Hai, Takaiters!

Negara Indonesia tercinta adalah negara agraris dengan lahan pertanian dan perkebunannya yang sangat luas. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Petani memiliki kontribusi yang sangat penting dalam memajukan perekonomian bangsa ini.

Kegigihan dan keuletannya mengolah sawah dan kebun mampu menghasilkan komoditi pertanian dan perkebunan yang sangat besar yang berguna untuk kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia.

Untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa petani maka pada tanggal 24 September diperingati sebagai Hari Tani Nasional. Takaiters, mau tahu sejarah ditetapkannya tanggal tersebut? Yuk, kamu simak?

Sejarah Awal

hari tani nasional adalah
Foto: minews.co.id

Sejak Indonesia merdeka dan bebas dari cengkeraman kolonial Belanda, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengganti Undang-undang Agraria kolonial dengan Undang-undang Agraria Baru.

Usaha ini tampaknya tidak selesai sekali namun harus melalui beberapa kali proses dan usaha. Apalagi pada waktu itu Belanda masih belum rela untuk benar-benar melepaskan wilayah Irian Barat. Hal ini menjadikan Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas yaitu membatalkan perjanjian KMB secara sepihak dan mengeluarkan UU Nomor 1 Tahun 1958 tentang penghapusan tanah-tanah partikelir dimana hak pertuanan hanya boleh dimiliki oleh negara. Ini dimaksudkan untuk meminimalisir timbulnya konflik.

Ditetapkannya 24 September sebagai hari Tani

hari tani nasional 2018
Foto: mojok.co

Kurang lebih 12 tahun bangsa Indonesia menanti lahirnya Undang-undang atau peraturan yang mengatur dan mendasari tentang agraria. Pada tanggal 12 September 1960 dilakukan sidang DPR-GR yang membahas tentang perombakan hukum agraria.

Rancangan Undang-undang perombakan hukum agraria tersebut disetujui DPR pada tanggal 24 September 1960 sebagai Undang-undang nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria yang lebih dikenal dengan Undang-undang Pembaruan Agraria (UUPA). UUPA mengatur pembatasan penguasaan tanah dimana setiap warga negara memiliki kesempatan sama untuk memiliki hak atas tanah. Lahirnya UUPA inilah yang dijadikan dasar peringatan hari Tani Nasional.

Tema Hari Tani Tahun Ini

selamat hari tani nasional
Foto: nusantaranews.co

Tahun lalu peringatan Hari Tani Nasional dilakukan dengan serangkaian acara dan kegiatan yang digelar atau TaniFest. Untuk tahun ini dimana masih berada dalam situasi dan kondisi pandemi corona maka peringatan Hari Tani Nasional akan lebih banyak dilakukan dengan daring. Taniversary kali ini mengusung tema “Mudah itu diciptakan”.

Makna Tema “Mudah Itu Diciptakan”

Peringatan Hari Tani adalah bentuk terima kasih kepada petani yang berjasa dalam memperkokoh ketahanan pangan bangsa Indonesia ini. Untuk itu dengan mengusung tema “Mudah Itu Diciptakan” diharapkan akan ada banyak kemudahan-kemudahan bagi para petani Indonesia khususnya di sektor pertanian.

Dukungan untuk para petani seperti memberikan edukasi dan pelatihan-pelatihan tentang pertanian juga sangat penting. Kemajuan pertanian sudah seyogyanya harus mendapat dukungan dari semua kalangan mulai dari pemerintah, stakeholder, penggiat teknologi dan juga masyarakat itu sendiri. Pertanian yang maju adalah cerminan dari bangsa dan negara yang maju. Untuk itu kolaborasi dari semua kalangan perlu terus dijaga.

Takaiters? Jangan lagi memandang remeh para petani, lihatlah begitu berartinya mereka bagi bangsa ini. Hargai petani dan tunjukkan kepedulianmu pada mereka. Selamat Hari Tani Nasional.