Hi, Takaiters! 

Perkembangan teknologi pada zaman sekarang semakin sulit ditampikan lagi. Meskipun keberadaanya terkadang membawa efek domino seperti pengurangan tenaga kerja manusia hingga menghancurkan jenis pekerjaan yang ada sebelumnya.

Namun dengan teknologi juga, banyak cabang kehidupan baru yang tumbuh dan dipercaya mampu membantu mengentaskan banyak kegiatan yang sulit manusia lakukan.

  • Latar Belakang

face recognition python
Foto: home.sophos.com

Trend teknologi pun berubah. Kini, perkembangan teknologi terbesar telah mengarah pada kecerdasan buatan atau AI.

Istilah dan riset mengenai kecerdasan buatan dikenal sejak tahun 1956. Dan semakin populer dewasa ini berkat algoritma canggih, penyimpanan komputasi, dan peningkatan daya.

Teknologi ini pun bahkan diklaim mampu menggantikan beberapa pekerjaan atau profesi di masa depan.

AI sendiri memiliki banyak percabangan teknologi, salah satunya adalah deep learning. Dengan menggunakan deep learning, memungkinkan sebuah komputer untuk mampu mengerjakan pekerjaan manusia seperti mengenali suara, mengidentifikasi gambar, bahkan membuat seuah prediksi.

  • Apa Itu face recognition?

face recognition android
Foto: mime.asia

Untuk lebih memaksimalkan penggunaan deep learning, dibuatlah sebuah sistem implementasi bernama face recognition. Dengan implementasi face recognition, komputer akan mampu mengenal wajah secara spesifik dari gambar digital atau frame video. Tidak hanya wajah yang dapat dikenali, namun juga usia, keadaan emosional, serta fitur-fitur wajah.

Sistem face recognition dibangun berdasarkan pemodelan atau pre-trained model. Pembuatan pemodelan tersebut bertujuan agar komputer mampu mengenali gambar dan karakteristik wajah seseorang serta mampu mengintegrasikan ke dalam sistem database yang telah dibuat sebagai bank data.

  • Kegunaan face recognition

Foto: sodapdf.com

Face recognition sendiri banyak digunakan dalam ragam aplikasi, seperti sistem absensi, monitoring sistem pengunjung di pusat perbelanjaan, hingga mengenali statistik perilaku konsumen bagi industri retail.

Dalam pemanfaatan untuk sistem absensi, teknologi  ini menggunakan alat scan  dengan panas sinyal inframerah (infrared heat scan) guna mengidentifikasi karakteristik bentuk wajah. Terdapat beberapa bagian wajah yang dianggap paling bisa dipercaya. Bagian tersebut tersebut meliputi mata, alis mata, dan mulut.

Selain menggunakan kamera dan scaner sebagai piranti wajibnya, face recognition juga mengharuskan adanya device yang bekerja sebagai pengenal kode pada objek muka seseorang.

Device ini mengambil kode berdasarkan bentuk geometri wajah. Jenis pengambilan data informasi pada device ini dibagi menjadi 2 (dua) tipe, yaitu tipe pengambilan secara 2D dan tipe pengambilan secara 3D.

Namun pada penerapanya, sistem face recognition 3D lebih banyak digunakan karena lebih spesifik dalam mengenali objek wajah.

  • Cara kerja face recognition

Foto: iotworldtoday.com

Untuk lebih jelas mengenai cara kerja device yang ada di dalam face recognition, berikut adalah ulasan lengkapnya.

1. Pendeteksian wajah.

Pendeteksian wajah dilakukan dengan pengambilan foto wajah manusia dengan memindai foto 2D secara digital, atau bisa juga menggunakan video untuk mengambil foto wajah 3D.

2. Penjajaran.

Setelah wajah berhasil dideteksi, software akan dapat menentukan posisi, ukuran, dan sikap kepala. Pada software 3D, foto wajah mampu dikenali hingga 90 derajat. Sedangkan untuk software 2D posisi kepala harus menghadap kamera dan hanya mampu dikenali hingga 35 derajat.

3. Pengukuran.

Selanjutnya, softwaredapat mengukur lekukan yang ada pada wajah dengan menggunakan skala sub-milimeter (microwave) dan membuat template.

4. Representasi.

Kemudian jika templatetelah berhasil dibuat, maka template tersebut dapat diterjemahkan kedalam sebuah kode yang unik, yang mempresentasikan setiap wajah.

5. Pencocokan.

Jika foto wajah yang telah direpresentasikan dan ketersediaan foto wajah dalam basis data 3D, proses pencocokan dapat langsung dilakukan. Namun, ketika foto wajah 3D diambil, softwareakan mengidentifikasikan beberapa titik (biasanya tiga titik) yaitu mata bagian luar dan dalam, serta ujung hidung.

6. Verifikasi atau identifikasi.

Verifikasi merupakan proses pencocokkan dengan perbandingan 1:1. Sedangkan identifikasi adalah perbandingan foto wajah yang diambil dengan seluruh gambar yang memiliki kemiripan dalam database.

7. Analisis tekstur wajah.

Kemajuan teknologi juga memungkinkan sebuah software face recognition untuk mengenali kulit atau keunikan tekstur kulit sehingga mampu meningkatkan akurasi hasil pencocokkan.

Hanya saja, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan proses analisis tekstur ini tidak dapat bekerja maksimal. Misalnya pantulan cahaya dari kacamata atau foto wajah yang menggunakan kacamata matahari.

Faktor penghambat analisis lainnya adalah rambut panjang yang menutupi bagian tengah wajah, pencahayaan yang kurang tepat, serta resolusi yang rendah.

Nah, bagaimana Takaiters? Lebih kurang inilah penjabaran mengenai face recognition.