Hai, Takaiters!

Wabah virus corona (COVID-19) yang sudah merebak selama lima bulan terakhir telah mengakibatkan banyak orang yang jatuh sakit dan meninggal dunia. Kebijakan pemerintah untuk membatasi ruang gerak dan melakukan isolasi diri, membuat mata rantai perekonomian menjadi terganggu.

Terganggunya aktivitas perekonomian mengakibatkan kinerja beberapa perusahaan juga mengalami gangguan. Gelombang pemutusan hubungan kerja atau yang kita kenal dengan istilah PHK, mulai masif.

Tidak hanya itu, para pelaku bisnis lokal pun mengalami penurunan omset secara drastis hingga terpaksa harus gulung tikar dan merumahkan pekerjanya guna menekan biaya. Tidak bisa dimungkiri, hal inilah yang menyebabkan pemasukkan menjadi berkurang dan mempengaruhi kondisi keuangan. Terlebih lagi, kita semua belum tahu kapan pandemi ini akan berlalu.

Mungkin kamu berpikir akan dapat menghemat pengeluaran saat beraktivitas di rumah saja. Jangan salah! Terkadang, kondisi inilah yang membuat pengeluaran makin membesar. Contohnya saja, saat kamu doyan jajan dan tergoda belanja online. Ada kebutuhan lain di luar kebutuhan pokok bulanan yang mesti kamu anggarkan, seperti kebutuhan akan hand sanitizer atau masker. Belum lagi, pengeluaran listrik dan komunikasi yang tiba-tiba membengkak.

Untuk menyiasati agar kondisi keuangan tetap sehat selama pandemi COVID-19, simaklah beberapa tips praktis dalam mengelola keuangan keluarga.

1. Hitung dan Evaluasi Pengeluaran

Sumber foto: pixabay.com

Apabila tidak cermat dalam mengelola keuangan, maka pengeluaran saat stay at home akan membuatmu lebih boros. Dari sinilah, evaluasi pengeluaran sangat diperlukan. Buatlah skala prioritas! Tentukan kebutuhan mana saja yang harus diutamakan, dihilangkan, dan dikurangi, kemudian temukan solusi kreatif untuk pengeluaran opsional lainnya.

2. Tahan Diri Belanja Online

Sumber foto: pixabay.com

Akhir-akhir ini, banyak marketplace yang menawarkan potongan harga dan cash back saat berbelanja online. Oleh karena itu, waspadai godaan belanja online yang berlebihan! Gunakan waktu luangmu untuk mencari penawaran, diskon spesial, serta membandingkan harga untuk kebutuhan pokok agar meminimalisir pengeluaran.

3. Belanja Kebutuhan Secukupnya

Sumber foto: pixabay.com

Berpikirlah secara logis terkait masalah keuangan. Dengan adanya aturan social distancing bisa mendorong untuk melakukan aksi memborong belanjaan atau panic buying. Tanpa disadari, mungkin kamu juga melakukan konsumsi yang tidak diperlukan. Bahkan, melebihi jatah ‘jajan’ dari hari biasa.

Oleh karena itu, kamu dapat memilah-milah kebutuhan keluarga dengan saksama. Ingat, jangan menimbun barang secara berlebihan atau berbelanja barang-barang yang tidak diperlukan!

4. Negosiasi Pinjaman

Sumber foto: pixabay.com

Cek pemberi pinjaman KPR, KTA, atau lainnya. Apakah ada penurunan bunga atau relaksasi cicilan. Dalam keadaan darurat, kamu dapat menggunakan kartu kredit dengan bijak. Setiap kali kamu menggunakan kartu kredit, itu akan menjadi utang yang harus dibayar di kemudian hari. Oleh karena itu, kamu harus mempertimbangkan secara matang sebelum melakukan pembayaran dengan kartu kredit.

5. Antisipasi Situasi Tak Terduga

Sumber foto: pixabay.com

Berjaga-jagalah dengan menyediakan uang cash dan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga.

Semoga tips-tips tersebut bisa membantumu dalam menghadapi krisis selama pandemi. Jadilah seseorang yang bijak dan berhati-hati dalam membelanjakan uang. Bukan pelit, tetapi menimbang dengan matang. Tetap berpikir positif, logis, optimis, dan jaga kesehatanmu, ya, Takaiters!