Hai, Takaiters!

Apa yang kamu pikir saat pertama mendengar kata Sexy Killer? Mendengar judulnya kita akan berpikir film ini tentang wanita cantik yang melakukan pembunuhan. Tapi anggapan itu sama sekali salah setelah kita menontonnya. Film ini adalah karya jurnalis dan fotografer yang diproduksi oleh channel YouTube Watchdoc Image dan diupload pada tanggal 13 April 2019. Dalam empat hari film ini sudah tembus 15 juta viewers.

Apa, sih, isi film ini? Apa hubungannya dengan listrik yang kita pakai ?

Listrik adalah sumber energi terbesar yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menyalakan kipas angin, pendingin ruangan, penanak nasi, televisi, kulkas, dan alat rumah tangga lainnya membutuhkan energi listrik. Pernahkah kita berpikir dari mana listrik yang mengalir ke rumah kita dihasilkan? Bagi kamu yang belum tahu tentang perjalanan panjang listrik, kamu wajib menontonn film Sexy Killer ini.

Listrik di Indonesia paling banyak dihasilkan dari pembakaran batu bara di PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Batubara merupakan bahan tambang yang diperoleh dari dalam perut bumi. Banyak pegunungann di Kalimantan yang rusak akibat aktivitas pertambangan, khususnya batu bara. Galian bekas tambang menyisakan genangan air dan sejumlah masalah, serta kisah pilu dari penduduk sekitar.

Film ini berkisah tentang kehidupan dan pengorbanan masyarakat di sekitar tambang batu bara di Kalimantan Timur, serta sekitar PLTU di Jawa dan Bali. Tidak hanya korban harta akibat penggusuran lahan, namun juga puluhan anak yang menjadi korban jiwa akibat tenggelam di genangan bekas galian tambang.

Di Kalimantan

Foto: youtube.com

Kalimantan dulunya adalah daerah yang subur dan cocok untuk pertanian. Kini keadaannya berubah setelah banyak perusahaan tambang yang beroperasi di sana. Masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih dan harus berjalan sekitar satu setengah kilometer untuk mendapatkannya. Mereka terpaksa mengandalkan air hujan dan air bekas tambang yang mengandung lumpur, untuk kebutuhan sehari-hari.

Lokasi pertambangan yang terlalu dekat dengan pemukiman warga juga mengakibatkan kerusakan. Tembok rumah retak, pintu dan jendela juga tidak dapat ditutup. Bahkan beberapa rumah amblas, dan warga terpaksa mengungsi.

Masyarakat pun melakukan aksi protes. Adalah Nyoman, petani transmigran dari Bali yang harus masuk bui selama tiga bulan karena menghadang alat berat. Ia dianggap mengganggu operasional perusahaan. Dari kasus yang menimpa ayahnya inilah, anaknya yang bernama Ketut, sekarang sekolah di fakultas hukum dan bercita-cita menjadi pengacara demi membela kepentingan masyarakat.

Di Pulau Jawa

Foto: jakarta.tribunnews.com

Kepulauan Karimun Jawa, termasuk daerah tujuan wisata dan taman nasional yang dilindungi di Jawa Tengah. Daerah ini pun tak luput dari dampak lalu lintas kapal tongkang pengangkut batu bara yang akan menuju ke PLTU Batang, Jawa Tengah dan Pulau Bali. Terumbu karang yang merupakan tempat tinggal ikan, rusak akibat tergilas kapal. Para nelayan yang menggantungkan hidup dari menangkap ikan juga menyatakan hasil tangkapan mereka ikut menurun.

Masyarakat yang tinggal di sekitar PLTU Batang, khususnya para petani kesulitan untuk menuju ke sawah mereka karena dipagari seng. Mereka menolak proyek pembangunan PLTU yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Sementara di Cirebon Jawa Barat, sekitar seratus petani garam harus merelakan lahan mereka digusur untuk proyek PLTU. Sedangkan para nelayan di Indramayu kesulitan untuk memasang jaring mereka karena terganggu lalu lintas kapal tongkang. Salah seorang nelayan yang juga bekerja sebagai security di PLTU membandingkan penghasilan yang didapatkannya. Ia mengatakan dapat mengantongi penghasilann 13 juta dalam delapan hari dari melaut. Sementara gajinya sebagai security PLTU hanya dua setengah juta sebulan.

Di Pulau Bali

Foto: youtube.com

Seorang pemilik kebun kelapa mengisahkan perbedaan hasil panen sebelum dan sesudah adanya PLTU. Sebelumnya ia dapat memanen sekitar 9.000 butir, kini hanya sekitar 2.500 butir saja sekali panen. Pohon kelapanya pun tidak dapat tumbuh sehat dan kualitas pohonnya menurun.

Dari film ini kita dapat belajar, betapa banyak orang yang berkorban demi tercukupinya pasokan listrik. Maka dari itu kita harus menghargai pengorbanan mereka dengan bijak menggunakan energi listrik.