Drama saga transfer Philippe Coutinho yang begitu dramatis beberapa waktu lalu, akhirnya terpecahkan. Coutinho akhirnya berlabuh ke klub raksasa Jerman, Bayern Munich. Pemain berpaspor Brasil itu resmi bergabung dalam skuad FC Hollywood (julukan Munich) pada Senin (19/8/2019) lalu.

Menurut kabar yang beredar, gelandang serang kelahiran 12 Juni 27 tahun lalu tersebut mengaku tidak punya keraguan ketika meninggalkan Barcelona. Datang dengan status pinjaman, Coutinho mendatangi kontrak sampai akhir musim 2019/2020 dengan opsi pembelian permanen.

Didatangkan dengan mahar senilai 8,5 juta euro (Rp 134,4 miliar) serta besaran gaji yang mencapai 11,2 juta euro (Rp 177,1 miliar) per tahun, kualitas kontribusinya sebagai pemain baru Die Roten tentunya dinanti oleh para fans. Nah, apa saja yang bisa ditampilkan Coutinho demi menjawab ekspektasi yang dibebankan padanya itu?

1. Ukir Debut Manis

Coutinho diyakini bakal gemilag bersama Bayern Munich
Coutinho jadi andalan Brazil. (Foto: 90min)

Bundesliga Jerman sendiri telah bergulir sebelum Coutinho bergabung. Bayern gagal meraup poin penuh pada matchday pertama setelah ditahan imbang tim tamu, Hertha Berlin dengan skor 2-2. Karena masih dalam proses transfer, otomatis ia belum bisa bermain ketika tim barunya bertanding pada Sabtu (17/8/2019).

Namun, kesempatan untuk melakukan debutnya masih terbuka lebar. Pemain yang pernah mencicipi karir sebagai pemain futsal saat masih belia tersebut sangat mungkin untuk dimainkan di laga kedua Liga Jerman. Dikenal mempunyai bakat spesial, bukan tidak mungkin baginya untuk mengukir debut manis bersama Bayern.

2. Suksesor Para Pendahulu

Coutinho pindah ke Bayern Munich
Coutinho ketika diperkenalkan manajemen Bayern Munich

Kualitasnya mulai menjadi buah bibir ketika sukses berperan gemilang bersama Liverpool. Aura kebintangannya ketika bermain di Liga Inggris membuat Barcelona kepincut memanfaatkan jasanya. Saat itu Coutinho diproyeksikan sebagai pengganti Neymar yang hengkang ke PSG.

Mahar penebusan yang besar membuat Barcelona menaruh harapan. Sayangnya, bersama Blaugrana (julukan Barcelona) ia terjebak dalam masalah adaptasi sehingga permainannya seringkali tidak konsisten.

Kini, harapan serupa tampaknya akan kembali menyertai petualangannya di Jerman. Hal itu diperkuat dengan situasi Bayern Munich yang baru-baru ini ditinggalkan duet andalan mereka, Frank Ribery karena hijrah ke Fiorentina dan Arjen Robben yang memilih gantung sepatu.

3. Isi Celah Lubang Tim

Barcelona
Philippe Coutinho semasa bermain untuk Barcelona. (Foto: Bundesliga.com)

Die Roten langsung mempercayakan nomor punggung 10 padanya setelah berhasil didatangkan. Seragam bernomor 10 merupakan saksi bagi sejumlah legenda Bayern yang pernah mengenakannya seperti Uli Hoeness, Lothar Matahaeus, Roy Makaay, dan terakhir Arjen ‘si Kaki Kaca’ Robben.

Salah satu kelebihan Coutinho adalah bisa ditempatkan di berbagai posisi, mulai dari gelandang serang, winger, sampai penyerang. Ketika bersama Liverpool, Jurgen Klopp selaku pelatihnya saat itu kerap menempatkan di sisi kiri penyerangan. Di posisi itu ia mampu tampil produktif.

Dengan kelebihannya tersebut, Coutinho kemungkinan besar akan sangat membantu Bayern untuk menutup celah besar yang ditinggalkan khususnya Ribery yang selalu mengisi posisi sayap kiri Bayern. Pada posisi itu, Coutinho akan bertandem dengan Ivan Perisic yang turut didatangkan dari Inter Milan untuk mengisi lubang yang ditinggalkan Arjen Robben.

Sebagai gelandang, ia juga memiliki kreativitas dalam mengkreasi serangan. Setidaknya, Thiago Alcantara yang berperan mengatur tempo permainan bisa sedikit terbantu. Coutinho juga memungkinkan untuk berotasi dengan Thomas Mueller di posisi penyerang lubang, tepat di belakang striker utama mereka Robert Lewandowski.

4. Mengulang Gemilang

Coutinho bersama mantan pelatihnya, Jurgen Klopp
Coutinho ketika berjaya di Liverpool. (Foto: www.fcbarcelonanoticias.com)

Masa keemasan Coutinho masih diyakini belum habis. Bersama Bayern Munich dan atmosphere Liga Jerman berpotensi dapat mengembalikan kepercayaan dirinya. Terlebih jika pemain yang dijuliki Pesulap Kecil tersebut diberi menit bermain lebih ditambah dengan kebebasan untuk berperan dalam permainan.

Bayern yang mengawali liga dengan kurang meyakinkan bisa menjadi kesempatan baginya untuk membuktikan diri. Semenjak diumumkan sebagai pemain baru, banyak pihak yang menjagokan dirinya untuk mengulang kembali kegemilangan yang pernah diraihnya ketika bersama Liverpool.

5. Mudah Beradaptasi

Selebrasi khas selepas mencetak gol
Philippe Coutinho. (Foto: 90min)

Situasi yang dihadapi Bayern saat ini berpengaruh positig bagi Coutinho. Bisa dibilang, pemain bertinggi 172 cm ini langsung menjelma sebagai bintang utama. Sama halnya seperti Neymar ketika di awal kepindahannya dari Bercelona menuju PSG beberapa waktu lalu.

Dalam komposisi yang dimiliki Munich, Coutinho bisa terlepas dari bayang-bayang kebintangan Messi di Barcelona. Bersama Barca, Coutinho kerap tertutup dengan strategi tim lamanya yang lebih memusatkan kenyamanan sang mega bintang di lapangan.

Peluang jam terbang, dan atmosphere Bundesliga inilah yang dirasa cukup untuk memberi ruang bagi Coutinho untuk lebih cepat beradaptasi dan membangun chemistry bersama rekan-rekan setimnya di Bayern Munich. Bagaimana, Takaiters? Menarik buat nungguin aksi-aksi sepanjang musim nanti, bukan?