Hai, Takaiters!

Rasa baper, yang merupakan singkatan dari bawa perasaan, seringkali terjadi pada seseorang ketika mendapati kabar yang kurang mengenakkan. Rasa ini menyebabkan seseorang terlarut dalam pikiran-pikiran yang akan mempengaruhi perasaan di hatinya yang juga akan mempengaruhi mood orang tersebut. Kalau efeknya positif, sih, nggak masalah, tapi ketika rasa baper ini menyebabkan rasa malas hingga kesedihan maka ini yang harus kita hindari.

Lalu bagaimana cara mengatasi rasa baper itu? Tenang, coba, deh, simak tips-tips berikut.

1. Bersikap Terbuka dan Dewasa

Foto : www.pexels.com

Seringkali rasa baper muncul karena sikap seseorang yang tertutup. Ia tidak bisa mengungkapkan apa yang ada di hatinya sebagaimana ia juga tidak bisa menerima dengan baik informasi yang datang padanya. Hal itu menyebabkan jalan pikiran yang kurang baik dan akan mempengaruhi segala tindak tanduknya menjadi cenderung negatif.

Sikap seseorang yang tidak dewasa juga bisa jadi penyebab rasa baper sering muncul. Respon tindakan yang terlalu cepat akibat tidak biasa menyaring dan mengonfirmasi kebenaran informasi bisa disebabkan karena kurang dewasanya seseorang dalam menanggapi kabar-kabar yang ada.

Oleh karena itu, bersikap terbuka dan dewasa akan cukup membantu mengatasi rasa bapermu. Dengan bersikap terbuka, seseorang tidak akan terkungkung dalam penjara pikirannya sendiri yang seringkali membawa pada pikiran-pikiran negatif. Begitu juga dengan bersikap dewasa, maka seseorang tidak akan gegabah dan lebih bijak dalam menanggapi informasi, tanpa harus terlalu jauh tenggelam dalam prasangka-prasangka buruk.

2. Tidak Cepat Menyimpulkan

Foto : www.pexels.com

Salah satu penyebab rasa baper yang sering terjadi adalah sikap seseorang yang terlalu cepat mengambil kesimpulan. Setiap kabar yang datang seringkali dilihat hanya dari satu sudut pandang saja tanpa melihat banyak aspek lain. Akibatnya, ia akan terus memikirkan dan menyimpulkan sesuatu yang belum jelas kepastian dan kebenarannya.

Sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan sikap lebih kritis dan mau mengonfirmasi kabar. Sering-seringlah mencari informasi dan belajar melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang sehingga pengetahuan kita semakin luas. Hal ini akan membantumu menjauhi rasa baper yang semakin menghantui pikiranmu.

3. Hindari Lagu Mellow

Foto : www.pexels.com

Kebiasaan yang satu ini sepertinya sudah menjadi pelengkap yang wajib dilakukan oleh seseorang yang sedang dirundung rasa baper, ya. Tapi tahukah kamu, bahwa ternyata kebiasaan ini nggak bagus buat psikologi kamu, lho.

Seseorang yang sering mendengarkan lagu mellow di saat hati tidak sedang dalam kondisi bagus biasanya menjadi salah satu cara untuk ‘melarikan diri’ dari keadaan yang dialaminya. Ia mencari teman dan pembenaran atas kondisi tersebut, dan semakin membuat ia merasa menjadi korban dan tenggelam dalam keadaan. Hal ini tentunya nggak baik buat seseorang karena akan membuat ia semakin susah untuk move on.

Daripada berlarut-larut dalam b keadaan, alangkah lebih baik untuk mendengarkan musik yang dapat menggugah semangat. Alunan musik yang sedikit menghentak dan penuh semangat bisa jadi pilihan yang tepat. Tentunya ini akan lebih membantu seseorang untuk sedikit demi sedikit keluar dari ketidaknyamanannya tersebut.

4. Menyibukkan Diri

Foto : www.pexels.com

Berdiam diri sembari terus memikirkan sesuatu yang membuat hati seseorang menjadi baper bukanlah pilihan yang tepat, Guys. Berada dalam sepinya aktivitas membuatmu memiliki waktu lebih untuk semakin terbayang-bayang kondisi tidak mengenakkan tersebut.

Beda halnya ketika seseorang memilih untuk menyibukkan diri dengan aktivitas yang positif, maka tidak akan ada waktu lagi untuk memikirkan kembali masalah yang pernah terjadi. Alih-alih tenggelam dalam keadaan, justru skill dan karyalah yang semakin bertambah. Cara ini terbukti ampuh banget untuk membantumu pergi dari kenyataan pahit.

5. Berbahagialah

Foto : www.pexels.com

Siapa bilang bahagia hanya bisa dipengaruhi dari lingkungan sekitar? Nyatanya, faktor utama yang bisa memunculkan kebahagiaan adalah dari dalam diri sendiri. Ketika seseorang mengizinkan dirinya untuk berbahagia, maka bahagia itu akan datang pada dirinya. Sebaliknya, seseorang yang susah untuk bahagia bisa jadi karena ia selalu menempatkan dirinya dalam kesalahan dan kesedihan.

Rasa baper sering hadir pada hati yang rapuh sehingga akan menambah beban kesedihan. Sedangkan hati yang bahagia akan sedikit banyak menepis perkataan-perkataan buruk yang datang padanya, sehingga rasa baper bisa dihindari. Berbahagialah, jangan menunggu rasa baper hilang baru kemudian bahagia, tapi berbahagialah agar rasa baper itu tidak datang padamu.

Nah, kamu bisa mulai mencoba melakukan tips-tips tersebut dalam keseharianmu. Bukan apa-apa, sih, tapi setiap orang nggak akan mau hidup dalam kesedihan dan mendambakan kebahagiaan dan ketenangan hati. Kamu perlu rawat dan jaga hatimu dari segala sesuatu yang bisa mengusik ketenangannya, karena hati yang sehat juga akan mempengaruhi kesehatan tubuhmu juga.

Bagaimana, sudah siap untuk move on dan bahagia?