Halo, Takaiters!

Sudah memasuki bulan kelima di tahun 2020, tetapi  pandemi COVID-19 belum juga berakhir. Perlawanan terhadap virus corona belum selesai, meskipun vaksin untuk menghentikan penyebaran virus ini telah dalam tahap pengembangan. Kasus baru masih terus bertambah di seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus yang meluas, pemerintah setiap negara di dunia menerapkan kebijakan-kebijakan baru. Contohnya seperti lockdown atau karantina wilayah, aturan social distancing,hingga physical distancing. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa negara di dunia mulai melonggarkan aturan pembatasan fisiknya.

Sebab, meskipun sejumlah ahli memprediksi bahwa pandemi COVID-19 ini dapat berlangsung lama, tetapi tentu saja tidak selamanya masyarakat bisa hidup dengan kondisi karantina seperti ini. Terkait hal ini, muncullah kondisi yang disebut para ahli dengan istilah “The New Normal Life, yaitu pola hidup normal yang baru. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Istilah Untuk Perubahan Gaya Hidup dan Perilaku

a new normal life
Foto: Pexels.com

Para ahli menyebutkan bahwa dengan prediksi perjalanan pandemi yang masih panjang, kondisi tidak akan sepenuhnya kembali normal seperti semula, baik secara global maupun di Indonesia. Akan ada kondisi baru yang disebut fase new normal life yang merupakan istilah untuk perilaku dan gaya hidup baru yang muncul di tengah masyarakat setelah pandemi. Secara sederhana, new normal life dapat diartikan sebagai kondisi hidup berdampingan dengan COVID-19.

Contoh Perilaku New Normal Life

washing hands
Foto: Freepik.com

Banyak perilaku baru yang tercipta di tengah masyarakat setelah wabah COVID-19. Contohnya, sebelum pandemi ini, kebiasaan mencuci tangan adalah hal yang sering diremehkan dan dianggap tidak perlu dilakukan setiap saat . Namun, setelah pandemi, kebiasaan mencuci tangan, menggunakan masker hingga menjaga etika batuk dan bersin berubah menjadi hal-hal penting yang diperhatikan setiap orang.

Dampak New Normal Life

new life style
Foto: Pexels.com

Setiap hal baru pasti ada dampak positif dan negatifnya. Dampak positifnya, berbagai perilaku baru ini menciptakan suatu kondisi normal yang baru (new normal) yang lebih sehat bagi masyarakat. COVID-19 secara tidak langsung telah menggiring masyarakat untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

Namun, dampak negatifnya, akan muncul banyak perubahan di kehidupan sosial, kesehatan, ekonomi, psikologis, dan lain sebagainya. Jika dahulu masyarakat bebas berkumpul, kegiatan yang melibatkan kerumunan orang seperti nongkrong atau kumpul-kumpul harus ditekan seminimal mungkin. Jumlah penumpang dan posisi duduk di transportasi publik pun diprediksi akan berubah.

Pentingnya Menerapkan New Normal Life

new normal life
Foto: Pexels.com

Situasi sekarang menuntut manusia untuk berevolusi, berubah dari kebiasaan yang lama dan beradaptasi dengan keadaan saat ini. Kehidupan harus terus berlanjut meskipun belum jelas kapan pandemi ini akan berakhir.

Beberapa negara mulai mengedukasi masyarakatnya dan memberlakukan new normal life sembari menunggu vaksin COVID-19 yang belum juga selesai. Contohnya seperti Korea Selatan yang mulai membuka kembali gedung perkantoran dan fasilitas publik, serta Thailand yang mulai mengizinkan para pedagang kecil, retail, dan restoran untuk kembali membuka usaha.

Di Indonesia sendiri, munculnya new normal life dapat dilihat dari pemerintah yang telah memepersilakan masyarakat beraktivitas secara terbatas, dengan tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan. Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan bahwa sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan COVID-19 hingga beberapa waktu ke depan.