Hi, Takaiters!

Menstruasi alias haid adalah siklus alami yang pasti terjadi pada setiap perempuan. Di Indonesia, setidaknya 1 bulan sekali, kaum wanita rutin membeli pembalut. Namun, tahukah kamu bahwa banyak perempuan di luar negeri yang mulai beralih haluan ke menstrual cup?

Menstrual cup adalah salah satu produk pengganti pembalut dengan material utama karet atau silikon yang berbentuk corong. Produk ini juga dikenal dengan sebutan cangkir menstruasi karena fungsinya yang dapat menampung darah haid.

Banyak orang yang memilih menggunakan cup menstruasi dibanding pembalut atau tampon dengan alasan produk ini lebih ramah lingkungan. Namun, beberapa orang lainnya enggan mencoba memakainya. Selain karena masih dianggap tabu, penggunaannya juga dianggap tidak nyaman dan kurang praktis.

Jika kamu penasaran, yuk simak ulasan lebih lanjut mengenai serba serbi cup menstruasi berikut ini.

Berbeda Fungsi dengan Pembalut

tampons and pads
Foto: freepik.com

Pembalut konvensional yang kita kenal umumnya terbentuk dari material plastik dan kapas sebagai penyerap cairan. Jika pembalut yang berbentuk pads dan tampon berfungsi untuk menyerap darah menstruasi, maka menstrual cup berfungsi untuk menampungnya.

Material utama cup menstruasi yang umumnya terbuat dari silikon atau karet membuat produk ini memiliki sifat tidak menyerap cairan. Selain itu, bentuknya yang menyerupai corong juga memungkinkan produk ini dapat menampung darah haid yang keluar.

Lebih Tahan Lama, Lebih Ramah Lingkungan

reusable period kit
Foto: pexels.com

Karena terbuat dari material yang lebih solid dari pembalut, cup menstruasi dapat dipakai kembali setelah dicuci dengan bersih. Bahkan masa pakainya pun cukup lama, yaitu sekitar setengah tahun hingga 10 tahun, tergantung jenis yang digunakan dan metode perawatannya.

Karena material dan masa pakainya yang lebih awet, produk silikon mungil ini sering disebut-sebut sebagai penyelamat bumi. Berbeda dengan pembalut sekali pakai yang terbuat dari plastik, dan langsung dibuang sesudah digunakan.

Daya Tampung Lebih Banyak

a-menstrual-cup
Foto: freepik.com

Secara umum, rata-rata satu cup menstruasi dapat menampung hingga 40 ml darah, sedangkan tampon dan pembalut pada umumnya hanya mampu menyerap sebanyak 7-10 ml darah tergantung jenis dan ukurannya. Itulah sebabnya satu cup bisa dipakai hingga 6-12 jam, jauh lebih lama dari pembalut biasa.

Oleh karena kapasitasnya yang lebih besar dan waktu pakai yang lebih lama, kamu juga bisa lebih menghemat biaya yang biasa dihabiskan untuk membeli pembalut. Bayangkan, hanya dengan 1 buah menstrual cup saja, kamu bisa menggantikan hingga 3-4 buah pembalut biasa dalam sehari.

Dijamin Aman dan Sehat

top-view-period-stuff-toilet-kit
Foto: freepik.com

Asalkan cara penggunaannya tepat, alat yang satu ini dapat menjadi solusi menstruasi yang hebat. Sebab selain dapat dipakai dalam waktu lama, menstrual cup juga membuat darah haid tidak terpapar udara yang mengakibatkan darah menjadi berbau tidak sedap.

Cup menstruasi juga tidak akan mengganggu keseimbangan pH dan bakteri di vagina seperti layaknya pembalut konvensional. Hal ini karena darah yang keluar tidak akan terserap, melainkan tertampung sehingga tidak akan menimbulkan kelembaban yang mengganggu area vagina.

Masalah Kenyamanan, Tergantung Penggunanya

menstrual cup, tampon and pads
Foto: freepik.com

Menurut beberapa pihak, alat ini kurang nyaman digunakan karena proses memasukkan dan mengeluarkan cupnya bisa jadi sulit dan tidak nyaman bagi sebagian orang, terutama bagi perempuan yang belum pernah berhubungan seksual.

Namun beberapa pihak lainnya berpendapat bahwa jika sudah terbiasa menggunakannya, wanita justru akan merasa ringan seolah tidak menggunakan apa-apa. Selain itu, penggunaan cup menstruasi juga tidak beresiko menimbulkan lecet atau ruam yang biasa muncul jika menggunakan pembalut berbentuk pads.

Membutuhkan Perawatan Ekstra

hand-holding-menstrual-cup
Foto: freepik.com

Jika kamu adalah perempuan yang santai dan lebih senang pada hal-hal yang praktis, maka sebaiknya kamu tidak mmemakai cup menstruasi. Sebab penggunaan alat yang satu ini memang membutuhkan perhatian yang lebih.

Sebelum digunakan, cup harus selalu dalam keadaan bersih, sehingga harus dicuci bersih setelah digunakan. Kamu juga harus melakukan proses sterilisasi dengan cara merebus cupnya di air mendidih setidaknya sebulan sekali. Sebab tanpa jaminan kebersihan dan perawatan yang telaten, penggunaan cup menstruasi ini justru akan menimbulkan gangguan seperti iritasi dan infeksi pada organ vagina.

Nah, itu dia ulasan lengkap mengenai penggunaan menstrual cupMenstrual cup memang bisa menjadi alternatif pengganti pembalut saat haid yang aman secara medis, sekaligus lebih ramah lingkungan karena dapat mengurangi penggunaan plastik. Namun, jika kamu belum siap menggunakannya, sebaiknya ditunda dahulu dan konsultasikan kepada dokter atau pihak yang lebih berpengalaman, ya, Takaiters.