Hallo, Takaiters!

Mendengar kata resepsi pernikahan, selain sepasang pengantin yang berbahagia pasti kita terbayang dengan hidangan yang menggugah selera. Ada dua jenis penyajian hidangan dalam resepsi yang menggunakan adat Solo, yaitu dengan prasmanan dan penyajian dalam piring yang dihantarkan oleh para pramusaji.

Dalam model prasmanan tamu dapat mengambil makanan sendiri sesuai dengan yang diinginkan. Sedang dalam model piring, para tamu cukup duduk di kursi dan pramusaji akan mengantar makanan ke masing-masing tempat duduk.

Hidangan yang biasa disajikan dalam model piring pertama adalah makanan kecil dan air minum yang berupa teh manis atau air mineral kemasan. Kemudian sop manten, nasi dengan lauk berupa sambal goreng, daging, kerupuk dan dilengkapi acar. Hidangan terakhir sebagai penutup biasanya es krim atau es buah.

Berikut yang harus kamu ketahui tentang sop manten, Takaiters!

  1. Menu yang sangat sederhana

tentang sop manten solo
Foto: fabulacitta.wordpress.com

Meski merupakan salah satu hidangan dalam resepsi pernikahan, sop manten merupakan makanan yang sangat sederhana. Satu mangkok berisi daging ayam yang dipotong atau disuir kecil memanjang. Beberapa potong kecil kapri, sedikit jamur dan sedikit kuah yang ditaburi dengan bawang goreng.

  1. Cara memasak

Tentang isi sop manten
Foto: liputan6.com

Cara membuat sop manten mudah namun rasanya sangat enak dan khas. Kunci dari rasanya terletak pada kaldu dan bumbu yang ditumis sebelum dimasukkan ke dalam kuah. Bumbu untuk membuat kuahnya adalah lada, bawang putih, bawang bombay, penyedap rasa, dan garam. Semua bumbu dihaluskan kemudian ditumis sampai harum baru dimasukkan ke dalam kuah yang telah diberi kaldu ayam.

Sedangkan isi sop manten masing-masing direbus secara terpisah, baru ketika akan disajikan dimasukkan ke dalam mangkok, kemudian ditambah dengan kuah yang sudah dimasak. Sop manten sangat enak dinikmati ketika masih hangat.

  1. Makna sop manten

Tentang sop manten di adat solo
Foto: weddingku.com

Makna filosofi dari sop manten sangat banyak. Sop yang disajikan dalam jumlah sedikit dengan daging yang disuir kecil menunjukkan kesederhanaan dan kebersahajaan. Ini mengandung arti pengantin ketika mengaruhi hidup berumah tangga harus selalu sederhana dan menghindari sikap hidup secara boros.

Aneka bahan yang baru disatukan ketika akan disajikan selain untuk menjaga rasa makanan juga menunjukkan bahwa dalam berumah tangga akan terjadi percampuran beberapa pemikiran yang berbeda menjadi satu. Berumah tangga bukan hanya menyatukan dua hati pasangan penganti tetapi juga menyatukan dua keluarga yang berasal dari latar belakang yang berbeda.

Meski sebelumnya berbeda namun ketika bersatu dan saling melengkapi akan dapat menjadi sebuah keluarga yang bahagia. Hal ini dilambangkan dengan lezatnya rasa sop manten yang disajikan.

Penyajian dalam wadah berupa mangkok terkait dengan falsafah Jawa “pager mangkok luwih kokoh tinimbang pager tembok” yang dalam Bahasa Indonesia berarti “pagar mangkok lebih kuat dari pada pagar tembok”. Makna dari falsafah ini adalah bahwa makanan yang kita berikan kepada tetangga dapat memagari atau menyatukan kita dengan tetangga, jauh lebih kuat dibanding dengan pagar yang dibuat dari tembok.

Begitu banyak makna tersirat dari prosesi dalam resepsi pernikahan adat Solo. Bukan hanya sekedar makanan, tentang sop manten menu sederhana yang wajib ada di resepsi pernikahan adat Solo ternyata banyak mengandung makna. Semoga pengantin dan tamu undangan yang hadir dapat meneladani makna dari makanan yang sangat lezat tersebut.