Hai, Takaiters!

Candi Ceto merupakan candi Hindu yang terletak di Lereng Gunung Lawu tepatnya di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karangayar, Jawa Tengah.

Memiliki pemandangan yang sangat indah seperti berada di atas awan karena candi ini berada di ketinggian 1496 m di atas permukaan laut. Kebayang ‘kan, Guys, betapa cantiknya pemandangan di sana? Dari atas akan nampak hamparan kebun teh, sayur, dan bukit-bukit.

Kompleks candi digunakan penduduk setempat dan peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen.

Apa saja, sih, yang ada di kompleks candi? Penasaran ‘kan? Yuk,  jalan-jalan ke Candi Cetho!

1. Area Pelataran Candi

Sumber : by:nurindah97/wordpress.com

Sebelum masuk ke kompleks candi Ceto, kamu  harus membeli tiket masuk seharga Rp7000,00 dan sewa kain poleng cukup membayar Rp2000,00  karena untuk masuk ke Candi Ceto kamu diminta memakai kain poleng.

Seperti di Bali, kamu harus mengenakan kain sarung kotak hitam –putih. Setelah memakai kain poleng, kamu disambut oleh leyak Bali, dan bisa berfoto bersama leyak dengan background Candi Ceto.

2. Komplek Candi Cetho

sumber :monky_diary/jejakpiknik.com

Setelah dari Pelataran kita naik menuju kompleks candi dengan menaiki anak tangga. Ada 9 teras candi yang tiap terasnya memiliki pemandangan yang indah, sebagai  berikut :

Teras satu, merupakan halaman pertama setelah gapura masuk. Teras dua, terdapat petilasan Ki Ageng Krincingwesi, leluhur masyarakat Dusun  Ceto. Teras tiga, terdapat dinding susunan batu tampak relief cuplikan kisah Sudamala.  Kisah inilah yang menjadi dasar upacara ruwatan.

Di sisi barat teras empat terdapat sepasang arca Bima yang menjaga tangga batu menuju teras ke-5.  Di teras ke lima, terdapat sepasang bangunan beratap, yang disebut ‘pendapa luar’ mengapit jalan menuju tangga ke teras ke-6.

Di teras keenam, terdapat arca Kalacakra dan sepasang arca Ganesha di kaki tangga menuju teras ke-7. Terdapat sepasang pendapa beratap tanpa dinding yang disebut Pendapa Dalam, sebuah tatanan batu mendatar menggambarkan kura-kura sebagai lambang Majapahit di teras ke tujuh

Di teras ke delapan, terdapat sebuah ruangan yang digunakan untuk sembahyang. Dua arca batu dengan tulisan Jawa menunjukkan tahun dibangunnya Candi Cetho. Penggambaran ‘Phallus’ ditafsirkan sebagai lambang penciptaan atau kelahiran kembali setelah dibebaskan dari kutukan.

Adalah aras tertinggi sebagai tempat pemanjatan doa di teras sembilan. Terdapat juga ruangan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda kuno. Bangunan utamanya adalah lapangan terbuka dengan patung Dewi Saraswati pada sebuah kolam.

3. Sendang Saraswati

sumber : @suryomulyo6/nativeindonesia.com

Patung Dewi Saraswati bergaya arca Bali sebagai objek pemujaan di teras terakhir. Masuk di area Sendang Saraswati pengunjung membayar tiket lagi seharga Rp5000,00.  Di sana, kamu bisa melihat patung Dewi Saraswati yang besar sebagai tempat pemujaan pemeluk agama Hindu.

Di area situs Saraswati ada sebuah sendang yang biasa dipakai mandi atau mengambil air suci yang berasal dari mata air Gunung Lawu yang dipakai untuk  ritual keagamaan atau ngalap berkah (mencari berkah) bagi wisatawan yang mempunyai keinginan yang ingin terwujud. Seperti ingin cepat mendapat jodoh, supaya sukses usahanya, dan sebagainya.

 4. Spot Foto Instagramable

sumber : piknikasik.com

Di Komplek Candi Ceto terdapat berbagai spot foto yang menawan, Guys, bagi  kamu yang menyukai fotografi dan eksis di dunia sosial media sangat cocok sekali. Spot foto akan terlihat keren jika diambil pada saat waktu tertentu seperti saat Sunset atau Sunrise.  Karena di sana sering berkabut tebal, yang menghalangi pandangan mata saat jalan, jadi kamu harus hati-hati, ya Guys,  harus pandai juga mensiasati waktu  jika ingin hasil foto terlihat keren

5. Gerbang Pendaki Ke Gunung Lawu

sumber :piknikasik.com

Bagi kamu yang gemar mendaki Gunung, bisa melewati Candi Ceto sebagai gerbang jalur pendakian ke Gunung Lawu (Pos 1). Pendaki dikenai biaya Rp20.000,00 selain Candi Ceto gerbang pendakian yang lain bisa melewati Cemoro Kandang. Akses jalan jalur pendakian sudah semakin baik karena adanya perbaikan sehingga memudahkan para pendaki melakukan pendakian.

Dengan semakin mudahnya akses ke kawasan Candi Ceto, memudahkan para wisata religi, wisatawan lokal, dan asing banyak yang berkunjung ke sana.  Hal ini berdampak positif pada peningkatan pendapatan penduduk setempat. Banyak yang menjajakan souvenir, makanan, minuman, ataupun teh hasil perkebunan.

Takaiters, tertarik berkunjung ke Candi Ceto? Semoga setelah musibah COVID-19 berlalu, kamu bisa berkunjung ke sana, ya, Guys.