Halo, Takaiters!

Aristoteles sebagai perintis ilmu politik menyebutkan bahwa politik adalah ilmu yang paling tinggi kedudukannya dibandingkan ilmu lainnya karena digunakan untuk tujuan akhir menyelenggarakan kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang sehat.

Saat ini, perkembangan politik di Indonesia cukup banyak didominasi kaum muda, apakah karena ikut-ikutan, dipaksa orang tua, dalam rangka mencari pekerjaan atau memang memiliki niat baik memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Fenomena ini cukup menggembirakan, Guys, karena itu berarti kaum muda tidak berlepas tangan terhadap perkembangan politik negara.

Jika kamu juga tertarik untuk terjun ke dunia politik, kamu harus mempersiapkan diri sebaik mungkin sehingga karir politikmu bertahan lama.

Pengetahuan Politik dan Tata Negara

Foto: pexels.com

Sebelum kamu terjun ke dunia politik kamu harus memiliki pengetahuan mengenai poltik dan ketatanegaraan, Guys. Baik politik sebagai proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan khususnya dalam negara maupun politik sebagai seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Dalam konteks memahami politik kamu harus memahami kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan seluk beluk partai politik. Selain itu, seorang politikus yang memahami ilmu tata negara sebagai seperangkat prinsip dasar yang mencakup peraturan susunan pemerintah, bentuk negara, dan berbagai hal yang menjadi dasar pengaturan suatu negara pasti lebih disukai oleh masyarakat karena ada kepercayaan negara akan dikelola oleh seorang yang ahli didalamnya.

Political Will

Foto: vox.com

Politikus sejati seharusnya memhami political will, yaitu kemauan politik dari pemerintah atau para pengambil kebijakan untuk membuat hidup orang banyak menjadi lebih baik. Hal ini sangat penting dimiliki politikus yang berada di jalur legislatif maupun eksekutif karena political will berpengaruh signifikan terhadap masyarakat banyak.

Political will sering digaungkan ketika seorang pejabat publik menyampaikan program-programnya. Namun, harus diingat bahwa political will harus selalu diikuti dengan political action, Guys, karena sebuah kemauan politik yang tidak dibuktikan lewat tindakan politik, identik saja dengan sayur asam tanpa garam. Rasanya hambar dan ketika dimakan tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan sebelumnya.

Jaringan dan Basis Pendukung.

Foto: pexels.com

Indonesia adalah salah satu negara yang menggunakan sistem partai dalam urusan politiknya. Partai politik sebagai organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan umum pasti mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama untuk seluruh anggotanya.

Kumpulan orang-orang yang se-asas, sehaluan, setujuan di bidang politik inilah yang akan membuatmu memiliki jaringan dan basis pendukung di dunia politik. Kamu tidak bisa tiba-tiba menduduki sebuah jabatan tanpa melalui proses panjang yang dinamakan kaderisasi. Ibarat produk, orang harus mengenal siapa kamu dan apa kelebihanmu dibandingkan orang lain.

Idealisme dan Integritas

Foto: pexels.com

Seorang politikus juga harus memiliki idealisme dan integritas, Guys. Idealisme akan memberikan keyakinan bahwa nilai-nilai ideal bisa terwujud di dunia ini sehingga  tidak mau menyerah pada nilai-nilai buruk. Orang yang mempunyai integritas biasanya punya idealisme tinggi  karena integritaslah yang melahirkan pribadi jujur dan berkarakter kuat.

Integritas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi, dan berbagai hal yang dihasilkan.

Realistis dan Moderat

Foto: pexels.com

Dalam kancah dunia politik, seseorang akan selalu dihadapkan pada realita politik ekstrim. Realistis membuat seorang politikus tidak harus selalu berpegang terhadap prinsip dasar, misalnya karena politik itu sangat tidak stabil, menang dan kalah dalam sekejap mata, maka seorang politikus harus siap menerima kenyataan tersebut.

Realistis tentu berbeda dengan idealis yang berarti prinsip atau ideologi seseorang yang sangat berpengaruh dalam setiap sisi kehidupan.  Bersikap moderat mengharuskan seorang plotikus menghindari perilaku atau pengungkapan yang ekstrem dan  berkecenderungan ke arah dimensi atau jalan tengah. Seorang politikus harus pandai menyikapi dinamika politik dengan logis Guys, mesti kenyataan pahit sekalipun yang harus dihadapi.

Kemapanan Financial

Foto: pexels.com

Politik sebagaimana bertujuan mulia untuk menyelenggarakan kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang sehat, sehingga  tidak seharusnya dikotori dengan kepentingan pribadi para politikus dalam memupuk kekayaan. Sebelum terjun ke dunia politik, seseorang harus mampu secara financial dan mandiri dari segi ekonomi.

Hidup mandiri dulu sebelum mencari jabatan politis karena jabatan politis tidak seharusnya dipergunakan untuk mencari nafkah. Dunia politik  adalah dunia pengabdian, karena politik mengharuskan kamu mengurus hajat hidup orang banyak, menyelesaikan permasalahan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan permasalahan masyarakat lainnya. Logikanya, bagaimana kamu mampu mengurus orang lain, jika mengurus diri sendiri saja kamu tidak mampu?

Nah, Takaiters, jika kamu berminat terjun ke dunia politik, pahami bahwa kamu akan menjadi seseorang yang menjadi tumpuan harapan masyarakat. Jika pengetahuan, empati, dan kemampuan financialmu belum  membuatmu percaya diri, maka pantaskan dirimu terlebih dahulu dengan banyak belajar dan berusaha.