Hai, Takaiters!

Memasuki musim hujan suhu udara juga berubah. Meski tidak selalu dingin, tetapi ketika musim hujan tubuh membutuhkan asupan yang bisa menghangatkan. Makan makanan yang berkuah panas seperti bakso, soto, mi rebus akan terasa lebih nikmat ditambah lagi dengan minumannya yang hangat akan membakar kalori dan menyebabkan keluar keringat. Tubuh pun akan terasa lebih hangat di musim hujan.

Di Indonesia banyak sekali ditemukan berbagai ragam minuman hangat atau dalam bahasa jawa disebut dengan istilah wedang yang kaya akan rempahnya dan cocok untuk disajikan di musim hujan atau saat cuaca dingin. Mau tahu apa saja minuman-minuman tersebut? Simak, yuk, guys?

Wedang Jahe

Foto: fimela.com

Saat musim dingin wedang jahe merupakan minuman yang tepat untuk dinikmati. Minuman yang terbuat dari jahe segar yang dibakar dan dimasukkan ke dalam rebusan air setelah dimemarkan sangat baik bagi kesehatan.

Selain dapat memberikan kehangatan jahe juga tergolong sebagai rempah-rempah obat tradisional. Bagi yang mengalami susah tidur karena mengkonsumsi kopi, wedang jahe juga dapat dijadikan solusi penggantinya.

Wedang Ronde

Foto: idntimes.com

Wedang ronde adalah wedang hasil adopsi dari hidangan khas Tiongkok. Meski bukan minuman asli Indonesia, tetapi setelah diadopsi dan dikreasikan baik dari penampilan, bahan dan rasanya wedang ronde menjadi minuman yang di gemari saat musim dingin tiba.

Bahan dan cara membuatnya juga cukup simple. Rebus air dengan jahe yang sudah dimemarkan. Campurkan rempah lainnya seperti kayu manis, cengkeh, dan pandan. Jangan lupa beri sedikit gula merah sebagai pemanisnya. Yang menjadi ciri khas dari wedang ronde ini adalah ditambahkannya bola-bola yang terbuat dari ketan di mana di dalamnya berisi kacang yang sudah dihaluskan.

Wedang Uwuh

Foto: beritatagar.id

Uwuh dalam bahasa jawa berarti sampah. Sampah di sini berupa daun-daunan yang mirip dengan sampah. Jadi wedang uwuh adalah wedang yang bahan-bahannya berupa daun-daunan yang menyerupai sampah. Seperti kayu manis dan daun kayu manis, daun sereh dan akar sereh, pala dan daun pala, cengkeh, batang cengkeh,bunga cengkeh, dan daun cengkeh juga kayu secang dan jahe. Cara membuatnya juga mudah tinggal memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam rebusan air yang mendidih dan di beri gula batu sebagai pemanisnya.

Bajigur

Foto: fimela.com

Minuman yang menjadi khas masyarakat sunda ini menggunakan gula aren dan santan sebagai bahan utamnya. Untuk menambah rasa nikmat minuman ini pada saat merebus di masukkan jahe dan sedikit garam. Sehingga bajigur juga menjadi salah satu jenis wedang hangat yang cocok saat cuaca dingin.

Purwaceng

Foto: weeweewelyee.blogspot.com

Adalah minuman khas Dieng Banjarnegara. Purwaceng sebenarnya adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di Dataran Tinggi Dieng. Akarnya yang menyerupai gingseng memiliki banyak sekali khasiat seperti melancarkan peredaran darah, memperkuat tubuh dan bisa meningkatkan gairah seksual. Makanya minuman ini disebuat viagra ala Jawa. Purwaceng lebih nikmat disajikan hangat dan sangat cocok saat udara dingin atau di malam hari.

Bandrek

Foto: style.tribunnews.com

Hampir sama dengan wedang jahe karena bahan utamnya adalah jahe yang direbus dengan gula merah. Bandrek dipercaya juga bisa menyembuhkan penyakit ringan seperti batuk, pilek, tenggorokan kering, dan sebagainya. Selain rebusan jahe dan gula merah dapat juga di beri sedikit merica, pandan, susu, dan juga di campur dengan telur ayam sehingga terasa seperti jamu.

Sekoteng

Foto: travelingyuk.com

Pembuatannya sama dengan minuman-minuman lainnya yaitu menggunakan bahan utama rebusan air jahe. Yang membedakan dari sekoteng ini adalah dalam penyajiannya di beri campuran kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, dan irisan roti tawar.

Takaiters, kira-kira wedang mana yang menggoda selera kamu untuk dinikmati saat musim dingin dengan keluarga atau teman-teman kamu? Cobain, ya, Guys?