Hai, Takaiters!

Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Semua guru di Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan akan bersuka cita merayakannya. Mulai dari Kabupaten, Instansi Dinas Pendidikan juga di masing-masing sekolah akan ditemui bermacam-macam perayaan Hari Guru Nasional ini. Untuk kabupaten atau kota biasanya melaksanakan upacara sebagai bentuk peringatan Hari Guru Nasional, sedangkan di sekolah-sekolah seringnya di adakan lomba-lomba untuk guru juga siswanya.

Kali ini, Takaitu tidak akan membahas tentang perayaan Hari Guru Nasional secara detail tetapi akan mengajak kamu untuk berwisata dan berziarah ke makam Dr. Sulistyo salah satu tokoh pendidikan yang sangat berjasa dalam memperjuangkan kesejahteraan guru. Mau tahu seperti apa makam Dr. Sulistyo? Ikuti Takaitu jalan-jalan, yuk, Guys?

Lokasi Makam Dr.Sulistyo

Foto: jend-rahman.blogspot.com

Terletak di desa Kali Tengah kecamatan Purwanegara kabupaten Banjanegara, makam Dr. Sulistyo berdiri megah di atas perbukitan. Akses jalannya yang cukup mudah dan lancar kira-kira 1 jam dari pusat kota membuat makam ini cukup ramai dikunjungi para peziarah juga wisatawan yang ingin melihat indahnya makam Dr. Sulistyo ini.

Dr. Sulistyo, M.Pd.

Foto: poskotanews.com

Lahir di Banjarnegara tanggal 12 Februari 1962, Dr. Sulistyo, M.Pd. adalah sosok yang sangat cerdas terbukti dari karirnya yang menjulang yaitu sebagai Ketua Umum PB-PGRI yang terpilih pada konggres PGRI ke XX tahun 2008 di Palembang Sumatera Selatan, Rektor IKIP PGRI Semarang, Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi LPTK Swasta Indonesia yang beranggotakan 237 LPTK Swasta, anggota Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) tingkat Nasional juga anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah.

Kiprah Dr. Sulistyo, M.Pd.

Foto: nasional.tempo.com

Sebagai Ketua Umum PB-PGRI dan juga anggota Konsorium Sertifikasi Guru (KSG), Dr. Sulistyo sangat memperhatikan kesejahteraan para guru. Bagi beliau guru adalah pendidik yang memiliki peranan yang sangat besar dalam mensukseskan pembangunan bangsa dan negara melalui pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Dr. Sulistyo selalu menampung semua keluh kesah para guru, aspirasi dan harapan-harapan yang diimpikan para guru. Berkat beliau akhirnya para guru di Indonesia mulai terangkat taraf hidup ekonominya dengan mendapatkan tunjangan profesi atau yang dikenal dengan istilah sertifikasi guru.

Tragedi Meninggalnya Dr. Sulistyo, M.Pd.

Foto: news.okezone.com

Meninggalnya Dr. Sulistyo, M.Pd. sangat tragis yaitu beliau meninggal karena menjadi korban ledakan tabung oksigen di Rumah Sakit TNI AL Mintoharjo jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada hari Senin tanggal 14 Maret 2016. Saat itu beliau sedang menjalani perawatan karena sakit.

Monumen Dr. Sulistyo, M.Pd.

Foto: jateng.tribunnews.com

Dibangunnya monumen Dr. Sulistyo, M.Pd. adalah bentuk penghargaan para guru terhadap jasa beliau dalam memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para guru di Indonesia. Monumen ini awalnya hanya sebuah makam biasa dengan kondisi yang kurang layak dan akses jalannya yang sulit.

Namun, karena Dr. Sulistyo merupakan salah satu pejuang pendidikan, para pengurus besar PGRI menjadi tergugah untuk menata dan memperindah area pemakaman ini. Ribuan guru juga turut serta dalam menyumbang untuk pembangunan makam ini, bahkan ada yang menyumbangkan tenaganya untuk terjun langsung dalam pembangunan makam beliau.

Di samping makam Dr. Sulistyo juga dibangun masjid yang sangat indah untuk tempat para peziarah bersitirahat dan melaksanakan ibadah. Makam ini juga telah memiliki nomenklatur sebagai monumen bagi Dr. Sulistyo, M.Pd. tokoh pejuang pendidikan. Peziarah ataupun pengunjung yang datang tidak hanya yang berasal dari dunia pendidikan. Masyarakat awan atau wisatawan juga banyak yang mengunjungi makam ini sebagai tempat tujuan wisata edukasi. Untuk itu pemerintah setempat juga sangat getol untuk terus menata dan mempercantik makam ini sebagaiĀ  salah satu destinasi wisata.

Kini, makam Dr.Sulistyo, M.Pd. telah beridiri megah. Semegah dan seharum namanya di hati para guru. Jasa-jasanya, keberaniannya dan semangatnya juga terus berkobar dalam jiwa para guru. Takiaters, Selamat Hari Guru Nasional! Jadilah guru yang cerdas dan berkepribadian yang akan menjadi panutan dan teladan putra putri generasi bangsa.