Halo,Takaiters!

Masih tanggal muda alias baru terima gaji. Sudah mengalokasikan gaji untuk investasi belum? Investasi adalah salah satu pengeluaran penting yang harus dipikirkan saat ini juga. Di saat produktif dan kamu masih bisa mendapatkan penghasilan dari keringat sendiri. Segampang mengeluarkan duit kamu untuk belanja, itulah kemudahan kamu melakukan investasi. Lebih mudah lagi, kamu bisa cek dan ikuti beberapa point penting untuk melakukan investasi.

1. Target

Foto: pexels.com

Setiap orang harus punya target tertentu. Usia sekolah dan belum berpenghasilan pun bisa mempunyai target keuangan, apalagi bagi usia kerja dan berpenghasilan. Target digunakan untuk mengukur usaha dan kemampuan optimal yang bisa kamu realisasikan. Misalkan berkurban seekor kambing tahun depan, memiliki rumah 5 tahun mendatang atau naik haji kuota khusus 10 tahun mendatang.

2. Nominal

Foto: pexels.com

Setelah menetapkan target, selanjutnya adalah menghitung nominal dana yang harus kamu siapkan saat target tersebut akan kamu capai. Artinya, selain mengetahui nilai rupiah target saat ini, tentunya harus kamu perkirakan inflasi dan juga peningkatan nilai investasi saat target akan kamu capai.

4. Instrumen

Foto: pexels.com

Instrumen adalah alat perantara yang akan kamu gunakan untuk mencapai target. Banyak sekali jenis instrumen yang bisa kamu pilih sesuai profil resiko masing-masing. Pengelolaan instrumen bisa dilakukan sendiri atau dibantu oleh lembaga keuangan pilihan kamu. Pemilihan instrumen yang tepat akan memudahkan kamu mencapai setiap target keuangan. Misalkan menggunakan produk tabungan qurban yang disediakan bank, sistem beli titip material untuk target rumah, atau pembelian emas secara mandiri.

5. Sekarang dan Saat Punya Uang

Foto: unsplash.com

Target, nominal, dan instrumen sudah kamu tetapkan. Lalu kapan kamu harus memulai? Sekarang dan saat punya uang. Tidak perlu menunda untuk memulai berinvestasi. Karena ketidakpastian kondisi akan berpengaruh terhadap kemampuan dan keinginan kamu dalam membelanjakan uang. Maka, ketika terima gaji, terima bonus atau kapanpun mendapatkan penghasilan yang lebih dari cashflow biasanya, saat itulah kamu bisa menambahkan porsi investasi kamu untuk target tertentu. Jikapun tidak, pastikan kamu punya target lain yang akan kamu capai sehingga kelebihan penghasilan akan mengalir ke investasi dan bukan konsumsi.

Mumpung masih belum terlanjur menghabiskan gaji untuk tujuan konsumtif yang minimal manfaat, alokasikan gaji untuk investasi dari sekarang, yuk, Takaiters!