Hai, Takaiters!

Siapa yang bilang makanan pokok orang Indonesia cuma beras? Guys, kamu harus explore lagi deh! Jauh sebelum populer makan nasi dari beras seperti sekarang ini, ternyata  orang Indonesia punya kearifan lokal yang unik terkait makanan pokoknya sejak zaman dulu.

Orang Maluku dan Papua terkenal karena makan papeda dengan lauk ikan kuah kuning. Berbeda dengan orang Temanggung, Jawa Tengah, makan nasi jagung populer disana. Bagaimana dengan orang Kebumen?

Orang Kebumen memiliki nasi oyek sebagai makanan pokok selain nasi biasa, guys!

Buat kamu yang belum tahu, coba baca ulasan di bawah ini, guys!

  • Asal Usul Oyek

nasi oyek adalah
Foto: cookpad.id (Gaplek, bahan dasar oyek)

Oyek atau dikenal juga dengan istilah nasi singkong karena bahan dasarnya dari umbi singkong. Oyek tercipta karena sejarah panjang penjajahan di Indonesia beberapa ratus tahun yang lalu.

Konon, karena harga beras melambung tinggi, beras dianggap sebagai makanan ‘sultan‘—hanya orang kaya yang makan. Lantas, bagaimana dengan kehadiran oyek yang populer dikalangan orang Kebumen?

Sejak melambungnya harga beras akibat penjajahan, banyak orang yang tidak mampu beli beras. Akhirnya mereka berinovasi dengan bahan makanan seadanya yaitu singkong kering atau gaplek sebutannya yang waktu itu mudah dijumpai di Kebumen. Kemudian gaplek singkong disulap menjadi makanan pengganti beras. Terciptalah nasi oyek yang dikenal sekarang.

  • Oyek Makanan Para Pejuang Kemerdekaan

Nasi oyek kebumen
Foto: trenzindonesia.com (Nasi singkong atau oyek)

Pernah ngga sih, kalian kepikiran ah ini makanan jadul! Udah kuno! Eits, tunggu dulu, pasti kamu akan berpikir ulang kalau sudah dengar kisah di balik nasi oyek ini.

Kalian pasti  kenal dengan pahlawan kemerdekaan yang ahli taktik perang gerilya, Bapak Jendral Soedirman kan? Ternyata Jendral Soedirman makan oyek lho, guys! 

Dikutip dari laman indonesia.go.id, oyek ikut menjadi saksi bisu perjuangan Jenderal Soedirman keluar masuk hutan dalam menjalankan taktik perang gerilya menghadapi agresi militer Belanda di era tahun 1948-1949.

Dikisahkan oleh Abu Arifin, seorang Ajudan II Jendral Soedirman dalam buku Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman: Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia; Kisah Seorang Pengawal, ketika berada di daerah Kediri, Jawa Timur, Desember 1948.

Pasukan Soedirman terdesak oleh pasukan Belanda hingga masuk hutan rotan di daerah Kediri. Serta dalam keadaan kelelahan dan kelaparan luar biasa, belum lagi dalam kepungan pasukan Belanda kala itu. Ditambah persediaan logistik sudah menipis.

Dalam kondisi sulit itu, muncullah Kapten Pardjo—julukan dari Soepardi Roestam, dia nekat pergi bermodal sarung dan baju bekas untuk ditukar makanan di desa terdekat. Pardjo bersusah payah menembus barikade pasukan Belanda untuk sampai ke desa terdekat itu.

Pardjo kembali dengan misi yang sukses. Arifin mengira makanan yang dibawa Pardjo adalah nasi, tetapi ternyata setelah dijelaskan oleh Pardjo, masyarakat desa terdekat hanya punya oyek. Berbekal oyek, Jendral Soedirman dan pasukan, mampu bertahan di hutan beberapa waktu.

Bagaimana apakah kamu akan berpikiran kalau oyek itu kuno? Oyek itu bukan sekedar makanan pokok bagi orang Kebumen. Lebih dari itu, sejarah membuktikan, oyek telah menyelamatkan ribuan nyawa orang kelaparan!

  • Cara Menikmati Oyek

Nasi oyek kebumen bahan dasar
Foto: indonesia.go.id (Nasi oyek campur parutan kelapa)
Foto: detik.com (Nasi goreng oyek Kebumen)

Guys, ternyata makan oyek tidak seribet mengolah singkong singkong menjadi gaplek, kemudian gaplek menjadi butiran oyek.

Makan oyek mudah banget, guys! Kamu bisa makan oyek dengan didampingi lauk ikan asin, atau bisa juga dengan ditaburi parutan kelapa. Dikreasikan dan juga bisa guys, dibuat nasi goreng oyek. Rasanya gurih, dijamin bikin nagih pokoknya. Kamu juga bisa menambahkan gudeg, kluban atau urap, ditambah mendoan anget plus sambal. Nikmat banget! Kamu harus cobain guys!

  • Ternyata Oyek Rendah Kalori Guys!

Nasi goreng oyek Kebumen
Foto: atmosferku.com

Guys, kandungan karbohidrat kompleks dalam oyek berupa oligosakarida dan polisakarida. Bahkan nasi biasa hanya mengandung karbohidrat sederhana seperti monosakarida. Jadi kalau kamu makan oyek, kenyangnya tahan lama guys!

Kalau makan nasi biasa sampai 3 kali sehari, mungkin kamu kalau makan oyek cukup 2 kali sehari saja. Bisa berhemat bukan?

Oyek juga rendah kalori lho, jadi ngga usah khawatir takut kegemukan. Bahkan oyek cocok bagi penderita darah tinggi. Wow.

Bagaimana, Takaiters? Kalau mampir ke Kebumen, jangan lewatkan makan nasi oyek ya! Nasinya orang Kebumen.