Halo para job seeker, apakah sudah mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang kalian harapkan. Jika belum tetap semangat ya untuk berusaha mencari sesuatu yang kalian inginkan, tenang aja usaha tidak akan membohongi hasil, yang terpenting kalian jangan lupa untuk tetap berusaha dan berdoa ya.

Kali ini takaitu.com akan membahas tentang 6 hal yang cuma dirasakan oleh kamu yang bekerja shifting. Dimana kerja shift itu dibagi menjadi 3 shift (8 jam/shift). Lalu apa aja hal-hal tersebut? Yuk langsung di baca aja!

Pekerja shifting tidak harus selalu bangun pagi untuk berangkat kerja

Tidak harus bangun pagi untuk pergi kerja (Foto : pexels.com)

Lah kenapa tidak harus selalu bangun pagi? Tentu sudah jelas jawabannya, karena kan ketika masuk shift 2 atau shift 3 kita bisa bangun lebih siang sehingga tidak membuat kita memaksakan diri untuk bangun pagi.

Terkadang pekerja jarang merasakan macet-macetan di jalan

Macet (Foto : viva.co.id)

Tahu dong ya gimana yang namanya Jakarta, apalagi di saat jam keberangkatan kerja macetnya jangan di tanya, bisa bikin kita kesal sendiri dengan hal tersebut. Belum lagi harus panas-panasan di jalan, dempet-dempetan dan berdiri lama di dalam busway ataupun angkutan umum lainnya.

Tapi semua itu jarang sekali dirasakan ketika kerja shifting, otomatis kita dengan santai berkendara atau berangkat kerja dengan tranportasi yang lebih nyaman. Ya bagaimana kita tidak merasakan kemacetan tersebut kan, ketika orang pulang kita baru mau pergi. ­čśÇ

Libur kerjanya ga harus weekend, tapi weekday mereka juga ada libur loh…

Libur kerja sesuai dengan jadwal yang diberikan (Foto : pexels.com)

Ini juga salah satu keuntungan kerja shifting, kita jadi tidak harus libur sabtu-minggu, yang artinya adalah ketika orang sibuk untuk bekerja kita malah sebaliknya bisa dengan tenang libur di hari biasa. Enak bukan!

Namun, disisi lain saat weekend kita juga dituntut untuk kerja juga sih, semuanya tergantung jadwal yang diberikan atasan masing-masing. Orang asik-asik liburan kita malah kebalikannya. Ngenes banget ya?

Pilihan Editor

Bekerja dengan sistem shifting membuat tidur jadi tidak teratur loh!

Kerja shifting membuat tidur tidak teratur (Foto : tips-cewek.com)

Lah tidur jadi tidak teratur seperti apa, kan sama-sama masih bisa tidur juga. Yap benar sekali, tetapi waktu tidur yang seharusnya seperti orang biasa yaitu waktu malam hari, ini kita malah sebaliknya. Contohnya ketika masuk malam dan pulang pagi, tentu semua ini berbanding terbalik dengan orang yang kerja office hours. Sudah seperti kelelawar saja ya tidur nya di siang hari.

Menguras otak dan tenaga di tengah larut malam

Menguras otak dan tenaga ditengah malam (Foto : zonanetizen.com)

Tentu kita tahu jika kita harus masuk shift 2 dan shift 3 kita akan menguras otak dan tenaga kita untuk bekerja sampai larut malam, yang mana biasanya pada jam itu fokus bekerja sudah mulai berkurang yang disebabkan rasa lelah dan ngantuk. Itulah resikonya shifting, jam istirahat malah di pakai buat bekerja, sungguh kejam ya mencari nafkah itu.

Buat pekerja shifting pasti akrab sama yang namanya kopi

Pekerja shifting akrab yang namanya kopi (Foto : hemaviton.com)

Ketika pekerja shift mendapatkan jadwal kerja malam hari, maka mereka dituntut untuk begadang. Karena jam tersebut merupakan jam tidur, jadinya para pekerja kebanyakan ngantuk, dan untuk mengatasi masalah ini, biasanya para pekerja meminum kopi agar tetap tahan dari ngantuk. Hal ini lama-lama bisa menjadi kebiasaan dan akhirnya kamu jadi akrab sama yang namanya kopi. But, hati-hati ya, sebab kebanyakan minum kopi juga nggak baik buat kesehatan loh!

Itulah 6 hal yang cuma dirasakan oleh pekerja shiftin bisa jadi ada dari kalian yang juga merasakan hal tersebut, apakah kamu pekerja shifting? dan pernah merasakan hal ini juga? Ya gitulah nasib pekerja shifting. Semoga saja bisa menjadi artikel yang bermanfaat dan bisa menjadi pertimbangan bagi kalian semua jika  mendapatkan tawaran bekerja shifting.