Hallo, Takaiters!

Kehidupan sepertinya tak berpihak pada Firna Larasati, seorang gadis asal Semarang yang sedari kecil hidup mengontrak berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Firna Larasati Gadis Semarang yang Mendapat Beasiswa Kuliah S2 di New Zealand

Foto: regional.kompas.com

Tahun 2006, Firna bersyukur keluarganya berhak mendirikan gubuk di atas tanah milik pemerintah kota Semarang. Bisa memiliki tempat bernaung dari panas dan hujan pun sudah sangat disyukurinya.

Beragam profesi pernah dijalani kedua orang tua Firna untuk menyambung hidup. Ayah Firna pernah menjadi pedagang nasi goreng, buruh bangunan, dan menjadi pemulung. Begitu pula ibu, untuk membantu ayah, ia menjadi seorang asisten rumah tangga dan buruh setrika, terkadang membantu ayah memulung. Firna pun terkadang ikut memulung untuk membantu pekerjaan ayah.

Keluarga Firna Larasati serba kekurangan, namun mereka tak pernah menyerah menjalani hidup

Foto: harianterbit.com

Bagi kedua orang tuanya, hidup ini bukan hanya sekedar materi, meskipun keluarga Firna Larasati serba kekurangan, hal itu tidak  membuat  firna sekeluarga menyerah menjalani hidup. Kedua orang tua Firna telah menggemblengnya menjadi sosok tangguh dan pantang menyerah.

Tak hanya kedua orang tua yang bekerja keras, Firna pun ikut bekerja untuk membantu kedua orang tua dan membiayai keperluan sekolahnya. Dimulai dengan membantu ayahnya memulung, bekerja di toko kelontong, dan menjadi pengantar makanan.

Kedua orang tua Firna menjadi sumber kekuatannya, Firna bertekad ingin membahagiakan kedua orang tua yang sudah banyak berjasa bagi kehidupannya.

Pilihan Editor


Kedua orang tua Firna ingin anaknya bersekolah, meskipun mereka serba kekurangan, tapi demi anaknya mereka bekerja keras menyekolahkan anaknya. Alhamdulillah saat itu Firna telah lulus SMU. Selama mengenyam pendidikan, Firna selalu berprestasi dan menjadi juara kelas.

Demi membiayai kuliahnya Firna rela bekerja keras menjadi pemulung, baby sitter, juga menjadi buruh pasar

Foto: banjawmasin.tribunnew.com

Firna menemukan buku SNMPTN saat memilah barang rongsokan, ia tergerak untuk melanjutkan kuliah. Kedua orang tua mendukungnya, meski tak lulus jalur umum, ia lulus jalur beasiswa bidiknmisi untuk mahasiswi yang tak mampu. Tahun 2012 yang lalu, Firna resmi menjadi mahasiswi Universitas Negeri Semarang jurusan Ilmu Sosial Politik, namun ia harus membayar uang pangkal sebanyak Rp7 150.000,00. Untuk membayar biaya kuliah, ia rela bekerja keras menjadi babby sitter dan buruh pasar selama satu semester.

Dia mendapat keringanan membayar uang tersebut. Firna membuktikan dirinya mampu menjadi yang terbaik karena IP Firna menjadi yang tertinggi sampai akhir semester pertama. Firna bersyukur dia mendapatkan beasiswa bidik misi pengganti pada semester dua dan mencicil sebuah laptop dari hasil kerjanya.

Firna Memiliki Prestasi yang Cemerlang di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Foto: merdeka.com

Firna adalah seorang yang berprestasi, diantaranya menjadi juara III lomba Essay tentang peran pemuda menghadapi MEA Tingkat Universitas, menjadi juara harapan 1 LKTI tingkat nasional mewakili provinsi Jawa Tengah, menjadi Juara 1 Lomba Sadar Wisata dan Sapta pesona mewakili Kota Semarang, menjadi finalis lomba debat political tingkat Jawa Tengah dan DIY, Juara III Essay tentang Penguatan DPD Tingkat Jawa Tengah dan DIY, menjadi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, seperti dilansir ldpp.kemenkeu.go.id

21 Juli 2016, merupakan hari bersejarah bagi Firna Larasati. Di hari wisudanya, Bapak Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Fathur Rokhman M. Hum, merekomendasikan Firna untuk mendapatkan beasiswa magister luar negeri. Setelah mengikuti tes di bulan Desember 2016 yang lalu, Firna dinyatakan diterima dengan syarat di University of Otago dan University of Auckland.

Firna tak pernah membayangkan dirinya bisa kuliah dan melanjutkan mimpinya untuk kuliah magister di Newzealand dengan  mendapatkan beasiswa.

Semua berkat doa kedua orang tua dan kerja kerasnya selama ini. Kisah hidupnya sangatlah menginspirasi kita semua. Terus berjuang dan raihlah mimpimu, Takaiters!