Loha,  Takaiters!

Akhir-akhir ini ramai terdengar penyakit yang disebut infeksi monkeypox atau cacar monyet. Singapura adalah negara yang pertama kali diserang. Penyakit cacar monyet terbilang sangat berbahaya hal ini menimbulkan kepanikan tersendiri bagi warga Indonesia. Bahkan, Kemenkes sudah mulai mewaspadai penyakit ini. Yuk, kenali apa itu penyakit cacar monyet!

1. Kasus Pertama di Singapura

Foto: suara.com

Kementerian Kesehatan Singapura menginformasikan bahwa tanggal 8 Mei 2019, seorang warga Nigeria yang tiba di Singapura terinfeksi dan dinyatakan positif terkena virus cacar monyet. Virus itu dideteksi karena pria tersebut mengonsumsi hasil buruannya sebelum datang ke Singapura dan ini menjadi kasus pertama.

2. Batam Langsung Antisipasi

Foto: sains kompas

Menanggapi kasus cacar monyet, pemerintah kota Batam langsung mengantisipasi selepas Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan masalah kasus ini. Hal ini karena Batam sering kali dijadikan pintu keluar masuk ke Singapura. Pemerintah juga menyiapkan alat pendeteksi panas tubuh sebagai langkah antisipasi agar virus tidak masuk ke Indonesia. Bila diketahui suhunya tinggi, atau melebihi batas normal, maka akan langsung dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.

3. Pemerintah Siap Siaga

Foto: Riauone.com

Pemerintah, diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), tengah bersiaga menanggapi potensi masuknya cacar monyet ke Indonesia. Dr. Tb. A Choesni, Plt Deputi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK menyebutkan Indonesia sudah siap untuk menghadapi serangan cacar monyet.

Selain itu, Kemlu mengimbau WNI yang berada di Singapura untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan. Tidak hanya itu, Kemlu juga meminta WNI yang berencana bepergian ke negara-negara Afrika untuk menjaga pola hidup bersih, menghindari kontak langsung dengan bangkai hewan yang terinfeksi, dan tidak mengonsumsinya daging Satwa liar.

4. Apa itu Cacar Monyet?

Foto: suaramerdeka.com

Virus cacar monyet pertama kali muncul di Amerika pada tahun 1958. Penyakit ini termasuk langka dan biasanya ditularkan oleh binatang liar seperti hewan pengerat atau primata kepada manusia. Bukan hanya itu, memakan daging hewan yang tidak dimasak juga menjadi salah satu cara penularannya. Untuk penularan dari manusia ke manusia juga bisa terjadi meski tidak mudah.

5. Yuk, Kenali Gejala Penyakit Cacar Monyet!

Foto: covesia.com

Mengingat penyakit cacar monyet tergolong langka, kamu wajib untuk paham gejala apa saja jika terinfeksi virus cacar monyet. Dilansir dari WHO, masa inkubasi virus berlangsung 6-16 hari.

Gejala cacar monyet ada dua periode yang wajib kalian pahami supaya tahu cara mengobatinya yaitu :

Periode Invasi
Periode ini terjadi 0-5 hari yang ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, mialgia (nyeri otot), dan asthenia yang intens (kekurangan energi).

Periode Erupso Kulit
Periode ini akan muncul dalam waktu 1-3 hari setelah demam. Berbagai tahap ruam muncul sering dimulai pada bagian wajah, lalu menyebar di tempat lain. Dalam kasus ini wajah 95%, telapak tangan dan kaki 75% paling berpengaruh. Evolusi ruam dari maculopapules (lesi dengan basis datar) ke vesikel (lapuh berisi cairan kecil), pustula, diikuti oleh kerak terjadi sekitar 10 hari. Buruh waktu 3 minggu untuk semua ruam hilang dari kulit.

Penting untuk dipahami, penyakit cacar monyet biasanya bisa sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung sekitar 14 sampai 21 hari. Kasus yang parah terjadi lebih sering pada anak terkait tingkat paparan virus, status kesehatan, dan tingkat keparahan komplikasi.

6. Hindari Faktor dan Risiko

Foto: suara.com

Penting untuk mengetahui risiko dan pencegahan yang bisa dilakukan karena penyebaran cacar monyet bisa terjadi dengan cepat. Pastikan selalu menerapka gaya hidup sehat dan hindari kontak langsung dengan hewan primata atau pengerat.

7. Kenali Bedanya Cacar Monyet dan Cacar Air

Foto: CNN Indonesia

Indonesia penyakit cacar monyet belum ditemukan, tetapi penting mengetahui perbedaannya dengan cacar air. Cacar monyet ditularkan oleh hewan yang terinfeksi virus Orthopoxvirus, sementara cacar air terinfeksi disebabkan oleh Varicella zoozter.

8. Apakah Pasien Cacar Monyet Bisa Meninggal?

Foto: halosehat.com

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana mengatakan, sampai saat ini masih belum ada obat untuk menyembuhkan cacar monyet. Namun, pasien masih bisa sembuh dengan kemungkinan untuk meninggal sangat kecil mengingat cacar monyet akan sembuh dengan sendirinya. Meski begitu kematian bisa saja terjadi jika tidak mendapatkan perawatan saat terinfeksi.

Nah, Guys, itulah beberapa fakta tentang cacar monyet yang wajib kita ketahui. Yuk, lindungi orang-orang tersayang kita dengan menjaga pola hidup sehat.  Semoga bermanfaat.