Saatnya Intropeksi, Inilah Ciri-Ciri Orang Tua Toxic Dalam Mendidik Anak

Halo, Takaiters!

Apakah kamu pernah mendengar kata Toxic? Ya, Toxic adalah sifat yang merugikan orang lain baik bagi fisik maupun emosional. Jadi, Toxic adalah sifat negatif dan harus dihindari ya Takaiters. Namun sadar atau tidak, perilaku ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam menerapkan pola asuh pada anak. Apalagi belakangan ini mengenai Toxic Parents mulai ramai.

Pada dasarnya Toxic Parents ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya karena luka lama atau trauma di masa lalu sehingga melampiaskannya pada anak. Bisa jadi dulunya orang tua nakal, sering mendapat prestasi buruk sehingga mendidik anak disiplin dan sangat ketat. Atau dulu orang tua mendapat didikan keras hingga menerapkan hal yang sama kepada anaknya.

Seringkali orang tua beralasan bahwa perbuatan yang dilakukan adalah bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anaknya. Namun apakah ketika anak merasa tak nyaman dan takut adalah bentuk kasih sayang? Pastinya bukan ya.

Menerapkan pola asuh disiplin tentu sangat baik sekali, namun  jika sampai privasi dan kebebasan mereka terbatas, kepercayaan dirinya berkembang. Nah, ingat para orang tua, jika kamu  merasa memiliki ciri-ciri Toxic dalam mendidik anak lebih baik segera intropeksi. Berikan kasih sayang tulus yang benar-benar mereka butuhkan.

Berikut ciri-ciri orang tua Toxic yang harus kamu jauhi mulai dari sekarang. Simak ya!

  1. Tidak Mampu Memberikan Rasa Aman Pada Anak

ciri-ciri orang tua yang toxic
Foto: Pixabay.com

Bentuk perhatian seperti apa sih yang dibutuhkan anak? Pasti rasa nyaman dan aman bukan? Ketahuilah ketika orang tua tidak  bisa memberikan rasa aman,  anak akan sulit dekat dan terbuka menceritakan sesuatu yang dialaminya.

Contohnya jika kamu selalu marah-marah, selalu bersikap dingin, dan tidak peduli, anak akan takut dan membatasi interaksinya denganmu. Mereka juga bisa menjadi pribadi yang tertutup dan kurang bisa bersosialisasi dengan orang lain.

Maka dari itu, berusahalah untuk lebih dekat dengannya. Belajarlah mengendalikan emosi dan bersikap sabar ketika sedang bersamanya. Adakalanya anak membutuhkan kehadiran  orang tua untuk sekedar curhat akan masalah yang dilalui. Ketika kamu memberikan saran atau nasihat tertentu dengan rasa tulus, pasti mereka akan merasa diperhatikan dan merasa aman.

  1. Memiliki Sikap Terlalu Mengontrol Anak

ciri ciri orang toxic
Foto: pexels.com

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, namun terlalu mengontrol apapun di kehidupan anak juga tidak baik. Ingat, mereka  juga berhak menentukan pilihanya sendiri entah itu dalam hal hobi, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya.

Sebagian besar orang tua sering merasa takut atau khawatir atas keputusan yang dipilih anaknya. Alasannya karena merasa bahwa mereka masih kurang dewasa menentukan pilihan, takut jika saja apa yang dilakukan berakibat buruk dan sebagainya. Akhirnya anak dipaksa untuk menuruti semua keinginannya

Misalnya ketika anak ingin masuk jurusan pendidikan tertentu, orang tua melarang karena menganggap ada jurusan pendidikan yang lebih baik untuk masa depan. Anak berteman dengan teman tertentu, orang tua melarang karena menganggap anak itu memberikan pengaruh buruk. Sikap seperti ini bisa dikatakan over-controlling. Akibatnya anak akan merasa sakit hati dan merasa tak cukup mampu untuk memiliki keputusan sendiri bagi kehidupannya.

Jadi, berilah kesempatan mereka untuk memilih keputusan sendiri yang menurutnya baik. Jika khawatir, berilah dukungan dan semangat. Selalu tanamkan rasa percaya kepada anak apapun keputusan yang diambil. Dengan demikian anak akan merasa lebih dihargai.

  1. Selalu Mengganggu Privasi Pada Anak

ciri ciri toxic parents
Foto: Ruangguru.com

Apakah kamu tipe orang tua yang selalu ingin tahu apa yang dilakukan anak? Menginterogasi setiap mereka bepergian, meminta orang lain untuk mengawasinya, mengecek chat pribadi, jurnal harian, atau bahkan menaruh pelacak pada ponsel anak. Itu adalah ciri-ciri orang tua Toxic dan tidak memberikan privasi ya, Takaiters.

Memang, ada kalanya orang tua perlu memberikan pengawasan misalnya memastikan bahwa konten yang diakses di sosial media baik, memberikan jadwal  untuk bermain ponsel, dan lainya.

Namun jika hal seperti itu terlalu berlebihan apalagi dilakukan hingga anak tumbuh dewasa, mereka akan merasa tidak dihargai. Mereka juga akan merasa bahwa dirinya tidak pernah bisa diandalkan. Hal seperti ini tentu akan berakibat negatif. Jadi, hindarilah mulai dari sekarang ya.

  1. Melakukan Kekerasan Fisik Maupun Verbal Kepada Anak

ciri-ciri orangtua toxic
Foto: Brilio.net

Di luar sana mungkin ada yang masih berpikir melakukan kekerasan fisik misalnya menendang, memukul, atau mengancam anak perlu dilakukan agar mereka merasa jera ketika melakukan kesalahan.

Namun ketahuilah tindakan seperti ini sama sekali tak bisa dibenarkan bahkan menjadi ciri bahwa kamu Toxic Parents. Kekerasan fisik pada anak bisa menyebabkan dampak psikologis atau trauma. Bahkan hingga dewasa mereka akan  memilki mental lemah.

Selain itu, mendidik anak dengan keras apalagi dengan kekerasan fisik, bisa menjadi malah membuat anak semakin membangkang. Bukanya semakin nurut, mereka malah sulit diatur. Jadi ketika anak berperilaku buruk, jangan selalu salahkan kepribadiannya. Intropeksi diri juga apakah sebagai orang tua kamu sudah mendidiknya dengan baik?

Ciri  orang tua Toxic lainya ternyata bukan hanya melakukan kekerasan fisik saja. Melakukan kekerasan verbal misalnya memberikan julukan tertentu seperti anak bodoh atau anak nakal, dan sebagianya  juga akan melukai perasaan  anak.

Mereka akan merasa tak percaya diri atau minder karena orang tuanya sendiri selalu mengucapkan hal buruk tentang dirinya. Jadi orang tua harus berhati-hati dan menyadari betul akan dampak dapat perilaku seperti ini.

  1. Selalu Mengkritik dan Tidak Menghargai Usaha yang Dilakukan Anak

orang tua toxic
Foto: Pixabay.com

Toxic parents memiliki kecenderungan tidak bisa menghargai usaha yang dilakukan anak.  Mereka tidak bisa mengapresiasi suatu pencapaian, bahkan tak segan memberikan kritikan entah itu tentang prestasi, penampilan anak yang berubah, sikap, dan hal-hal serupa lainya. Padahal bentuk penghargaan entah sekecil apapun sangat diperlukan anak untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

Misalnya ketika nilai anak meningkat meskipun hanya sedikit saja, orang tua harus memberikan pujian seperti “Ayah dan Ibu bangga kamu sudah bekerja keras nak, kita yakin lain kali prestasimu bisa meningkat jika tekun belajar.” Perkataan seperti ini tentu akan menambah semangat dan motivasi mereka untuk meningkatkan prestasi.

Lain lagi jika orang tua berkata seperti “Apa gunanya kita membayar mahal guru les privat jika peningkatan nlilaimu hanya segitu, buang-buang uang saja.” Ungkapan seperti ini akan menyakiti perasaan anak. Lebih bahayanya lagi kepercayaan diri mereka akan hancur. Jadi, Toxic Parents ini sangat perlu dihindari.

Itulah ciri orang tua Beracun yang perlu diperhatikan dan diperhatikan baik itu bagi orang tua, anak, ataupun bagi kamu yang saat ini belum menikah dan ingin belajar menjadi orang tua yang baik.

Jadi, jika kamu ingin berhasil dalam mendidik anak, pendidikan terbaik secara bijak dan berilah pendidikan tanpa memanfaatkan perasaanya. Suatu saat ketika anakmu berhasil dan mereka bangga memiliki orang tua sepertimu, pasti ada kebanggaan tersendiri bukan?