Mungkin kamu tahu dengan tanaman yang satu ini, yaitu Tanaman Pala. Pala yang termasuk jenis rempah-rempah ini biasa digunakan sebagai bumbu dapur. Namun apakah kamu sudah tahu khasiat lain dari tanaman pala ini? Selain sebagai bumbu dapur, ternyata pala memiliki banyak manfaat terutama sebagai bahan pengobatan.

Sebelum kita mengenal lebih dekat dengan tanaman pala ini, mari kita bongkar lagi sedikit sejarah pala atau rempah-rempah yang menjadi incaran bangsa Eropa zaman dahulu.

Asal mula Pala yang merupakan tanaman asli kepulauan Banda, Maluku

tanaman pala asal maluku
Tanaman pala asal maluku (Foto : Getty Images)

Pohon pala adalah salah satu spesies dari genus Myristica.  Pala wangi (Myristica fragrans) adalah spesies paling penting secara komersial yang merupakan tanaman asli di Kepulauan Banda, Maluku. Pala wangi juga tumbuh di Pulau Penang di Malaysia dan Karibia, khususnya di Grenada. Pala ini juga tumbuh di Kerala, sebuah negara bagian di selatan India.

Pilihan Editor

Tanaman pala ini memiliki pohon yang berkayu, rata-rata memiliki tinggi sekitar 10-20 meter. Pohon pala mulai berbuah saat berumur 7-9 tahun dan mencapai produksi maksimal setelah berumur 20 tahun.

Mengenal buah Pala sebagai hasil bumi andalan tanah Maluku

tanaman pala asal maluku
Buah Pala sebagai hasil andalan tanah Maluku (Foto : cnnindonesia.com)

Buah pala memiliki warna hijau agak kekuning-kuningan, berkulit tipis dan berdaging tebal dengan warna daging kuning pucat atau kuning kehijauan. Diameter buah pala bervariasi antara 5-9 cm. Daging buah pala memiliki tekstur yang padat dan agak bergetah yang berbau tajam. Buah pala yang matang di pohon akan lekang terbelah dagingnya sehingga dapat terlihat bijinya.

Sebutan untuk pala sering digunakan untuk penyebutan biji-biji buah pala. Biji buah pala berwarna kecoklatan, berbentuk agak lonjong seperti telur yang panjangnya sekitar 2-3 cm dengan berat rata-rata 5-10 gram. Sedangkan bunga pala (fuli) adalah lapisan lembut berwarna kemerahan yang menyelimuti biji buah pala.

Alasan mengapa bangsa Eropa sangat gigih mengincar rempah-rempah?

tanaman pala asal maluku
Buah Pala merupakan komoditi incaran bangsa Eropa (Foto : wikimedia.com)

Jika saat SD dulu kamu mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial terutama materi Sejarah, pasti kamu tahu bahwa rempah-rempah adalah alasan bangsa Eropa datang ke Indonesia. Rempah-rempah yang tidak tumbuh di Eropa mulai dikenal melalui hubungan orang-orang bangsa Arab dengan bangsa Eropa ketika perang salib pada abad ke 11.

Bangsa Eropa sangat terobsesi dengan segala kemewahan istana-istana Arab mulai dari karpet, tirai, kain sutera, mahligai hingga makanan orang-orang yang dibumbui rempah-rempah khas. Lalu, kenapa bangsa Eropa kala itu sangat gigih menemukan rempah-rempah hingga nekat berlayar demi menuju pulau surganya rempah-rempah?

Ternyata rempah-rempah pada zaman dulu tidak hanya digunakan sebagai bumbu dapur untuk masakan tapi ada kaitannya dengan mitos bahwa aroma rempah berasal dari surga sehingga sering digunakan dalam ritual keagamaan untuk Dewa-Dewi kepercayaan Yunani pada zaman dahulu.

Setelah itu, rempah-rempah berkembang fungsinya menjadi bahan pengawet makanan, parfum hingga alat pembayaran. Kebutuhan akan rempah-rempah tidak terbendung lagi, bangsa Eropa berusaha mencari sumbernya hingga berlabuh di tanah Maluku.

Pada awalnya perdagangan rempah-rempah di Indonesia tentu saja sangat menguntungkan, itu ketika masih dilakukan oleh pedagang India, Arab, dan Tiongkok. Petaka datang ketika bangsa Eropa menguasai sistem perdagangan yang mengawali sejarah penjajahan bangsa ini.

Rempah-rempah Indonesia yang paling dicari bangsa Eropa diantaranya Tanaman Pala, Merica/Lada, Cengkeh, Jahe, Kayu Manis, Adas, Kapulaga, dan Kunyit.

Manfaat Pala dalam berbagai olahan yang memiliki nilai jual yang tinggi

tanaman pala asal maluku
Bunga Pala yang dikenal dengan fuli (Foto : tabloidjubi.com)

Buah pala terdiri dari tiga bagian yang semuanya mempunyai nilai ekonomi tinggi yaitu daging buah pala, biji pala dan bunga pala (fuli). Biji pala paling banyak dimanfaatkan untuk bumbu, bahan baku parfum, kosmetik, dan minyak pala. Fuli juga digunakan sebagai bumbu masak, farfum dan bahan obat. Daging buah pala digunakan untuk membuat bahan manisan buah pala dan sirup buah pala. Beberapa produk tanaman pala lainnya adalah minyak esensial, oleoresin, dan butter pala.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan buah Pala yang dulunya pernah menjadi incaran bangsa-bangsa Eropa karena banyak manfaat yang dimilikinya.