Hai Takaiters!

Bulan Desember hampir habis. Itu tandanya, akhir tahun dan liburan akan segera tiba. Biasanya, untuk mengisi waktu liburan akhir tahun, banyak orang yang memilih untuk mengunjungi tempat wisata yang populer seperti pantai, taman hiburan, museum, hingga situs cagar budaya.

Berbicara mengenai situs cagar budaya, memang tempat tujuan wisata ini sangat layak dimasukan ke dalam daftar destinasi wisata Takaiters akhir tahun nanti.

Bagaimana tidak, selain bisa dijadikan sebagai sarana edukasi bagi sang buah hati, dengan mengunjungi cagar budaya juga, Takaiters akan tahu bahwa Indonesia begitu kaya dengan sejarah dan budaya yang berasal dari latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda.

Cagar budaya apa saja kiranya yang bisa Takaiters kunjungi di akhir tahun nanti? Berikut takaitu.id telah merangkum 5 cagar budaya untuk liburan, Takaiters!

1. Candi Borobudur

cagar budaya untuk liburan
Sumber: Greeners.Co

Cagar budaya pertama yang bisa Takaiters kunjungi adalah Candi Borobudur. Berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, Candi ini terletak kurang lebih 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Borobudur sendiri terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar dengan dinding yang dihiasi sebanyak 2.672 panel relief dan  504 arca Buddha.

Sebagai cagar budaya yang berlatar agama Budha, Borobudur juga kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan. Setiap tiap tahunya, banyak umat Buddha dari berbagai penjuru dunia datang untuk memperingati Trisuci Waisak. Selain itu, dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

2. Kelenteng Sam Poo Khong

Rekomendasi tempat cagar budaya untuk liburan
Sumber: swa.co.id

Kelenteng yang berlokasi di sebelah barat daya Kota Semarang ini dulunya adalah tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He/Cheng Ho.

Kelenteng ini memiliki bentuk yang menyerupai gua batu besar yang berada di sebuah bukit batu. Sehingga, banyak orang yang kini menyebutnya sebagai gedung batu. Kelenteng ini juga hingga sekarang masih dijadikan sebagai tempat sembahyang dan  tempat untuk berziarah. Oleh karenanya, bagi takaiters yang akan berkunjung ke tempat ini tidak perlu aneh ketika di dalamnya banyak diletakkan altar serta patung-patung Sam Po Tay Djien.

3. Gedung Sate

Tempat cagar budaya untuk liburan
Sumber: humas.bandung.go.id

Siapa sih yang tidak tahu Gedung Sate?. Gedung yang berlokasi di Kota Bandung ini setiap harinya nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Selain gedungnya yang monumental, tempat ini juga menyimpan banyak sejarah.

Selain karena monumental dan kaya nilai sejarah, keindahan gedung sate juga tidak bisa dianggap remeh. Di Gedung yang telah berdiri puluhan tahun ini Takaiters bisa menikmati Kota Bandung dari taman yang ada di sekitarnya yang begitu terawat.

Bahkan saking indahnya taman tersebut, banyak pihak yang menjadikanya sebagai lokasi shooting video klip musik baik artis lokal maupun artis nasional, lokasi foto keluarga atau foto diri bahkan foto pasangan pengantin.

4. Benteng Oranje

Sumber: merahputih.com

Sedikit jauh ke timur, Takaiters bisa mengunjungi Benteng Oranje yang teletak di pusat Kota Ternate. Benteng yang berdiri sejak 26 Mei 1607 tadinya merupakan bekas sebuah benteng tua yang dibangun oleh Bangsa Portugis. Selain itu, karena dahulu penguhuni lebih banyak dari Bangsa Melayu, Benteng ini kemudia disebut sebagai Benteng Melayu.

Seiring perkembangan zaman, kini Benteng yang masih berdiri kokoh inipun dijadikan sebagai tempat objek wisata yang banyak dikunjungi oleh para pelancong baik itu dari dalam maupun luar negeri.

5. Masjid Agung Demak

Sumber: POPBELA.Com

Cagar buaya terakhir yang bisa takaiters kunjungi adalah Masjid Agung Demak yang terletak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Masjid ini sendiri dipercaya banyak orang sebagai  tempat berkumpulnya para wali yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo. Pendirinya juga diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.

Di masjid ini, selain Takaiters bisa beribadah dengan khusyu, Takaiters juga dapat melihat hal lain yang sarat akan nilai sejarah dan makna seperti gambar bulus yang terdiri atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus berarti angka 1 (satu).

Itulah 5 Cagar Budaya untuk liburan yang bisa dijadikan sebagai rujukan tempat berwisata Takaiters ketika luburan tahun baru nanti. Kira-kira, dari kelima tempat tersebut, Takaiters akan mengunjungi yang mana?.