Hai, Takaiters!

Bagi kamu pencinta kuliner, menikmati berbagai macam makanan tradisional di pasar atau di stand kulineran itu sudah menjadi hal yang biasa bukan,? tapi bagaimana rasanya jika Takaiters menikmati makanan tradisional di sebuah pasar digital yang unik dengan menikmati berbagai suguhan hiburan dan suasana pasarnya yang nyaman?

Nah, kali ini Takaiters akan kita ajak jalan-jalan ke pasar digital Lodra Jaya. Pasar digital Lodra Jaya ini merupakan pasar digital pertama kali di Kabupaten Banjarnegara tepatnya berada di DesaWinong.

Pasar Dibuat dengan Konsep Pedesaan

Image result for Pasar Digital Lodra Jaya
Foto: Ella Fitria

Pasar ini dibuat dengan konsep pedesaan yang sangat apik. Lapak-lapak penjualnya dibuat dari bambu yang atapnya menggunakan jerami dan ditata sedemikian rupa. Ada 5 lapak besar yang disediakan untuk makanan berat dan kurang lebih 13 lapak standar untuk jajanan dan minuman tradisional dan 2 lapak untuk handicraft.

Nama-nama yang digunakan pada lapak tersebut menggunakan nama-nama candi yang ada di Dieng. Pintu gerbangnya juga dibuat dengan bentuk replika candi Dieng. Hal ini dimaksudkan bahwa keberadaan pasar digital Lodra Jaya sebagai penunjang destinasi utama di Banjarnegara yaitu Dieng. Pintu keluar pasar ini dibuat dengan replika gerobak dawet ayu sebagai minuman khas Banjarnegara. Desain pasar ini sangat menarik dan sangat instagramable cocok bagi Takaiters yang hobi selfi dan posting di Media Sosial.

Jajanan yang Disuguhkan Beragam

Image result for Pasar Digital Lodra Jaya
Foto: Satelit Post

Jajanan atau makanan yang disuguhkan pun beragam, mulai dari makanan tradisional berupa nasi buntil, njagung / sego jagung, intil, sego pecel juga sego leye. Jajanan pasar juga banyak ditemui disana seperti mendhut, putu ayu, ciwel, cenil, lupis, nagasari, kepok ijo dan masih banyak lainnya. Berbagai macam minuman khas, seperti badeg, dawet ayu banjarnegara, wedang ronde, dan wedang kopi lokal banjarnegara juga ada. Lidah Takiters bakal dimanjakan di sini, lo.

Selain wisata kulineran, pasar digital Lodra Jaya juga menyajikan berbagai macam permainan tradisional seperti, egrang, congkak, dan kelereng. Area edukasi juga dapat Takaiters temui disini yaitu seni melukis dengan media keramik. Keramik dipilih sebagai media untuk melukis karena Banjarnegara identik dengan keramiknya yang juga sudah mendunia. Seperti keramik dalam bentuk poci-poci yang biasa digunakan dalam tradisi seduh teh poci.

Transaksi Pembayaran Menggunakan Uang Kethip

GenPI Jateng
Foto: akubangkit.com

Yang unik dari pasar digital Lodra Jaya ini adalah transaksinya menggunakan uang “Kethip”. Uang kethip adalah uang yang digunakan pada zaman dahulu sebagai alat transaksi. Satu ketip nilainya sama dengan sepuluh sen.

Di pasar Lodra Jaya, uang kethip yang digunakan dibuat dari tempurung kelapa yang dibuat seperti uang logam pada umumnya. Tempurung kelapa yang sudah dibuat seperti uang logam kemudian di ukir dengan angka nominal dan tulisan lodra jaya. Satu kethip nilainya sama dengan   Rp2.500,00 Jika Takaiters berkunjung ke pasar digital Lodra Jaya, Takaiters bisa menukarkan uang rupiah dengan uang kethip di lapak depan. Karena semua pedangang di pasar digital Lodra Jaya ini hanya mau menerima uang kethip sebagai alat pembayarannya.

Satu lagi Takaiters, pasar Lodra Jaya ini hanya buka pada hari minggu aja ya, yaitu dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 12.00 siang, jadi Takaiters bisa mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Seperti janjian dengan teman untuk pergi kesana, bisa juga dengan bersepeda pagi dengan keluarga atau teman-teman Takiters karena akses jalannya yang mudah dan rata. Selamat berkuliner di pasar digital Lodra Jaya ya, Takaiters?