Hi, Takaiters!

Kebanyakan artikel mengatakan bahwa skill public speaking wajib dimiliki oleh generasi zaman sekarang. Tips n Trick yang disajikan, kebanyakan juga tentang bagaimana cara meningkatkan skill public speaking.

Coba saja kamu ketikkan kata ‘skill yang harus dimiliki tahun 2020’ pada mesin pencari apapun. Mau go*gle, m*zila atau yang lainnya, pasti public speaking  ada di dalamnya.

Dengan adanya sajian-sajian tertulis maupun visual seperti itu, orang-orang jadi berpikir kalau nggak punya skill public speaking itu payah. Nantinya akan menjadi generasi yang kurang berkualitas.

Memang betul sih kalau skill public speaking-nya oke, biasanya akan disegani banyak orang. Kalau masih berstatus pelajar, mungkin akan jadi murid kesayangan guru. Kalau seorang pekerja, akan memiliki banyak relasi, dan sebagainya.

Lantas kalau jadi seorang pendiam? Orang-orang mungkin akan beranggapan sebaliknya.

Padahal, menjadi pendiam itu juga nggak salah, kok. Justru itu menjadi karakter yang baik jika diamnya masih sesuai porsi. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa diam itu emas.

Tapi kenapa ya, jarang sekali ada yang membuat video tutorial menjadi seorang pendiam. Pendiam itu kan nggak melulu soal otak kosong, sombong, tidak peduli, atau stigma-stigma lainnya. Meskipun beberapa memiliki keterbatasan visual, tak jarang dari mereka memiliki kemampuan terpendam di luar batas.

Sisi positif seorang pendiam
Foto: lifestye.kompas.com

Nah, stigma-stigma tentang seorang pendiam bisa sedikit diubah. Berikut hal-hal yang mendasari sisi baik seorang pendiam, Takaiters!

1. Banyak Hal Besar Terjadi Karena Si Pendiam

Seorang pendiam bukan berarti tidak pernah berkata apapun. Pendiam juga bisa diartikan seseorang yang berbicara sewajarnya.

Pernah tau, kan? Dalam suatu kelompok presentasi atau kelompok perlombaan, ada hasil yang memuaskan. Hasil itu ya diperoleh dari salah satu anggota yang bicara sewajarnya. Bukan yang kerja kelompok untuk ngrasani gurunya.

Nah, poin penting itulah yang membuktikan bahwa menjadi pendiam pun nggak selamanya buruk. Kadang di dalam diamnya seseorang, terdapat ide-ide cemerlang dalam otaknya. Ibarat mobil, kalau bisa cari yang suaranya halus, tapi kerja mesinnya oke.

2. Lebih Baik Sendiri Untuk Introspeksi Daripada Ramai Tapi Pegang Gawai

Gawai sudah menjadi teman hidup setiap orang. Sampai-sampai kalau nggak pegang gawai, hidupnya seperti hambar, tidak ada asin, manis, dan kecut nya kehidupan.

Bahkan manusia di sekelilingnya yang sudah jelas-jelas nyata pun bisa terkalahkan. Coba saja lihat orang-orang sekarang. Ngumpul iya, ngobrol juga iya, tapi sama orang lain. Sama siapa lagi kalau bukan teman obrolan maya yang ada di gawainya.

Manusia tipe ini memang pendiam juga sih, tapi ramai di dunia maya. Kalau seperti itu, si pendiam yang sebenarnya memutuskan menyendiri sambil introspeksi saja. Toh, kumpul pun sudah bukan kumpul yang sehat lagi.

3. Pendengar Dan Pemantau Yang Baik

Jangan salah mengartikan kalau seorang pendiam itu biasanya tidak peduli dengan keadaan sekitar. Justru, pendiam yang sebenarnya itu pandai sekali mengamati situasi dan kondisi. Ketika mendengarkan orang lain berbicara pun, kemampuan menyerapnya lebih oke.

Jelas lebih oke dibandingkan si public speaking yang jago mendebati pembicaraan orang lain yang bahkan belum selesai. Si pendiam ini justru seperti memiliki ilmu cenayang atau telepati yang bisa membaca pikiran dan kondisi hati seseorang.

Maka, kalau memang butuh seorang pendengar yang baik, coba curhat dengan si pendiam. Daripada kamu curhat dengan si public speaking yang ujung-ujungnya malah jadi toxic positivy.

4. Bukan Angkuh, Tapi Punya Perasaan “Waduh!”

Hal yang mungkin tidak kalian ketahui dari seorang pendiam adalah kebingungan dalam berkata-kata. Yang namanya pendiam, tentunya bukan public speaker. Dia nggak pandai merangkai kata yang indah untuk sekadar basa-basi atau menggombal.

Ketika bertemu dengan orang baru, yang ada di pikirannya ya bagaimana cara memulai pembicaraan. Untuk mengatakan kalimat “Hai” atau  “Halo” saja penuh pertimbangan. “Waduh! Kalau aku menyapa duluan, takut dibilang Sok Kenal Sok Dekat(SKSD)”.

Untuk itu, jangan selalu mempunyai anggapan bahwa seorang pendiam itu sombong. Banyak imajinasi yang berputar di kepala untuk menjaga perasaan lawan bicaranya. Betapa pedulinya seorang pendiam dalam berkata-kata, kan?

Beberapa alasan itu bisa kamu jadikan pedoman untuk tidak selalu beranggapan negatif pada seoarang pendiam. Amati terlebih dahulu sisi baik seorang pendiam, ya. Kalau orang-orang sekarang itu mengatakan istilahnya ‘introvert’.