yang dijajakan para pedagang kaki lima yang mendadak berderet di pinggir jalan. Tak hanya jajanan, aneka masakan beserta lauknya siap menggoyang lidah.

Dengan harga yang pas di kantong, praktis, dan bervariasi, bikin kamu ingin mencicipi dan berburu berbagai makanan yang tersaji. Tak pelak, jalan yang biasanya lengang, menjadi ramai dengan adanya kegiatan yang muncul sekali dalam setahun ini.

Pilihan Editor



Tarawih

Foto: cyberdakwah.com

Salat tarawih hanya dilakukan saat bulan puasa. Salat tarawih ada yang berjumlah 8 rakaat ada pula yang melaksanakan 20 rakaat. Salat tarawih biasanya dilanjutkan dengan salat witir. Salat tarawih terasa lebih seru karena pelaksanaannya dilakukan bersama-sama di surau atau masjid terdekat.

Berbagai kalangan umur mengikuti tarawih berjamaah, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Semangat ibadah seakan membara saat dilakukan secara kompak dan bersama-sama, seperti kegiatan salat tarawih bersama ini.

Tadarus

Foto: tribunnews.com

Tadarus Quran dapat dilakukan saat sore atau selesai salat tarawih agar lebih khusyuk. Lantunan ayat-ayat Alquran akan terdengar bersahut-sahutan dari pengeras suara yang dipasang dari masjid atau musala. Hmm … suasana inilah yang kadang bikin kangen, ya, Takaiters. Mendengarkan lantunan ayat suci Alquran yang berkumandang bersahut-sahutan membuat Ramadan bertambah istimewa.

Bermain Kembang Api dan Petasan

Foto: pedomanbengkulu.com

Entah kapan awalnya kembang api jadi musim di bulan Ramadan. Biasanya masyarakat menyulut kembang api di malam hari saat mendekati hari raya tiba. Bukan hanya kembang api, petasan pun bermunculan. Hayo ngaku, siapa yang pernah dilempar petasan waktu kecil?

Petasan seakan merakyat dan mewabah di bulan puasa, Takaiters. Padahal sebenarnya, penggunaan dalam jumlah besar  sanagt dilarang karena berbahaya. Tapi banyak anak dan kaum muda tetap menyalakan petasan, apalagi saat ramadan tiba. Mungkin karena petasan dan kembang api dianggap mainan yang menyenangkan. Kamu perlu hati-hati saat bermain petasan, ya, Takaiters.

Itulah beberapa tradisi yang identik dengan bulan Ramadan yang jarang ditemukan pada bulan lainnya. Mana di antaranya yang paling kamu kangenin? Seseruan saat Ramadan emang mengasikkan, ya, Takaiters. Tapi, jangan lupa, prioritas ibadah tetap nomor satu, ya. Bulan Ramadan adalah saat yang tepat untuk introspeksi diri dan mendekatkan diri pada Sang Kuasa. Semoga kita dilimpahkan kesehatan dalam menyambut Ramadan tahun ini.