Hai Takaiters,

Kamu yang sudah terlalu lama stay at home, mungkin sudah berencana melakukan perjalanan wisata ke suatu tempat. Saat ini pembiayaan perjalanan wisata sangat besar, dari biaya transportasi, penginapan, makan minum hingga belanja oleh-oleh. Karena besarnya biaya yang diperlukan, maka kamu harus merencanakan pembiayaannya sedini mungkin.

Yuk simak tips melakukan perjalanan wisata tanpa beban ini supaya pulang perjalanan kamu tetap bahagia.

1. Menabung

Perjalanan wisata tanpa beban hemat
Foto: lifepal.co.id

Kalo kamu berniat melakukan perjalanan wisata, menabunglah mulai sekarang. Sisihkan penghasilan sekitar 10% sampai dengan 30% untuk ditabung. Besaran tabungan ini tergantung pada destinasi wisata yang kamu pilih Takaiters, jadi kamu harus menghitungnya secara cermat mulai saat ini.

Namun jangan lupa untuk tetap realistis ya, jangan sampai menyisihkan penghasilan untuk melakukan perjalanan wisata malah membuat pos pengeluaran lainnya menjadi tidak seimbang lagi. Jangan terlalu berkhayal melakukan perjalanan wisata yang berbiaya mahal sementara penghasilanmu kecil. Ingatlah bahwa perjalanan wisata bukanlah kebutuhan primer bagi manusia.

2. No Pay Later

Perjalanan wisata keliling indonesia tanpa beban
Foto: viva.co.id

Alokasi pembiayaan perjalanan wisata meliputi tiket transportasi, biaya penginapan, makan 3 kali sehari, biaya pembelian tiket masuk wahana dan biaya pembelian suvenir atau oleh-oleh. Kamu bisa mencari tahu lewat internet mulai sekarang dan buatlah perencanaannya.

Seperti yang Takaiters ketahui, saat ini banyak biro perjalanan menawarkan sistem pay later yang menggiurkan. Tapi jangan terjebak dengan kesenangan di awal Takaiters, karena pulang melakukan perjalanan wisata kamu akan tercekik dengan angsuran yang membebani.

Apapun, menabung akan lebih baik ya, Takaiters. Jika kamu merencanakan melakukan perjalanan wisata bersama teman-teman atau keluarga, ada baiknya merencanakan menabung bersama-sama mulai sekarang.

3. No Impulsif Buying

Rencanakan Perjalanan wisata tanpa beban
Foto: kiplinger.com

Melakukan perjalanan wisata berarti menemukan banyak hal baru termasuk suvenir dan oleh-oleh yang tidak ada di daerah tempat tinggalmu. Hal itu berakibat munculnya impulsif buying yaitu sebuah keputusan tidak terencana untuk membeli produk atau jasa.

Keputusan membeli terjadi secara tiba-tiba dan seketika tanpa memperhitungnya dana yang kamu miliki. Impulsif buying seringkali muncul saat kita memiliki banyak teman dan keluarga yang menunggu oleh-oleh kita Takaiters, sehingga kamu harus bijak menghadapinya.

Untuk menghindari impulsif buying, kamu harus membuat anggaran sederhana saat melakukan perjalanan wisata. Ambil kertas dan tulis pos-pos pengeluaran yang dibutuhkan dan anggarkan uang ke dalam pos-pos tersebut. Disiplinkan diri dan jangan berbelanja melebihi pos anggaran ya Takaiters.

4. Tekanan Peer Group

Foto: bluehorizon.net

Generasi milenial saat ini adalah generasi yang lekat dengan peer group. Setiap orang menjadi bagian dari komunitas yang diliputi kompetisi dan persaingan termasuk dalam melakukan perjalanan wisata. Tidak keren jika belum sampai ke destinasi wisata tertentu. Tidak keren jika belum pernah naik pesawat terbang keluar pulau. Dan tidak keren kalau belum pernah makan di restoran terkenal.

Dan parahnya lagi saat ini setiap orang berlomba-lomba untuk menampilkan segala aktivitasnya di media sosial. Buat kamu yang masuk dalam lingkaran itu, ada baiknya tetap intropeksi diri Takaiters. Apa gunanya dianggap keren jika kondisi keuanganmu amburadul gara-gara melakukan wisata yang sebenarnya tidak terjangkau kantong.

Nah Takaiters, melakukan perjalanan wisata adalah mencari kesenangan dan hiburan supaya pekerjaan atau sekolah kamu menjadi lebih fokus setelahnya. Maka hal terbaik yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan lebih awal. Rencanakan perjalanan wisata tanpa beban dari sekarang ya!