Tanda-tanda Kamu Mengalami Burnout, Istirahat Dulu Deh!

Hai, Takaiters!

Pernahkan kamu merasa sangat lelah namun tetap memaksa melakukan kegiatan atau pekerjaan tertentu? Jangan dipaksa rebahan saja dulu nggak apa-apa.

Memaksakan sesuatu namun sebenarnya kondisi tubuh menolak, bisa menyebabkan burnout. Burnout bisa dikatakan sebagai stres berkepanjangan akibat tekanan hidup.

Tekanan itu bisa apa saja entah karena kondisi kesehatan mungkin kamu terlalu sering menyimak berita tentang Covid-19 akhirnya jadi stres, masalah keluarga, pekerjaan, tidak adanya kepastian hidup, tugas sekolah, dan sebagainya.

Orang yang mengalami burnout seringkali merasa kelelahan luar biasa bahkan tak berdaya menjalani hidup. Berikut beberapa tanda-tanda kamu mengalami burnout. Simak ya!

1. Sering Sakit Kepala

tanda-tanda kamu mengalami burnout
Foto: Pexels.com

Seperti yang dikatakan sebelumnya, penyebab seseorang mengalami burnout itu bermacam-macam. Utamanya dalam hal pekerjaan, kondisi ini lebih sering terjadi. Burnout ini sering dialami oleh seseorang yang terlalu memaksa untuk terus bekerja. Atau rasa stres akibat kerja kerasnya kurang dihargai atau mendapat hasil maksimal.

Ketika kamu memaksa dan terus kepikiran pekerjaan padahal tubuh butuh istirahat, alih-alih semua tugas terselesaikan dengan baik kamu malah akan sakit kepala. Pasalnya ketika terlalu banyak berfikir, tubuh akan memberikan respon berupa rasa sakit.

2. Tidak Ada Motivasi dalam Menjalani Hidup

 tanda tanda burnout
Foto: Pexels.com

Kehilangan motivasi pasti pernah dialami kebanyakan orang ketika menjalani pekerjaan tertentu. Namun jika ini terjadi berkepanjangan bisa menyebabkan burnout lho.

Burnout tentu bukan kondisi yang bisa diremehkan karena bisa berdampak serius. Ketika kamu merasa sangat lelah dengan tuntutan kehidupan, atau pekerjaan yang sedang dijalani maka akan sering membenci keadaan tersebut.

Misalnya ketika sudah malas bekerja, kamu mungkin akan menghindari tugas atau proyek tertentu yang diberikan atasan. Hal ini karena kamu memang sudah tak memiliki motivasi dalam pekerjaan itu.

Hilangnya motivasi ini juga bisa berdampak pada kehidupan pribadi, misalnya menjadi malas untuk bersosialasi dan kumpul dengan keluarga. So, berikan waktu sejenak untuk tubuh istirahat jika merasa burnout ya.

3. Tubuh Menjadi Mudah Sakit

Foto: Pexels.com

Pada kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, burnout mungkin lebih sering dialami oleh sebagaian besar orang. Bagaimana tidak? Perubahan pola hidup yang tiba-tiba menyebabkan mereka harus beradaptasi secara cepat dengan keadaan.

Misalnya ketika WFH, mungkin kamu harus mengerjakan tugas menumpuk, atau bahkan harus banyak mengikuti meeting virtual. Sama halnya dengan pelajar, mereka juga harus mengerjakan banyak tugas saat belajar daring dari rumah.

Pada situasi seperti ini, kondisi perekonomian pun turut terdampak sehingga menimbulkan kecemasan. Belum lagi saat mendengar atau membaca informasi mengenai Covid-19 malah tambah overthinking.

Tahukah kamu? Terlalu memikirkan kondisi ini bisa menyebabkan burnout yang berakibat pada menurunya kondisi kesehatan. Kamu yang burnout akan lebih terserang penyakit lho, jadi jangan diremehkan.

Bagaimana cara mencegahnya? Syukuri saja apa yang ada dan jadilah lebih sabar. Kerjakan semampunya tanpa dipaksakan. Kamu tak perlu berekspektasi berlebihan dan membandingkan hidupmu dengan orang lain.

4. Sering Marah-marah

Foto: sehatku.com

Orang yang sedang mengalami burnout, biasanya juga akan mudah marah-marah. Hal ini terjadi ya karena rasa lelah akibat tuntutan pekerjaan, kondisi ekonomi, atau kepanikan akibat kondisi tertentu.

Dalam kondisi ini, kamu mungkin akan gampang bereaksi berlebihan pada rekan kerja, sahabat atau bahkan keluarga tanpa alasan yang jelas.

Kalau sudah seperti ini yang repot bukan kamu sendiri namun juga orang lain. Mereka yang tidak salah ikut terkena dampak karena kondisimu. Jadi, burnout ini sangat berpengaruh buruk ya.

Itulah diatas tanda-tanda kamu mengalami burnout. Ketika mengalami kondisi seperti ini, lebih baik kamu istirahat dan tenangkan pikiran lebih dahulu.

Tak perlu memaksakan untuk melakukan semua hal dan menyelesaikannya dengan sempurna. Yang paling penting, lebih pandai-pandailah mengelola stres agar nantinya tidak berefek buruk bagi diri sendiri dan orang lain.