Hi, Takaiters!

Bagi penggemar film dari negeri dongeng, sleeping beauty atau si Putri Tidur tentu tidak asing dengan istana yang menjadi tempat si putri tertidur bertahun-tahun lamanya. Istana itu tidak hanya ada di negeri dongeng, tetapi benar-benar ada di dunia nyata.

Neuschwanstein adalah nama istana itu. Terletak di kota kecil Füssen di negara bagian Bavaria, Jerman, tepatnya di desa Schwangau dan berbatasan langsung dengan Austria, istana ini menjadi salah satu istana paling populer di Jerman dengan jumlah pengunjung yang terbilang cukup fantastik, yaitu 1,5 miliar per tahunnya dan 6 ribu pengunjung per hari di musim panas.

Neuschwanstein mulai dibuka untuk umum pada tahun 1886, tepatnya enam minggu setelah kematian raja Ludwig II yang merupakan raja yang membangun istana ini meskipun tidak selesai dan belum sempat ia tinggali. Bertema romantisme negeri dongeng, Ludwig II awalnya merancang sendiri arsitektur istana ini. Karena belum selesai dan ia wafat, maka diambil alih oleh pemerintah saat itu.

Menginspirasi Walt Disney dalam Membuat Logo Film

Foto: Anne Yaa/Takaitu

Karena keindahan dan keunikan Neuschwanstein, produser, sutradara dan animator yang merajai perfilman Amerika pada abad ke 20, Walt Disney terinspirasi untuk membangun istana yang mirip dengan istana Neuschwanstein di Disneyland miliknya, serta menjadikannya logo dalam setiap film-filmnya.

Masuk Nominasi 7 Keajaiban Dunia

Foto: Anne Yaa/Takaitu

Istana yang berjarak 131 km dari kota München ini pernah masuk nominasi 7 Keajaiban Dunia pada tahun 2007 silam. Meskipun pada akhirnya tidak terpilih, istana ini tetap menjadi tujuan wisata primadona para wisatawan saat mengunjungi Jerman.

Agar bisa memasuki bagian dalam istana negeri dongeng ini, kamu harus membeli tiket seharga 13 euro. Ada juga tiket kombinasi seharga 22 euro jika kamu ingin memasuki istana Hohenschwangau, istana pertama yang dibangun ayah raja Ludwig II sebelum adanya Istana Neuschwanstein. Dengan tiket kombinasi ini kamu juga bisa masuk museum yang ada di kaki bukit istana.

Pilihan Editor


Takaiters, kamu dijamin nggak akan rugi membayar tiket seharga itu karena pemandangan dari atas Istana Neuschwanstein benar-benar bak di negeri dongeng dengan dua danau indahnya, Danau Alp dan Danau Schwan.

Foto: Anne Yaa/Takaitu

Jadwal masuk pengunjung sudah diatur dengan baik dan rapi. Biasanya di tiket masuk sudah ditentukan jam berapa bisa masuk istana untuk menghindari kelebihan pengunjung. Perjalanan di dalam istana berlangsung selama 35 menit yang dipandu oleh seorang guide istana. Saat membeli tiket, para turis juga diberikan self guide tour yang bisa didengarkan sendiri jika kurang mengerti dengan penjelasan si tour guide.

Berbeda dengan istana-istana di Jerman pada umumnya yang bergaya barock dan renaissans, Raja Ludwig II membangun Istana Neuschwanstein dengan meniru berbagai arsitektur dunia. Salah satunya adalah arsitektur kerajaan Ottoman di Turki.

Selesai menjelajahi istana, saatnya membeli souvenir. Di sekitar istana ada toko souvenir dengan harga yang cukup terjangkau yang menjual gantungan kunci, gelas , kartu pos, baju, tas kain, yang tentunya ada gambar-gambar objek wisata di areal itu tertempel di souvenir.

Di balik keindahan dan kemegahan Istana Neuschwanstein, ada sebuah teka-teki yang hingga kini belum terpecahkan yaitu soal kematian Raja Ludwig II yang membangun istana negeri dongeng ini. Beliau wafat pada 13 Juni 1886, tenggelam di Danau Starnberg dan diduga bunuh diri. Sumber lain mengatakan ia dibunuh lawan politiknya. Namun, teka-teki itu hingga kini masih menjadi misteri.

Belum pernah ada cerita turis yang tidak takjub dan kecewa setelah datang ke sini. Pastinya kamu juga tidak akan kecewa. So, kapan kamu ke Neuschwanstein? Jangan sampai kamu dimimpiin raja Ludwig II, lho!