Hai, Takaiters!

Tanggal 16 Oktober 2019 lalu diperingati sebagai hari Pangan Sedunia. Dipilihnya tanggal 16 Oktober merujuk pada didirikannya Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food And Agriculture Organization (FAO), lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa yang didirikan pada tahun 1945. Ide untuk merayakan hari pangan sedunia tercetus dalam konferensi yang diadakan oleh negara-negara yang tergabung dalam FAO pada tanggal 20 November 1979.

Perayaan hari Pangan Sedunia ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulaian terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan yang dialami oleh negara-negara yang masih rendah taraf ekonominya. Sebagai generasi milenial sudah sepatutnya juga turut berpartisipasi dengan memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pencanangan hari pangan sedunia ini melalui berbagai cara yang simple tetapi menghasilkan output yang luar biasa. So, apa saja  yang bisa kamu lakukan untuk mendukung suksesnya hari pangan sedunia ini? Takaiters bisa menyimaknya, ya?

Pupuk Jiwa Kepedulian Terhadap Sesama

Foto: beritalima.com

Tidak semua orang terlahir kaya dan tidak semua orang bisa beruntung hidupnya. Bagi kamu yang memiliki rezeki yang berlebih seyogyanya selalu tanamkan dalam diri sikap peduli dan welas asih terhadap sesama terutama bagi mereka yang kurang mampu hidupnya.Menyisihkan sebagian rezeki dengan memberikannya pada yang kurang mampu memiliki makna yang luar biasa. Tidak harus berupa uang, Guys? Makanan, pakaian, dan ilmu yang bermanfaat juga bisa kamu bagikan kepada mereka.

Jika semua milenial punya kepedulian akan hal ini maka kesenjangan sosial dan kemiskinan lambat laun akan teratasi. Agama juga mengajarkan akan kepedulian terhadap sesama dan imbalannya adalah pahala dari Allah.

Mulailah Hidup Hemat/Tidak Boros

Foto: money.kompas.com

Hemat bukan berarti pelit. Hidup hemat adalah hidup yang jauh dari foya-foya atau pemborosan. Jika dulu kamu sering mengahmbur-hamburkan uang untuk belanja yang tidak teralu penting, mulai sekarang kamu harus belajar untuk mengerem kebiasaan kamu. Belanjalah secukupnya dan sisihkan sebagian rezeki kamu bagi mereka yang lebih membutuhkan. Kamu juga bisa mulai berbenah untuk pakaian dan barang-barang yang masih banyak menumpuk dan tidak pernah terpakai lagi dengan di bagikan kepada yang membutuhkan.

Tidak Membuang-buang Makanan

Foto: bobo.grid.id

Menghargai rejeki yang kamu dapat salah satunya adalah dengan tidak membuang-buang makanan. Ingat di luar sana masih banyak yang mengalami kelaparan. Rasa lapar yang melilit perut mereka membuat mereka menjadi lemah dan tak berdaya. Akibatnya bisa menyebabkan sakit dan berujung pada kematian. Tentunya kamu tidak mau, bukan? Hal itu terjadi di sekitar kamu? Jika makanan kamu berlebih, bagilah dengan mereka yang kesusahan untuk mendapatkan sesuap nasi. Kamu juga bisa menjadi donatur makanan untuk orang-orang yang tidak mampu melalui yayasan, kegiatan amal, jumat berkah ataupun di taruh di tempat-tempat ibadah.

Ubah Pola Makan dengan Asupan Gizi yang Seimbang

Foto: parentingclub.co.id

Mengubah pola makan yang tidak sehat menjadi pola makan yang memperhatikan asupan gizi yang terkandung di dalamnya adalah salah satu tujuan diperingatinya hari pangan sedunia. Sebagai milenal cerdas kamu tentunya harus paham akan hal ini. Makanan yang memiliki gizi seimbang akan berimbas pada kecerdasan otak dan stamina tubuh yang lebih baik. Jika masyarakat cerdas dan sehat maka pengembangan SDM juga akan meningkat dan pembangunan ke arah kemajuan bangsa akan lebih cepat terlaksana. Hal ini tentunya akan meminimalisir masalah kemiskinan dan kelaparan.

Takaiters? Jadi peringatan hari pangan sedunia bukan hanya untuk bermegah-megahan saja ya? Pesta makanan dan sejenisnya. Tetapi justru harus di ambil makna hakikinya agar tidak salah sasaran dan tujuan sebenarnya.