liputan6.com

Stop! Jangan Tanyakan Ini Jika Tidak Ingin Teman Cewek Sedih

Hallo, Takaiters!

Bertemu teman yang sudah lama tidak berjumpa pasti menyenangkan. Kita bisa berbagi cerita, mengobrol dan bernostalgia. Apalagi sesama teman cewek. Obrolan yang asik seringkali membuat kita merasa tidak ada batas. Segala hal bisa ditanyakan. Ada beberapa pertanyaan yang memang sengaja disampaikan untuk mendapat jawaban. Ada juga pertanyaan yang sekedar basa basi.

Tahukah kamu? Beberapa pertanyaan yang kamu ajukan kepada teman cewek ini bisa membuat dia bersedih lho. Apa saja? Kita simak yuk!

1. Kapan nikah

teman cewek
Foto: portalsulut.pikiran-rakyat.com

Siapa sih yang tidak ingin menikah dan hidup berbahagia dengan pasangan? Namun sayangnya tidak semua orang seberuntung kamu yang sudah menemukan jodoh. Ada yang memang sengaja menunda pernikahan karena suatu alasan. Ada juga yang karena belum bertemu jodoh.

Pertanyaan “kapan nikah” bagi seseorang yang sebenarnya sudah ingin berumah tangga dapat sangat melukai hatinya. Apalagi bagi seorang cewek yang hatinya sangat peka. Jangan pernah tanyakan ini meski hanya sekedar berbasa-basi. Pertanyaan ini juga bukan kalimat yang tepat untuk menyemangatinya agar segera mencari pasangan.

2. Kapan si kakak punya adik

pertanyaan sensitif bagi teman cewek
Foto: orami.co.id

Bagi seseorang yang sudah menikah anak merupakan salah satu yang dinanti-nanti. Ada yang diberi kemudahan memperoleh keturunan namun ada yang harus lama bersabar dan berihtiar. Jika sudah mempunyai satu anak yang mulai besar, sering teman atau kenalan bertanya, “kapan si kakak punya adik”.

Ada pasangan yang menunda untuk menambah anak karena beberapa faktor, misal kesehatan, finansial dan sengaja menjaga jarak kelahiram. Ada juga pasangan yang sebenarnya berharap si kakak segera mempunyai adik, namun karena kesehatan atau karena memang belum Tuhan belum menghendaki, sehingga tidak kunjung hamil lagi.

Seorang ibu yang sudah berharap untuk hamil anak kedua, bahkan sudahberusaha dengan berbagai cara namun belum juga ada hasil, tentu hatinya akan sakit jika ada seseorang yang bertanya “kapan si kakak punya adik”. Ini pertanyaan wajar namun bisa sangat melukai hati.

3. Sekolah tinggi-tinggi kok hanya menjadi ibu rumah tangga

teman cewek
Foto: dekomura.com

Pernah mendengar ada seseorang yang bertanya apa guna ijazah kita kalau cuma ditumpuk di lemari? Kenapa sekolah sampai meraih gelar sarjana kalau ujungnya hanya memasak dan memandikan anak? Ini adalah pertanyaan yang tidak perlu diucapkan.

Masing-masing orang mempunyai pilihan dan prioritas. Bagi seorang ibu yang memilih berkarier di luar rumah, adalah pilihan yang baik. Bagi yang memilih mengurus anak dan rumah tangga, juga pilihan yang bijak.

Menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia. Pertanyaan sekolah tinggi-tinggi kok hanya menjadi ibu rumah tangga seolah merendahkan profesi mulia ini.

4. Sudah menikah kok masih kerja, apa nafkah dari suami tidak cukup

Foto: blokTuban.com

Ada seseorang yang setelah menikah tetap bekerja karena memang ingin memanfaatkan ilmunya. Ada yang karena panggilan jiwa untuk terus berkarya, ada yang karena kebutuhan. Kita tidak tahu pasti alasan teman cewek untuk terus bekerja. Teman kita juga tidak mempunyai kewajiban untuk menjelaskan alasannya tetap bekerja.

Jika seseorang yang sebenarnya ingin di rumah mengasuh dan merawat anak-anaknya, namun karena keadaan terpaksa harus bekerja mendapat pertanyaan seperti di atas tentu hatinya akan sakit. Bahkan mungkin di dalam hati dia akan menjawab, “Aku ingin seperti kamu bisa selalu di rumah, apa daya suamiku masih perlu bantuanku untuk memenuhi kebutuhan keluarga.”

Takaiters, kita sering kali mendengar seseorang mengucapkan 4 pertanyaan di atas.  Ada yang diucapkan untuk sekedar berbasa basi agar terlihat lebih akrab, tetapi ternyata dapat membuat teman cewek menjadi sedih.