Hai, Takaiters!

Kali ini, kita akan ulas sekelumit kisah tentang satu sosok yang saat ini setiap pernyataannya selalu ditunggu oleh publik. Pengumuman yang diucapkannya selalu ditunggu dan dicatat oleh banyak orang di negeri ini.

Sosok yang hendak diulas ini, pembawaannya kalem. Tidak meledak-ledak, tetapi kerap menyentil keras. Dialah orang yang kini pernyataannya selalu ditunggu rakyat Indonesia di tengah pandemi wabah COVID-19 atau virus corona. Siapa dia?

Dia, tidak lain adalah Achmad Yurianto yang dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan dan penanggulangan COVID-19.

Sebagai juru bicara untuk penanganan COVID-19, Pak Achmad Yurianto ini yang bertugas mengumumkan perkembangan penanganan virus COVID-19 di Tanah Air. Tiap hari, ia yang mengumumkan berapa warga yang positif terjangkit, berapa yang sembuh, dan jumlah korban yang meninggal.

Dalam setiap pengumumannya, Pak Achamd Yurianto juga tidak bosan mengingatkan agar masyarakat selalu disiplin terapkan social atau physical distancing. Disiplin untuk selalu ada di rumah. Rajin mengingatkan warga, rutin cuci tangan pakai sabun agar tidak tertular virus corona.

Siapa sebenarnya Pak Achmad Yurianto? Berikut 3 fakta menarik dari jejak karir Pak Achmad Yurianto yang dirangkum dari berbagai sumber. Simak, ya.

Pernah jadi Komandan Resimen Mahasiswa dan Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya

Sumber foto: Setkab.go.id

Pak Achmad Yurianto atau yang akrab dipanggil Pak Yuri ini lahir di Malang pada 11 Maret 1962. Selepas lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di Universitas Airlangga, Surabaya. Pak Yuri diterima di fakultas paling bergengsi, fakultas kedokteran.

Saat masih jadi mahasiswa, Pak Yuri ini aktif ikut berorganisasi. Aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa—organisasi yang diikuti Resimen Mahasiswa—bahkan, Pak Yuri pernah jadi Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa), lo. Ia jadi komandan Menwa Unair pada tahun 1986—1988. Pada tahun 1990, Pak Yuri lulus dari Fakultas Kedokteran Unair.

Malang Melintang di  TNI

Sumber foto : Headline.co.id

Ternyata Pak Yuri pernah berkarir di TNI. Awal karirnya di TNI, dimulai pada 1987. Ketika itu, Pak Yuri tercatat sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya. Sejak saat itulah, karir Pak Yuri lebih banyak malang melintang sebagai dokter tentara.

Pak Yuri pernah menjadi Kepala Kesehatan Kodam Pattimura. Lalu, masuk Kostrad dan sempat memimpin Batalyon Kesehatan Kostrad. Pak Yuri juga pernah ditugaskan ke Dili, Timor-Timur. Ketika itu, Pak Yuri menjadi dokter Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bakti.

Pada 2006, Pak Yuri dipercaya menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira, Cimahi, Jawa Barat. Karir terus menanjak. Pada tahun 2008, Pak Yuri menjadi Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang. Kemudian menjadi Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon Maluku pada tahun 2009. Tahun 2011, ia menjabat menjadi Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI.

Masuk ke Kementerian Kesehatan

Sumber foto: Fajar.co.id

Pada 2015, Pak Yuri ditarik dari TNI ke Kementerian Kesehatan. Jabatan pertama Pak Yuri di Kementerian Kesehatan sebagai Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Ketika itu yang jadi Menteri Kesehatan adalah Nila Moeloek. Jabatan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes diemban Pak Yuri sampai pertengahan tahun 2019.

Karirnya di Kemenkes kembali naik di era Pak Terawan Agus Putranto jadi Menkes. Pak Yuri dipromosikan menjadi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Ditjen P2P. Pak Yuri dilantik sebagai Dirjen P2P pada 9 Maret 2029. Ia menggantikan Anung Sugihantono, Dirjen P2P sebelumnya. Kini, selain sebagai Dirjen P2P, Pak Yuri ditugaskan Presiden Jokowi sebagai Juru Bicara Penanggulangan Covid-19.

Itulah fakta-fakta menarik mengenai Pak Achmad Yurianto, juru bicara untuk penanganan  COVID-19. Semoga bermanfaat.