Hai, Takaiters!

Ada yang pernah nonton Sisingaan di Kabupaten Subang? Ada iringan bentuk Sisingaan yang diusung oleh empat orang. Lagu dangdut menggema selama perjalanan. Serta tak ketinggalan puluhan warga yang ikut di belakang barisan Sisingaan. Grup nayaga menyanyikan lagu yang menghanyutkan warga sehingga sebagian warga berjoget ria. Semua usia bisa ikut joget, mulai dari anak kecil hingga kakek nenek.

Tapi, tahukah kalian kalau Sisingaan pada awal pembentukannya merupakan simbol semangat perjuangan masyarakat Subang terhadap penjajah Bangsa Eropa?

Yap! Bentuk sisingaan merupakan simbol dari Bangsa Belanda dan Inggris yang menjajah masyarakat Subang pada abad ke 17. Formasi dalam satu grup terdiri dari dua Sisingaan, anak kecil, dan grup nayaga. Satu Sisingaan diusung oleh empat orang (jika dua Sisingaan berarti ada delapan orang). Satu Sisingaan dinaiki oleh satu atau dua anak kecil. Grup nayaga khusus membawa alat musik beserta sinden sebagai pengiring lagu.

Formasi Sisingaan ini memiliki filosofi tersendiri. Orang-orang yang mengusung singa digambarkan sebagai masyarakat Subang yang pada masa itu berada di bawah kekuasaan Bangsa Eropa.

Dalam satu rombongan, ada dua Sisingaan yang dimainkan. Dua sisingaan ini menandakan Bangsa Belanda dan Inggris. Anak kecil yang menaiki atau menunggangi sisingaan melambangkan semangat generasi muda untuk bisa menaklukan para penjajah.

Tembang-tembang yang dinyanyikan menjadi syair penyemangat. Isi tembang dominan tentang semangat berjuang atau nasehat untuk generasi muda. Sedangkan grup nayaga menunjukkan masyarakat yang memberi motivasi kepada generasi muda untuk dapat mengusir penjajah.

Karena tembang yang dinyanyikan oleh sinden menggunakan bahasa daerah, maka keberadaan sisingaan tidak membuat bangsa penjajah menjadi terganggu atau tersinggung. Munculnya kesenian sisingaan justru membuat bangsa penjajah merasa bangga pada masyarakat Subang.

Seiring berjalannya waktu dan bergulirnya zaman, sisingaan telah mengalami banyak perubahan. Saat ini, sisingaan digunakan untuk hiburan bagi anak-anak yang telah dikhitan. Semangat perjuangannya terganti oleh semangat hiburan semata.

Bahkan bentuk Sisingaan telah banyak mengalami perubahan. Bentuknya tidak lagi terbatas pada singa, tapi berupa burung, naga dan beberapa hewan lain yang dianggap gagah dan bisa terbang.

Nah, itu sekilas sejarah Sisingaan, Guys! Penasaran dengan kesenian Sisingaan atau menaikinya? Yuk, melancong ke Subang, Guys! Jangan lupa, baca sejarah sisingaannya lebih lengkap agar bisa kembali menghayati dan merasakan semangat perjuangan para pendiri Sisingaan.