Hallo, Takaiters!

Bulan Ramadan sudah semakin dekat, ya, Guys. Semarang sebagai ibu kota propinsi Jawa Tengah memiliki tradisi unik setiap menjelang bulan puasa, lho! Tradisi ini selalu dilakukan setiap tahun dari zaman dahulu hingga sekarang. Bahkan hampir seluruh masyarakat Semarang ikut serta merayakan tradisi ini dengan suka cita. Kalau kamu ingin ikut menikmati keramaian tradisi menjelang puasa yang unik bisa datang ke Semarang, Guys.

Penasaran dengan tradisi menjelang bulan puasa di Semarang? Kita simak, yuk!

1. Tradisi Dugderan

Dugderan (Foto: seputarsemarang.com)

Dugderan merupakan pasar rakyat yang diadakan sepekan menjelang bulan Ramadan. Biasanya dugderan digelar di dekat Masjid Kauman sekitar Pasar Johar. Dugderan sendiri berasal dari kata “dug” yang artinya bedug dan “der” yang artinya kembang api. Acara pasar rakyat dugderan ini sudah ada sejak zaman kolonial, lho, Guys! Tidak hanya pasar rakyat yang sebagian besar menjual gerabah tetapi juga ada wahana permainan rakyat. Asyik, ya!

Pilihan Editor



2. Tradisi Mengarak Warak Ngendog

Warak Ngendog (Foto: jateng.tribunnews.com)

 

Sehari sebelum bulan puasa akan diadakan tradisi mengarak warak ngendog yang menjadi simbol perpaduan budaya di Semarang. Warak ngendog berupa binatang kepala naga berbadan unta dengan sisik emas dan berkaki kambing. Biasanya sisik emas disimbolkan dengan hiasan kertas warna-warni. Kepala naga menyimbolkan etnis Tionghoa, badan unta menyimbolkan etnis Arab dan kaki kambing menyimbolkan etnis Jawa. Warak ngendog diarak bersama dengan karnaval dan ditonton oleh masyarakat sepanjang jalan yang dilewatinya. Ramai banget, lho, Guys!

3. Tradisi Nyadran

Nyadran (Foto: ahlussunah-wal-jamaah.blogspot.co.id)

Nyadran merupakan tradisi mengunjungi dan mendoakan di makam leluhur. Tradisi nyadran ini sudah dilakukan sebelum penyebaran Islam di Jawa oleh Walisongo. Biasanya sekitar 2 minggu sebelum memasuki bulan puasa masyarakat akan mendatangi makam orang tua atau keluarganya yang telah meninggal. Tujuannya adalah untuk mengingat adanya kematian. Di saat ini makam akan sangat ramai, Guys.

Nah, itulah tiga tradisi sebelum memasuki bulan Ramadan di Semarang yang masih tetap dilestarikan hingga saat ini. Tradisi menjelang bulan puasa di kotamu apa sahabat Takaitu?