Hai, Takaiters!

Apakah rumahmu penuh dengan banyak barang yang berserakan? Apakah kamu merasa tidak betah berada di rumah? Apakah kamu merasa mengalami kelelahan mental? Jika kamu mengalami semua itu, kamu harus mulai berbenah  rumah, Guys. Fumio Sasaki, penulis buku Good Bye Thing yang berasal dari Jepang mensinyalir bahwa kebahagiaan dan produktivitas manusia berhubungan dengan kepemilikan barang. Jika kepemilikan akan barang sudah menyita sebagian besar pemikiran kamu, maka sudah saatnya kamu berbenah dengan metode KonMari.

Ditemukan oleh Marie Kondo

Foto: shopee.co.id

 Marie Kondo adalah seorang wanita Jepang yang menulis sebuah buku yang berjudul The Life Changing Magic of Tidying Up. Sebuah buku yang berisi metode berbenah agar rumah terlihat lebih rapi dan terkesan lebih lega.

Marie Kondo pada awalnya menemukan metode berbenah di rumahnya sendiri. Banyak barang yang tidak terpakai bertahun-tahun, tetapi masih disimpan di lemari keluarganya sehingga memberikan kesan rumahnya menjadi semakin sempit. Mencoba membuang barang-barang yang tidak pernah dipakai dan tak seorang pun merasa kehilangan membuat semangat berbenahnya semakin tinggi.

Percobaan demi percobaan yang dilakukan di rumahnya membuatnya menemukan metode berbenah yang cukup efektif, yang kemudian terkenal dengan metode KonMari. Hasil risetnya itu kemudian dibukukan dan popularitasnya meroket sejak muncul series di Netflix berjudul Tidying Up with Marie Kondo.

Prinsip Dasar Berbenah dengan Metode KonMari

Foto: lifestyle.sapo.pt

foto : idntimes.com

Berbenah dengan metode KonMari harus dimulai dengan memvisualisasikan tujuan kamu, Guys. Bayangkan kondisi rumah saat ini dan kondisi yang diinginkan. Bayangkan apa yang akan berubah ketika berbenah sudah dilakukan dan rumah sudah menjadi rapi.

Kedua, lakukan proses berbernah satu kali saja, secepat mungkin dan menyeluruh. Sekali bukan berarti dalam satu hari, Guys, karena kamu bisa pingsan jika memaksakan diri.  Setidaknya buatlah program dan rencana kapan berbenah per kategori dalam waktu tertentu.

Ketiga, membuang sampai tuntas harus dilakukan terlebih dahulu. Pilih barang yang membahagiakan, lainnya singkirkan. Keempat, kamu harus mulai merapihkan berdasarkan kategori, bukan berdasarkan lokasi. Kumpulkan setiap kategori dari semua sudut rumah, pilih dan buang yang tidak mendatangkan kebahagiaan.

Kelima, kriteria utama dalam pemilihan barang adalah apakah barang ini membawa kegembiraan? Keenam, kamu akan mulai mencerahkan hidup dengan menyimpan secara apik. Semua barang tersimpan sesuai kategorinya, tertata rapi dan sedap dipandang.

Berbenah Berdasarkan Kategori

Foto: freestufffinder.com

Metode Konmari mengajarkan berbenah dengan cara mengelompokkan semua benda di rumah dalam 5 kategori utama yang kemudian dibagi dalam sub kategori. Kelima kategori utama tersebut antara lain pakaian, buku, kertas, komono (pernik-pernik), dan barang sentimentil. Dari setiap kategori terdapat beberapa sub kategori yang nantinya dapat disesuaikan oleh masing-masing individu atau keluarga.

Kategori pakaian terdiri dari atasan, bawahan, pakaian yang mesti digantung, kaos kaki, baju dalam, tas, aksesori, pakaian khusus dan sepatu. Kategori buku terdiri dari umum (buku yang dibaca sebagai hiburan), praktis (referensi, buku masakan, dll), visual (koleksi foto, dll), majalah, dan barang sejenisnya.

Kategori kertas terdiri dari bahan seminar, tagihan, kartu kredit, garansi alat elektronik, kartu ucapan, buku cek atau buku tabungan bekas, slip gaji, dan barang sejenisnya. Kategori komono (pernik-pernik) terdiri dari CD, DVD, alat tulis, alat elektronik yang kecil (kamera digital, kabel listrik, peralatan listrik), produk perawatan kulit dan kosmetik, obat-obatan, barang berharga (paspor, kartu kredit, dll), perlengkapan menjahit, barang hobi, barang koleksi, sprei dan koleksi kain lainnya, handuk, mainan, perlengkapan darurat, perlengkapan dapur, perlengkapan bersih-bersih, perlengkapan mencuci, perlengkapan kamar mandi dan sejenisnya. Kategori barang sentimentil misalnya koleksi foto, buku diari, pernik wisuda atau sejenisnya.

Berani Membuang Membawa Kebahagiaan

Foto: chilango.com

Metode KonMari mengajarkan agar kamu tidak sayang membuang barang yang tidak pernah dipakai, Guys. Daripada muncul rasa bersalah setiap kali melihatnya kemudian menggerus kesehatan mentalmu, buanglah barang tersebut.

Dibuang di sini bisa berarti diberikan kepada orang lain, dijual dengan harga murah atau benar-benar dibuang! KonMari adalah cara membereskan rumah secara menyeluruh. Rumah hanya diisi oleh barang-barang yang membawa kegembiraan dan kebahagiaan.

Jika barang-barang yang benar-benar sampah sudah dibuang, tinggallah barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan. Saatnya memilah barang sesuai kategori yang sudah disebutkan di atas, Guys. Mulailah dengan barang pribadimu dan jangan memilah barang milik orang lain atau kamu bakal diomeli pemiliknya! Dari setiap sub kategori, pegang dan rasakan apakah barang tersebut mendatangkan kebahagiaan. Jika iya, simpanlah dan jika dirasa tidak memberikan kebahagiaan, sisihkan.

Barang yang mendatangkan kebahagiaan nantinya harus ditata sesuai masing-masing kategori dan sub ketegori sehingga mudah ditemukan saat dibutuhkan. Barang yang tidak mendatangkan kebahagiaan dapat kamu jual di Garage Sale atau didonasikan pada pihak yang membutuhkan.

Waktu Lebih Banyak untuk Hal yang Lebih Berguna

Foto: parade.com

Kebanyakan orang memiliki rekor rumah rapih dalam 3 hari saja, selebihnya dipastikan kembali berantakan. Metode KonMari membuat barang-barang di rumah tetap berada di tempatnya masing-masing, beres-beres ala kadarnya saja dan memiliki anak kecil di rumah  bukan alasan untuk menjadikan rumah berantakan.

Dengan memiliki barang yang tertata rapi, sesuai ketegori dan sub ketegorinya, maka hidupmu akan lebih bahagia, Guys. Pertama waktumu tidak akan habis untuk mencari barang yang diperlukan. Kedua, kamu tidak akan merasa bersalah ketika menemukan barang yang tidak mendatangkan kebahagiaan.

Banyak orang yang telah menerapkan metode Konmari dan sebagian besar menemukan kebiasaan baru yang cukup baik, antara lain tidak mudah tergiur untuk membeli barang baru. Mereka berprinsip apa yang ada di rumah mereka sudah cukup membuat mereka bahagia dan membelanjakan lebih banyak uang untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pelatihan serta melakukan perjalanan yang membuat mereka lebih fresh dan bahagia.

Nah, Takaiters, sudah saatnya kamu berbenah. Mulailah dari diri sendiri, baru kemudian ajak seluruh anggota keluarga berbenah. Rasakan aliran rasa bahagia yang bakal kamu temui dalam keluarga. Rasakan bahwa kesehatan mental dan produktivitas setiap individu akan meningkat secara signifikan.