Hallo, Takaiters!

Nasi gandul adalah  salah satu kuliner tradisional yang sangat digemari. Nikmatnya nasi gandul khas Kabupaten Pati sayang untuk dilewatkan. Kabupaten Pati merupakan salah satu kabupaten yang berada di pesisir utara Pulau Jawa dan termasuk dalam  Provinsi Jawa Tengah.

Secara geografis, Kabupaten Pati berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Kabupaten Kudus di sebelah barat, Kabupaten Rembang di sebelah timur dan Kabupaten Grobogan di sebelah selatan.

Nasi gandul merupakan kuliner warisan yang sudah turun temurun. Mau tahu bagaimana nikmatnya nasi gandul? Simak, yuk!

  1. Asal nama nasi gandul

nasi gandul khas pati kabupaten pati jawa tengah
Foto: sutiono-kuliner.blogspot.com

Nasi gandul sudah ada turun temurun. Menurut kisah, nama nasi gandul berasal dari pedagang yang ketika keliling berjualan menggunakan pikulan dan tempat nasi digantung atau dalam Bahasa Jawa “digandulke.”

Desa pertama munculnya nasi gandul adalah desa Gajah mati di Kecamatan Pati Kota sehingga namanya biasa disebut nasi gandul Gajah mati. Sampai sekarang setiap rumah makan yang menjual nasi gandul tetap menggunakan pikulan untuk mengantung nasi gandul.

Hampir di semua sudut daerah Pati banyak ditemui penjual nasi gandul, baik pedagang kaki lima, warung makan maupun restoran. Dengan uang Rp. 15.000- Rp. 25.000 kita dapat menikmati nasi gandul yang lezat lengkap dengan lauknya.

Yang unik dari nasi gandung adalah piring yang digunakan untuk menyajikan makanan ini dilapisi dengan daun pisang. Fungsi daun pisang selain sebagai alas juga untuk menetralkan agar panas dari makanan cepat berkurang sehingga dapat  segera dinikmati

  1. Lauk yang biasa digunakan

nasi gandul pak meled kabupaten pati jawa tengah
Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Nasi gandul diolah dengan tambahan rempah-rempah sehingga terasa gurih dan nikmat. Kuahnya mempunyai cita rasa yang khas. Selain kuah, kekhasan yang lain dari nasi gandul adalah lauk yang digunakan berupa jeroan, daging, dan lidah sapi.

Menurut sejarah, nasi gandul dengan lauk khas olahan daging sapi adalah salah satu cara menghormati tradisi tidak menyembelih kerbau di wilayah Pati.

Jadi tidak akan pernah dijumpai nasi gandul dengan lauk daging kerbau. Berbeda halnya dengan kabupaten sebelahnya, yaitu Kudus. Di Kudus  tradisi yang masih dipegang adalah tidak menyembelih sapi.

  1. Tempe garit goreng sebagai pelengkap

nasi gandul pati resep
Foto: cookpad.com

Makan nasi gandul kurang lengkap tanpa tambahan tempe garit goreng. Tempe garit goreng adalah tempe yang ketika akan diberi bumbu digaris-garis dengan pisau agar bumbu meresap. Tempe yang biasa digunakan untuk menemani nasi gandul  juga memiliki kekhasan tersendiri, yaitu keras di luar namun renyah ketika digigit.

Sekilas orang akan terkecoh dengan penampilan tempe garit  goreng yang dijual untuk melengkapi nasi gandul. Berbeda dengan tempe pada umumnya yang dibungkus dengan plastik, tempe untuk nasi gandul dibungkus dengan daun jati.

Meski nasi gandul bukan satu-satunya kuliner yang berasal dari Kabupaten Pati, namun sangat terkenal. Rasanya belum ke Pati kalau belum makan nasi gandul Gajah mati. Menikmati nasi gandul di warung pinggir jalan di bawah sinar bulan terasa sangat nikmat dan berkesan.

Magnet kuliner satu ini cukup mampu mengundang wisatawan untuk mampir ke kota Pati. Ditambah kondisi Kota Pati yang asri dan alami dan tanpa kemacetan, semakin membuat wisatawan penasaran untuk singgah.