Hi, Takaiters!

Awalnya Volendam hanyalah sebuah desa pesisir yang menjadi pelabuhan bagi nelayan-nelayan setempat. Masyarakatnya pun masih menganut tradisi setempat seperti memakai pakaian tradisional. Seiring berjalannya waktu, mulai banyak yang mengetahui keindahan Volendam. Bahkan, pelukis sekelas Pablo Picasso banyak menghabiskan waktunya di desa tradisional ini.

Keindahan Volendam pun menyebar dan mulai banyak orang berdatangan ke desa yang terletak di Propinsi Belanda Utara ini. Jaraknya yang tidak begitu jauh dari ibukota Belanda, Amsterdam, yang hanya memakan waktu kurang lebih setengah jam juga menjadi salah satu faktor penyebab wisata Volendam berkembang dengan sangat pesat. Tidak hanya turis lokal, banyak turis mancanegara yang berdatangan ke sini.

Agen-agen wisata Indonesia sendiri rata-rata memasukkan wisata Volendam sebagai kegiatan wisata yang mereka tawarkan. Selain cantik, Volendam juga memberikan rasa homey bagi turis Indonesia karena sangat mudah menjumpai hal-hal yang berbau Indonesia di sini.

Pertokoan di Volendam

Foto: tripadvisor.ca

Begitu memasuki desa Volendam, deretan restoran dan toko-toko souvenir menyambut para turis. Gerobak-gerobak pinggir jalan juga turut meramaikan dunia pariwisata Volendam. Mulai dari penjual bunga dan bibitnya, keju, roti, dan bahkan jajanan Indonesia seperti risoles juga mudah ditemukan di sini. Sebagai negara yang pernah menjajah Indonesia, Belanda hingga kini ternyata masih akrab dengan hal-hal yang berbau Indonesia, termasuk soal makanan.

Pakaian Tradisional Volendam

Foto: winarto.in

Sebelum mengunjungi tempat-tempat lainnya, menelusuri jalan-jalan di Volendam yang memperlihatkan kekhasan desa ini menjadi pilihan utama banyak turis. Menikmati menu khasnya yang berbahan dasar ikan dan keju, lalu berfoto di studio foto dengan pakaian tradisional Belanda. Ada beberapa studio foto yang sudah beroperasi sejak puluhan tahun dan lagi-lagi tempat ini memperlihatkan hubungan Indonesia-Belanda yang sudah ada sejak lama. Tampak foto-foto orang penting Indonesia dipajang di beberapa studio foto dengan menggunakan pakaian tradisional. Foto Bung Hatta, Gusdur, dan artis-artis ibukota lainnya dijadikan daya tarik oleh pemilik studio foto.

Volendam Museum

Foto: naupar.com

Volendam juga terkenal dengan museum-museumnya. Yang paling terkenal dan banyak dikunjungi adalah Volendam Museum dan Cheese Factory Museum. Dari Volendam Museum kamu bisa mengetahui sejarah Volendam dari dulu hingga kini. Mulai dari adat istiadatnya, pakaian tradisionalnya, bentuk rumah beserta perabotannya, dan kegiatan masyarakatnya yang lekat dengan kegiatan di perairan.

Foto: podrozepoeuropie.pl

Dari Cheese Factory Museum kamu akan dibekali ilmu pengetahuan mengenai keju. Tempat ini adalah surga bagi pecinta keju. Begitu memasuki pintu museum, kamu akan disambut oleh wanita Belanda yang ramah. Lalu digiring untuk pengenalan jenis-jenis keju dan cara membedakan keju. Terakhir adalah sesi mencicipi keju secara gratis. Bagi yang mau membeli oleh-oleh keju khas Volendam, bisa dibeli di lantai 2 museum ini.

Marina Volendam

Foto: tripadvisor.co.nz

Takaiters, Perjalananmu di desa tradisional Volendam bisa ditutup dengan menusuri pesisir Marina Volendam, pelabuhan tempat kapal-kapal berlabuh dengan rumah-rumah kayu khas Volendam disisinya yang menambah cantik pemandangan senja hari. Jangan lupa berfoto dengan patung khas nelayan yang menjadi icon tempat ini.

Volendam kini tentu tak setradisional dulu. Modernisasi dan banyaknya turis yang berdatangan dari seluruh dunia turut mempengaruhi perubahan Volendam yang dulu sangat tradisional. Saat ini sangat jarang anak muda Volendam yang mau memakai pakaian tradisional mereka dalam keseharian, hanya para orang tua yang masih mau menggunakannya. Meskipun demikian, penduduk Volendam tetap mempertahankan ketradisionalan mereka dengan tetap menggunakan unsur-unsur tradisional dalam berbagai aspek pariwisata di daerah mereka.